
Delon dan orang orangnya pun menjemput Kevin di ke rumah sakit di mana putrinya dirawat. Sebelum pergi tak lupa Kevin mengecup kening sang istri dan memberikan pangutan mesra di bibir manis Kirana.
"Hati hati ya Mas," ucap Kirana sambil membetulkan kerah baju sang suami.
"Iya Mas pasti hati hati sayang, demi kamu dan Sena," jawab Kevin. Kevin memeluk kembali pemilih hatinya menyakinkan wanita cantik ini bahwa fia akan terus berhati hati disetiap langkahnya.
"Mas pergi dulu ya, pastikan ponselmu selalu on oke. Di luar ada orang kepercayaan Mas, kalau ada apa apa kamu teriak aja oke," pesan Kevin agar Kirana tetap waspada saat dia tak ada di sampingnya.
"Kirana akan hati hati sayang, pergilah jangan lama lama ya," pinta Kirana, Kevin pun menganguk tanda menyanggupi permintaan sang istri.
Sebelumnya Delon sudah memastikan bahwa saat ini Lusi sedang sendirian. Tak ada satupun orang yang mengawalnya. Termasuk orang orang suruhan Rio.
"Dok, anda lewat pintu samping saja. Nanti yang lain berjaga jaga kalau misalnya Rio datang tiba tiba. Nanti cepat kami bertindak," ucap Delon mengatur strategi.
"Oke," tanpa takut Kevin pun langsung menaiki tangga tempat tinggal Lusi. Kevin sudah terbiasa datang kesini bukan, itu sebabnya dia tahu seluk beluk tempat ini.
Lusi di kejutkan dengan kedatangan Kevin, saat itu dia tidak sendiri. Dia sedanh bercinta dengan seorang pria, mungkin pria itu adalah pria bayaran Lusi. Terbukti pria itu menurut saat Lusi memintanya pergi.
__ADS_1
"Wah wah wah ... jadi ini kelakuanmu selama ini. Hebat bener," ledek Kevin.
"Diam kamu Kevin, aku seperti ini gara gara kamu!" teriak Lusi mulai hilang kendali.
"Benarkah, bukankan ini hanya alasanmu saja," balas Kevin tak mau disalahkan.
"Jangan mengelak kamu Kevin, kalau kamu tak meninggalkanku aku tak mungkin jadi seperti ini. Kamu tahu aku sangat mencintaimu Kevin. Lalu kenapa kamu lebih memilih wanita ****** itu!" ucap Lusi masih tetap pada pendiriannya.
"Jangan pernah kamu menyebut istriku dengan sebutan yang lebih pantas ditujukan padamu Lusi. Kirana seribu lebih baik dari kamu. Kamu mengerti hah," jawab Kevin kesal. Bagaimana tidak Lusi begitu berani mencela istrinya yang baik hati ini.
"Aku tidak perduli Kevin, aku mau dia dan anakmu mati!!" teriak Lusi penuh emosi.
"Apa kamu kira aku takut padanya hah!" balas Lusi menutupi kegugupannya.
"Coba saja Lusi, anak dan istriku adalah prioplritas utamaku. Jika terjadi apa apa dengan mereka maka kamulah orang pertama yang akan aku cari. Lihat saja, jangan coba coba bermain api denganku Lusi. Apakah kamu lupa siapa aku?" tanya Kevin sambil mendekatkan wajahnya ditelinga Lusi. Kali ini Lusi langsung menciut. Dia langsung teringat kejadian dimana Kevin pernah mencekik sahabat Lusi gata gara dia tak terima difitnah saat itu.
Lusi langsung meraba lehernya, "Apa kamu ingin mencobanya ibu Lusi yang terhormat?" tanya Kevin.
__ADS_1
"Tidak Kevin jangan," ucap Lusi memohon.
"Jadi apakah kamu masih berani bermain api denganku?" tanya Kevin sungguh sungguh.
"Tidak Kevin ampun," jawabnya.
"Bagus, jika kamu berani mengulangi perbuatan hinamu ini lagi. Maka tubuh mulusmu ini akan siap jadi santapan anak buahku, mengerti!" ancam Kevin lagi. Sepertinya Kevin sungguh sungguh dengan ucapannya terbukti nyali Lusi menciut dengan sendirinya.
"Ingat baik baik mantan pacarku, aku terus mengawasi gerak gerikmu jadi jangan macam macam, berhentilah memakai barang haram itu atau kau akan meringkuk kedalam jeruji besi," bisik Kevin tepat ditelinga Lusi, membuat Lusi semakin merinding.
"Tidak Kevin, jangan bawa aku ke penjara," ucap Lusi memohon.
"Tergantung bagaimana kamu bersikap sayang, jauhi keluargaku atau aku akan mengantarmu ke hotel yang kau inginkan?" ucap Kevin terus melancarkan ancamannya.
Lusi tak berkutik, dia pun terpaksa menyetujui apa yang Kevin minta. Hati Lusi ingin protes, kenapa semua jadi seperti ini. Ini bukan seperti yang dia mau, yanh Lusi mau Kirana dan Sena lenyap hingga dia bisa memiliki Kevin.
Kevin keluar dari kediaman Lusi, hatinya sedikit pus karena berhasil membuat Lusi jera. Tetapi tetap saka Kevin tak boleh lengahm Mengingat seseorang yang berdiri dibelakang Lusi ya itu Rio.
__ADS_1
Bersambung...