
Kevin dan Kirana memulai pencarian mereka dengan membongkar salah satu kardus yang berisi pernak pernik dan album foto masa kecil Denada.
"Mas ini apa?" tanya Kirana.
"Ga tahu Mas, kan yang paking bukan Mas semua. Mama dibantu mbak," jawab Kevin.
"Ini seperti album foto Mas, katanya Mas udah bakar semua!" ucap Kirana curiga.
"Yang Mas bakar kan yang pas bareng sama Mas lah, kalau yang lain ya dia sendiri yang simpan. Mas mana tahu!" jawab Kevin masih terus mencari dan membuka kardus kardus yang lain.
Di satu sisi Kirana membuka album milik Denada. Mata Kirana terbelalak tak percaya saat melihat foto di album itu. Satu tangannya membungkam mulutnya agar tak berteriak. Kirana langsung mengenali siapa yang ada di dalam foto itu.
"Kamu kenapa Bun?" tanya Kirana.
"Mas, apakah ini Denada waktu kecil?" tanya Kirana sambil menunjukan foto yang dipegangnya.
"Iya itu dia, dan yang memeluknya itu nenek Rosidah. Wanita yang mengasuhnya," jawab Kevin. Mata Kirana nanar, air matanya menetes seketika. Dadanya sesak dan nafasnya terasa berat. Tentu saja ini membuat Kevin bingung.
"Bun ... ada apa" panggil Kevin.
Kirana menatap Kevin tak percaya, jika foto itu adalah Denada kecil. Berarti Kevin adalah .... ???.
"Ya Tuhan," ucap Kirana, tangisnya pecah seketika. Kirana memeluk foto itu dengan perasaan tak menentu. Bagaimana tidak jika benar Denada adalah gadis cilik yang ada di album foto itu berarti Denada adalah kakak kandungnya. Yang pergi bersama ibunya selepas pertengkaran hebat kedua orang tuanya.
Kevin masih menunggu penjelasan dari sang istri, kenapa dia menangis saat melihat foto masa kecil Denada.
"Bun, apakah Bunda baik baik saja?" tanya Kevin.
__ADS_1
Kirana menatap takut ke arah Kevin. Bagaimana tidak Kevin adalah kakak iparnya yang menjelma menjadi suaminya.
Kirana beringsut menjauh dari Kevin, perasaan bersalahnya makin menjadi mana kala Kevin berusaha memeluknya.
"Jangan peluk Rana, jauh... jauh!" teriak Kirana.
"Ada apa Bun, Mas salah apa?" tanya Kevin bingung.
"Kamu pria jahat," ucap Kirana dalam marahnya.
"Jahat ?, Mas jahat kenapa sayang?" tanya Kevin bingung.
Kirana menangis meringkuk sambil bersandar disisi ranjang, pikirannya melayang entah kemana. Kirana tak perduli dengan kebingungan Kevin terhadapnya.
Kirana masih terhanyut dalam berbagai pertanyaan yang menganggunya. Kalau benar Denada ditemukan dalam keadaan koma dan terluka parah kemungkinan kakak dan ibunya mengalami kecelakaan saat mereka keluar dari rumah.
Itulah sebabnya mereka tak pulang.
"Mungkinkah ibu tak berani pulang karena kehilangan kakak," gumam Kirana.
"Bunda ngomong apa?" tanya Kevin masih berusaha sabar menghadapi keanehan istrinya.
"Jangan sentuh Rana!" teriak Kirana lagi. Matanya menatap Kevin dengan penuh kebencian. Kevin semakin tak mengerti dengan perubahan mendadak istrinya.
"Apakah Denada ada hubungannya dengan Bunda hemm?" tanya Kevin pelan dan lembut agar emosi Kirana tak kembali memuncak.
"Iya, Rana dan Denada berhubungan. Denada adalah kakak kandungku." jawab Kirana ketus. Kevin terperanggah, terkejut tak percaya dengan apa yanh barusan didengarnya.
