
Kirana bukan wanita yang mau meninggalkan masalah tanpa solusi. Malam itu dia pun tetap menunggu suaminya pulang meski hari terbilang sudah malam.
Kirana berusaha terjaga sampai suaminya datang menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
Jam dinding menunjukan pukul dua dini hari, Kirana mendengar suara deru mobil masuk ke dalam garasi rumahnya.
Kirana menghela nafas dalam dalam. Dia harus mempersiapkan diri untuk semua jawaban yang akan Kevin berikan atas semua pertanyaan yang ada di pikiranya.
Kirana duduk tenang disofa kala suaminya masuk kedalam kamar. Kevin langsung menaruh tas kerjanya dan duduk disamping istrinya.
"Bun, tadi kemana Mas cariin," ucap Kevin. Kirana masih menatap tajam kearah suaminya.
"Ngapain tanyain Bunda kemana, Mas kan lagi asik asik sama selingkuhan Mas kan?" ucap Kirana ketus.
"Bunda salah paham Bun, Mas ama dia udah ga ada apa apa Bun," jawab Kevin tenang. Kevin juga ga mau gegabah soal ini. Dia yakin istrinya ini akan percaya padanya.
"Ga ada apa apa kok ciuman!" jawab Kirana ketus.
"Bun...Mas ga tau kalau dia bakalan datang. Dan...Mas juga ga nyangka dia bakalan cium paksa Mas," jawab Kevin jujur. Sayangnya Kirana tak semudah itu percaya.
"Bagaimana Bunda bisa percaya sama Mas. Mas terlihat menikmatinya," jawab Kirana sambil merlirik marah pada Kevin.
"Bun..demi Tuhan Mas bukan orang seperti itu Bun, Mas selalu menghargai sebuah hubungan. Demi Tuhan Bun," ucap Kevin berusaha menyakinkan istrinya.
"Menghargai sebuah hubungan Mas bilang hah, lalu kenapa disaat Mas udah ama dia Mas mau nikah ama Bunda. Terus gimana sekarang, dia lagi hamil anak Mas kan!" ucap Kirana kembali ketus. Kevin malah tertawa mendengar pernyataan tak masuk akal Kirana.
"Kenapa tertawa?" tanya Kirana masih bertahan dengan nada ketusnya.
"Apa Bunda bilang, dia hamil hah. Terus apa hubunganya ama Mas!" Kevin malah meledek pernyataan Kirana.
"Gimana ga ada hubungan. Dia bilang anak yang dikandungnya itu anak Mamas," jawab Kirana kesal. Kevin malah tersenyum lucu dengan apa yang barusan dia dengar.
"Emang dia bilang gitu?" tanya Kevin setengah bercanda.
"Iya, dan kalau dia hamil anak Mamas berarti kalian pernah melakukan zina Mamas. Ih dosa tau," ucap Kirana polos.
__ADS_1
"Terus dia bilang ga kami pernah tidur dan melakukan itu dimana?" Kevin malah kembali bertanya.
"Di butik lah dimana lagi," Kirana masih aja menjawab ketus.
"Heheheheh, yakin dia bilang kami wik wiknya dibutik?" ledek Kevin lagi.
"Kenapa Mamas malah ngledek gitu. Kirana marah Mamas," ucap Kirana kesal. Dia pun beranjak dari duduknya. Kevin tak tinggal diam ditariknya tangan indah istrinya.
Kevin memaksa Kirana duduk dipangkuanya dan menatap matanya. "Dia bilang apa lagi?" tanya Kevin halus dan penuh kelembutan.
"Dia bilang itu tadi lah, Mamas adalah ayah dari anaknya dan kalian sering melakukanya di butik," jawab Kirana dengan mata berkaca kaca.
"Kenapa kamu jadi perempuan bodoh sekali hah," ucap Kevin sambil menyentil pelan kening Kirana.
"Aduh...sakit Mamas ih," ucap Kirana sambil mengelus keningnya.
"Habis kamu gemesin. Bukan kah kamu kenal sama semua penghuni di sana, maksud Mamas temanmu yang kasat mata itu. Kenapa kamu ga tanya mereka aja. Biasanya mereka jujur kan," ucap Kevin dengan seyuman meledeknya. Kirana malah tertegun dengan apa yang barusan dia dengar.
