
Kirana sangat bahagia, meski ibunya belum mau berbicara padanya tetapi Bu Sunarsih tak menolak ketika Kirana memeluknya, menciumnya bahkan bermanja manja dengannya.
Kevin pun ikutan merasa bahagia saat memperhatikan istrinya begitu manja dan bahagia bertemu dengan ibu tercintanya.
Kirana membetulkan kerudung ibunya yang agak miring. Rasanya bahagia sekali masih dikasih kesempatan untuk bertemu kembali dengan wanita yang telah melahirkannya.
Sesampainya di rumah mereka disambut oleh seorang anak perempuan yang sangat cantik.
Bu Sunarsih menunjuk ke arah Sena yang tersenyum padanya. Mungkin dia bertanya itu siapa.
"Itu Sena, Uti. Dia adalah putri kandung Kak Rani. Dan kini jadi putri sambung Rana," jawab Kirana. Bu Sunarsih menatap tak percaya akan jawaban Kirana.
"Ibu pasti bingung. Nanti pelan-pelan Rana ceritain ya. Sekarang kita masuk yuk," ucap Kirana sambil mencium pipi sang ibu.
Bu Sunarsih mengangguk mengerti. Sena pun menghampiri nenek dan juga ibu kandungnya.
"Sena, kasih salam buat Uti, sayang," ucap Kirana. Sena pun menurut. Kevin hanya tersenyum melihat adegan yang membahagiakan yang ada di depan matanya.
__ADS_1
"Ajak ibu masuk dulu, Bun," ucap Kevin. Kirana pun tersenyum pada suaminya dan menurutinya. Mereka terlihat sangat bahagia.
Kirana dan Sena mengandeng Ibu Sunarsih masuk kedalam rumah mereka. Bu Sunarsih terlihat bingung saat masuk ke rumah yang ditempati putri dan cucunya.
"Ibu, tinggal di sini sama kita mau?" tanya Kirana. Sang ibu hanya mentap sedih ke arah putrinya. Entah apa yang dipikirkan wanita paruh baya itu. Matanya berkaca kaca sambil mengelus dadanya sendiri. Seolah mengatakan bahwa dia menyesal.
"Kirana tahu Buk, kita sama sama merasakan sakit. Kakak dan ayah sudah di surga sekarang, di sini hanya tinggal kita Bu. Kirana berharap kita nggak berpisah lagi. Ibu, mau ya tinggal di sini sama Kirana," ucap Kirana sambil memeluk ibunya.
Bu Sunarsih masih belum mengeluarkan suaranya, tapi dalam hati dan pikirannya menjawab iya. Ingin sekali dia bertanya pada sang putri tentang keadaan suami dan Rani. Putri yang membuatnya merasa bersalah hingga membuatnya seperti ini.
Pertanyaan demi pertanyaan berputar dipikiran sang ibu. Kapan mereka pergi, dikebumikan di mana. Bagaimana ceritanya mereka bisa pergi secepat itu. Lalu, bagaimana hidupnya tanpa ayahmu?.
Tak dipungkiri bahwa saat ini dalam hati Bu Sunarsih juga tertancap pertanyaan. Bagaimana bisa kamu menjadi istri iparmu. Menggantikan kakak kandungmu.
Sepertinya Kirana paham apa yang dipikirkan ibunya. Dia pun tak membuang waktu dan ingin langsung menceritakan perjalanan hidupnya selama ini.
"Apakah ibu penasaran gimana ceritanya saya bisa menjadi istri Mas Kevin?" tanya Kirana. Bu Sunarsih pun mengangukkan kepalanya. Karena jujur dia pun pensaran.
__ADS_1
Kirana langsung menceritakan kisah yang tak masuk akal itu. Tapi itulah nyatanya dan dia alami bersama Kevin. Bu Sunarsih percaya, karena dia tahu kemapuan putrinya.
Bu Sunarsih tak melepaskan pandangannya sedikitpun saat Kirana menceritakan kisah bagaimana dia bisa menjadi istri mantan iparnya.
Wanita paruh baya itu pun meneteskan air matanya berkali kali, saat Kirana menyebut putri yang dia cari selama ini.
"Ibu jangan sedih lagi ya. Kakak sudah bahagia, kita iklaskan ya, Bu. Lihat itu ada dublikat Kak Rani yang butuh kasih sayang Ibu," ucap Kirana sambil menunjuk ke arah Sena yang tersenyum manis padanya.
Bu Sunarsih mengangguk pelan pada Kirana. Kemudian dengan cintanya dia pun memeluk Sena.
"Eh ..." ucap Bu Sunarsih.
"Iya Buk, dia anak kandung Kak Rani. Cucu Ibu, cantikkan?" jawab Kirana.
Pertemuan mengharukan itu adalah buah dari kesabaran mereka menjalani hidup. Bagaimanapun perjalanan hidup kita sudah ada yang mengatur bukan. Tapi ingat baik buruknya tetap kita boleh memilih.
Kirana tak menyesali perjalanan hidupnya, toh dia juga mampu melewatinya bukan. Kini tak lagi yang dia harapkan. Semua sudah tercapai.
__ADS_1
Allah sudah memberikan hadiah dari kesabarannya menjalani hidup selama ini. Lalu apa lagi yang dia tuntut. Semua yang dia mau sudah dia dapatkan bukan. Keiklasan dan ketulisan hatinya telah membuat Kirana bisa menjadi wanita yang hebat dan kuat. Semoga kamu selalu bahagia Lituhayu Kirana.
Bersambung....