SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Kabar Ibu Kandung


__ADS_3

Sebulan kemudian ...


Hari minggu yang cerah....


Kevin sudah dipindah tugaskan. Kini dia stay di Surabaya lagi dan menghuni rumah peninggalan orang tuanya dulu. Karir Kevin juga makin menanjak, kini dia dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama di salah satu rumah sakit ternama di Surabaya.


Sena pun sudah mendapatkan sekolah baru yang menurut Kirana bagus. Dapat rekomendasi dari sahabatnya Lusi yang sangat tahu seluk beluk kota ini.


Kirana sedang menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan anaknya. Sena terlihat sangat bahagia karena hari ini papinya tidak bekerja. Kevin berjanji akan menemaninya hari ini. Maklumlah jabatan baru yang dia sandang membuatnya jadi semakin sibuk. Belum lagi dia harus mengajar seminggu dua kali di salah satu Universitas terbaik di kota ini.


"Bunda, Sena mau cake yang kayak hari itu ya!" pinta Sena sambil tersenyum manja.


"Aduh Kak, masih ada nggak ya bahannya!" jawab Kirana sambil mencari bahan kue yang Sena mau.


Sena menunggu dengan sabar apa yang lakukan bunda sambungnya.


"Ya coklat batangnya habis sayang, coba tanya papi mau nggak anterin ke minimarket beli coklat," suruh Kirana.


"Emang papi di mana Bun?" tanya Sena.


"Di depan kan, lagi bantuin bersihin kolam ikan Kakak kan," jawab Kirana.


"Hah, bersihin kolam ikan? kenapa papi nggak ajak Sena Bunda!" Sena pun merajuk.


"Nggak tahu tu papi, paling takut Kakak gatel gatel lagi kayak hari itu paling," jawab Kirana. Sena sudah tak mau mendengarkan ucapan bundanya dia pun memilih menyusul papinya yang ada di deoan rumah.


"Papi!!" panggil Sena sambil berlari. Kevin pun menoleh dan langsung menggendong putri kesayangannya.


"Iya sayang kenapa?" tanya Kevin.


"Kok Papi nggak ajak Sena bersihin kolamnya," ucap Sena merajuk. Kevin pun mencium pipi sang putri dan mencubit manja hidung Sena.


"Nanti gatel lagi, ini kan Papi nggak ikutan masuk. Cuma bantu Pak Sukri pindahin ikannya. Tu kasihan Pak Sukrinya hemm. Udah jangan merajuk jelek nanti. Mana bunda,?" tanya Kevin mengalihkan perhatian Sena agar tak merajuk.


"Bunda masak Pi, anterin Sena ke minimarket Pi!" ajak Sena.


"Minimarket, ngapain?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Sena mau cake bikinan bunda, tapi coklat batangnya habis," jawab Sena.


"Ooo, ayolah!" balas Kevin.


Kevin pun membawa Sena masuk ke rumah.


"Bun, yang dibutuhin apa aja. Sekalian Papi beliin?" tanya Kevin.


"Nggak jadi Pi, Bunda masih ada simpanan ternyata," jawab Kirana sambil menunjukkan hasil adonannya yang sudah siap di oven.


Sena masih tak mau turun dari gendongan papinya membuat Kirana curiga.


"Kenapa Pi," tanya Kirana sambil berbisik.


"Ngambek," jawab Kevin sambil mengelus rambut putrinya. Kirana hanya tersenyum.


"Persis sama Bunda tukang ngambekan," goda Kevin.


"Ya wajar lah Sena manja ama Papi, kan Papi sekarang super sibuk," ucap Kirana.


"Serius Papi?" tanya Sena.


"Heeemmm!" jawab Kevin antusias.


"Boleh minta main?" tanya Sena lagi.


"Tentu kemana?"


Sena terlihat berfikir dan dengan girangnya dia pun menjawab. "Sena mau ke kebun binang boleh Papi?" tanya Sena semangat.


Kevin pun tersenyum dan menyetujui keinginan sanh putri.


"Tentu saja sayang, Bunda mari siap siap. Kita manjakan inces cantik kita ini Bunda. Papi pun ingin lihat gajah yang besar itu," ucap Kevin.


"Baiklah, Bunda pun ingin lihat buaya yang ganas itu," balas Kirana. Sena pun bertepuk tangan gembira. Kebahagiaan Sena bertambah karena sang ayah berjanji akan menuruti apapun yang Sena mau asalkan masih dalam batas kewajaran.


Dalam perjalanan menuju kebun binatang terbesar di Surabaya ini. Sena tampak sangat antusias. Bahkan dia beberapa kali mengatakan ingin berfoto dengan semua binatang yang ada di sana. Biar esok bisa bercerita pada teman temannya di sekolah

__ADS_1


Kevin dan Kirana pun tak menolaknya, bahkan mereka pun terlihat ikutan antusias agar putri mereka bahagia.


"Bun, tolong cek email Bunda deh, rasanya semalem Lusi kirim apa gitu. Papi lupa bilang!" ucap Kevin. Kirana pun mengecek ponselnya. Benar saja Lusi memberinya kabar gembira, bahwa salah satu desain Kirana dilirik oleh rumah mode di Malaysia.


"Kenapa Bun?" tanya Kevin, karena menurut dia istrinya aneh senyum senyum sendiri.


"Karya Bunda dibeli sama rumah mode di Malaysia Mas," jawab Kirana. Kevin pun ikut tersenyum bahagia.


"Wah .... selamat Bunda!" ucap Kevin sambil mengelus kepala istrinya yang ditutupi hijab.


"Makasih!!" jawab Kirana manja.


"Kenapa Bunda nggak coba berdiri sendiri. Bikin rumah mode sendiri?" tanya Kevin.


"Bunda bukannya nggak mau Mas, tapi Bunda nggak enak aja ama Mbak Lusi. Beliau selalu bantu Bunda dan Sena dari kita susah ampek sekarang dia tu baik banget Mas. Kasihan kalau Bunda tinggalin," jawab Kirana apa adanya.


"Oo, ya udah. Kalian kan emang sahabat yang baik," jawab Kevin.


Kirana pun membuka satu email lagi yang tertera di ponselnya. Betapa tercengangnya Kirana saat membaca pesan itu.


"Kenapa lagi Bun?" tanya Kevin lagi.


"Mas ... ini ada pesan dari orang yang kenal ibu!" ucap Kirana masih tak percaya dengan apa yang dibacanya.


"Orang itu bilang apa Bun?" tanya Kevin.


"Dia bilang kalau ibu sekarang dalam keadaan sehat dan beliau ada di salab satu panti asuhan di kota Gresik. Gresik bukannya yang deket ini kan Mas?" tanya Kirana memastikan.


"Dia kasih alamatnya nggak Bun?" tanya Kevin.


"Dikasih Mas!" jawab Kirana.


"Oh, ya udah kita kesana sekarang," ajak Kevin.


"Jangan sekarang Mas, kita ada janji sama Kakak. Besok aja nggak pa-pa toh ibu baik baik saja," jawab Kirana berusaha sabar. Walau kalau boleh jujur dia tak ingin menundanya. Tapi dia juga nggak mungkin setega ini sama Sena.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2