"Iya juga ya, tanya mereka lebih akurat. Kan mamas ga mungkin dong nyogok mereka buat boong. Apa lagi wanita rubah itu. Dasar pembohong!" omel Kirana kesal. Emosi Kirana tampak jelas disana membuat Kevin ingin tertawa.
"Eh, tunggu dulu. Nanti kalau Mamas terbukti penah tidur sama dia dan itu memang anak Mamas gimana?" tanya Kirana.
"Auuu...sakit Mamas. KDRT(kekerasan dapam rumah tangga) nih," ucap Kirana, kembli dia mengelus keningnya yang sedikit memerah.
"Habis Bunda lugu banget gemes Mamas," jawab Kevin, mukanya datar seolah tidak melakukan kesalahan.
"Ya kan bener nanya nya, gimana sih Mamas," ucap Kirana manja.
" Oke, kalau bunda ketemu dia lagi ajak dia kerumah sakit untuk tes DNA anak dalam kandunganga, kalau misalnya bener tu anak anaknya Mas, Bunda boleh menghukum Mamas sesuai apa yang Bunda mau, gimana?" tawar Kevin mantap.
"Mamas yakin itu bukan anak Mamas?" tanya Kirana lagi.
"Demi Tuhan Bunda, Mamas ga pernah melakukan itu sama dia. Tapi kalau ciuman pernah!" jawab Kevin jujur.
"Mamas serius?" tanya Kirana menyakinkan lagi.
__ADS_1
"Demi Tuhan istriku Mamas ga bohong. Mamas lelah sayang. Delapan jam diruang oprasi itu sangat melelahkan, sekarang Mamas pengen bobo," ucap Kevin sambil menempelkan wajahnya di lengan Kirana. Mencium harum lengan itu.
Kirana pun memeluk mesra suami tercintanya. Untung tadi dia ga pergi dari rumah. Kalau tadi dia mengambil jalan yang salah mungkin semua ini akan selalu menjadi bomerang dalam hidupnya.
"Mamas mau makan ga?" tanya Kirana.
"Enggak sayang, Mamas hanya lelah. Pengen tidur. Besok ada jadwal oprasi lagi jam sembilan pagi," jawab Kevin manja.
"Marilah bersih bersih, habis itu bobo. Udah sholat kan?" tanya Kirana lagi.
"Udah di rumah sakit tadi sebelum pulang," jawab Kevin, sejak bertemu dan bergaul dengan Kirana, Kevin tak pernah meninggalkan kewajibanya sebagai muslim.
"Bunda siapin bajunya ya," ucap Kirana dan hendak beranjak dari pangkuan Kevin. Dengan cepat Kevin menahan kekasih hatinya. Agar tetap berada dipangkuanya.
"Beri Mamas obat lelah dulu," pinta Kevin manja, sinar matanya terpancar gejolak jiwa yang membara.
"Apa itu obat lelah Mas?" tanya Kirana.
"Ini sayang," jawab Kevin sambil mencium bibir istrinya. Kirana pun tak menolaknya. Dia langsung menyambut keinginan manis suaminya.
Disamping itu tangan Kevin juga tak tinggal diam. Tangan itu sudah mulai nakal. Merem*s dan menjam*h milik istrinya dengan penuh gairah.
"Mas..."
"Heemm,"
"Katanya lelah?" tanya Kirana. Tak dipungkiri sekarang Kirana juga sudah dipenuhi dengan gairah, serangan Kevin sungguh membuatnya tak mampu mengendalikan diri lagi.
"Tidak kalau dengan obat lelah satu ini sayang. Jangan menolak ya," jawab Kevin lirih. Dia pun merebahkan tubuh istrinya disofa. Dan malam itu menjadi malam yang sangat indah buat penyelesaian masalah yang sedang mereka hadapi.
Kirana dengan berbesar hati mulai mau memahami Kevin, begitu pun Kevin dia juga selalu berusaha jujur dengan setiap apa yang dia lakukan. Semoga kalian selalu bisa berfikir dewasa dalam setiap masalah.
Amin...
Bersambung.....
__ADS_1
CA:" Hay readersku tersayang, ini lo Mamas Kevin yang ada dibayangan Tor kesayangan kalian. Semoga kalian sukak ya."