__ADS_1
"Apa maksud Bunda?" tanya Kevin tak percaya.
"Kamu lihat tanda lahir di tangan Denada ini hah, kakaku memiliki ini. Sama persis seperti ini. Sekarang aku mengerti kenapa ibu dan kakak tak pulang setelah bertengkar dengan bapak. Ibu pasti ga berani pulang karena telah kehilangan kakak. Kasihan sekali dia, pasti hidupnya sangat susah berpisah dengan orang tuanya. Setelah dewasa pun dia mendapatkan suami yang sangat kejam. Bahkan sampai ajal menjemputnya pun dia tak mendapatkan kebahagiaan. Aku ... aku tak sanggup membayangkan bagaimana perasaannya saat itu," ucap Kirana dalam tangis kesedihannya.
"Bunda maafkan Mas, Mas udah minta maaf kan. Bunda tahu kan kalau Mas menyesal." ucap Kevin memohon.
"Rana ga tahu apa yang harus Rana lakukan Mas. Rana sendiri juga jahat padanya, Rana merebut pria yang sangat dicintainya," ucap Kirana, tangisnya semakin kencang dan tak beraturan.
"Sayang, kamu tak merebutku darinya. Justru ini kan yang kakakmu mau. Kamu mengantikan tugasnya menjaga Sena dan merawatku," ucap Kevin berusaha membuat istrinya mengerti.
Kirana menatap Kevin tak percaya, Kirana masih saja bingung, bimbang dan sedih.
"Sayang percayalah, Denada menginginkan ini," ucap Kevin lagi.
"Rana ga tahu Mas, tolong jangan ganggu Rana. Biarkan Rana berlajar mengerti ini," ucap Kirana sambil beranjak meninggalkan Kevin. Tak lupa dia juga membawa album foto peninggalan sang kakak.
Kevin hanya menatap kepergian sang istri, Kevin tak ingin terlalu memaksa memaksa Kirana, dia pun membiarkan Kirana pergi dan menenangkan pikirannya.
Di kamar tamu Kirana menangis menjadi jadi sambil memeluk album foto itu.
"Kak, maafkan Rana. Berkali kali kakak bilang kalau kakak adalah saudara Rana penjaga Rana, tapi Rana tak pernah menganggap itu serius. Rana pikir kakak adalah jin iseng yang menjelma mirip Kirana agar Kirana tak takut. Kirana tak tahu jika ini nyata. Kirana minta maaf kak," ucap Kirana dalam sesalnya. Satu hal yang membuat Kirana makin shock adalah ternyata suaminya adalah kakak iparnya.
"Bagaimana ini Tuhan, aku adalah adek paling jahat di dunia ini karena telah merebut milik kakaknya. Tuhan maafkan Kirana. Kirana tak tahu Tuhan," ucap Kirana lagi.
Tangisan Kirana makin menjadi saat dibukanya kembali album foto itu. Denada terlihat bingung dan sedih mungkin ini efek hilangnya ingatan yang dia miliki.
"Kakak pasti menderita saat itu, kita memang tak dekat kak. Tapi Rana sayang sama Kakak. Kirana ini adek macam apa, bahkan nama lengkapmu saja Kirana tak tahu. Orang tua kita tak pernah membicarakannya Kak, makanya Rana tak tahu. Yang Kirana tahu hanya Kirana punya kakak yang cantik dan pendiam. Kenapa dulu waktu kita bareng kakak ga pernah ngajak Kirana bicara kak. Kenapa setelah meninggal baru kakak cari Kirana. Apakah ikatan batin antar kita yang membawamu menemuiku kak. Datanglah lagi kak. Kirana ingin bertanya banyak hal sama kakak," ucap Kirana sambil mengelus foto kecil Denada.
__ADS_1
Kirana menangis dan terus menagis sampai dia tak menyadari rasa berat dan kantuk menyerangnya. tak lama Kirana pun terlelap sambil memeluk foto itu.
Bersambung...