SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Ingin Adek Minta Bunda


__ADS_3

Kirana mendadak menjadi supir pribadi Kevin. Dengan tenang Kirana membawa mobil itu untuk mengantar ayah dari putrinya ini kebandara.


Kevin sedang bercanda gurau dengan Sena yang kini berada dipangkuanya. Mereka terlihat sangat menggemaskan.


"Papi perginya ga lama kan?" tanya Sena.


"Enggak sayang, soalnya rabu papi ada jadwal oprasi!" jawab Kevin.


"Oprasi apa itu pi?" tanya Sena. anak ini memang sangat menggemaskan sekali jika ingin tau. Persis kayak bundanya oon oon gimana gitu.


"Oprasi itu apa ya, eemmm coba Sena tanya bunda barang kali bunda tau jawabanya!" ucap Kevin sambil terus mencium harum pipi putrinya.


"Bun, oprasi apaan?" benar saja Sena pun bertanya pada bunda nya.


"Oprasi itu papi lagi ngambil penyakit ditubuh pasien dek," jawab Rana masih berusaha tetap konsentrasi dengan jalanan yang ada didepanya. Kevin masih terlihat anteng.


"Caranya bun?" Kembali Sena mengeluarkan jiwa keingintahuanya.


"Dibelek gitu dek, terus diambil deh sakitnya ama papi, bener kan pi," jawab Rana singkat, Kevin malah tersenyum mendengar jawaban lugu Kirana.


Emosi Kirana sudah mulai terpancing saat melihat muka Kevin yang seperti meledeknya.


"Dibelek itu diapain bunda?" nah lo makin panjangkan urusanya. Mana bapaknya cuma senyum senyum aja lagi. Dasar dasar batin Kirana kesal. Bukan kesal akan pertanyaan putrinya terlebih pada sikap Kevin yang seolah malah suka menonton kekonyolan Rana dan Sena..


"Itu lo dek, papi buka badan pasien yang ada penyakitnya pakek pisau. Terus diambil deh yang bikin sakit," jawab Kirana, lucu juga wanita ini, bisa banget dia pakek bahasa yang mudah dimengerti anak anak batin Kevin.


Kembali Kevin tersenyum mendengar perkataan Kirana, rasanya mau Kirana cubit aja lengan pria menjengkelkan disampingnya ini . Biar tau rasa, dia kan lebih tau harusnya dia lah yang jelasin. Dasar bisa bikinnya doang umpat Kirana dalam hati.


"Kasihan sekali pasienya bun dipotong pakek pisau, berdarah dong bun pasti dia nangis nangis bun kan sakit ya bun!" ucap Sena polos. Mukanya terlihat khawatir dan tegang.


"Ya ga lah dek kan sama papi pasiennya dikasih bius," jawab Rana lagi sesuai dengan alur cerita yang Sena mau.

__ADS_1


"Bius apaan bun?" tanya Sena lagi, astaga ga habis deh ni perkara kalau begini caranya.


"Bius itu obat dek yang bisa bikin orang ga ngrasain apa apa, jadi pas papi belek dia ga kesakitan, bener kan pi!" jawab Kirana sambil melirik malas kearah Kevin.


"Iya" jawab Kevin santai.


"Ooo, kalau udah diambil sakitnya sembuh ya pi!" tanya Sena lagi sepertinya ni anak punya tingkat rasa ingin tau yang sangat tinggi.


Kevin hanya tersenyum mendengar pertanyaan putrinya.


"Jawab bapak dih!" ucap Kirana kesal.


"Kan ada kamu bun yang bisa jawab semua pertanyaan Sena, ya kan Dek," balas Kevin sambil meminta perlindungan dari putrinya.


"Dasar dasar," gerutu Kirana.


"Itulah fungsi seorang bunda, terima aja bun!" ledek Kevin, kembali emosi Kirana tersulut.


"Terus bapak kan ayahnya, fungsi bapak apa?" tantang Kirana, Kevin kok dipancing pria paling somplak didunia ini kecerdasanya soal debat ga diragukan lagi.


"Auu sakit bunda," pekik Kevin.


"Siapa suruh jawabnya menyebalkan begitu," ucap Kirana.


"Loh bener kan, papi yang bikin Sena. Gimana sih bunda ini," Seperti tak bersalah Kevin pun malah meneruskan candaanya. Ga nyadar apa anak yang ada dipankuanya itu gadis cilik yang super kritis.


"Wah hebat papi bisa bikin Sena, kalau papi bisa bikin Sena berarti papi bisa dong bikin adek buat Sena," ucap Sena lugu. Heh jawab sekarang habis ga lo batin Kirana menang.


Kevin masih bersikap super tenang, bukan kah dia sudah biasa menjawab pertanyaan pertanyaan mahasiswa koas yang pertanyaanya lebih rumit dari ini.


"Bisa dong, tapi harus ada maminya. ga bisa kalau papi sendirian, kan papi ga bisa mengandung yang bisa kan mami mami," jawab Kevin dengan muka datarnya. Astaga jawabanya rusuh sekali batin Kirana kesal.

__ADS_1


"Ya kasihan sekali Sena," ucap Sena sedih.


"Loh kok kasihan kenapa?" tanya Kevin sambil mengelus manja rambut putrinya.


"Kan Sena ga punya mami pi berarti Sena ga bisa punya adek dong, kalau sama bunda bisa ga pi?" tanya Sena lugu, tentu saja pertanyaan ini membuat Kirana super terkejut.


Astaga Sena kenapa kamu pancing papi gilamu ini batin Kirana, Kevin yang menangkap perubahan muka Kirana malah suka dengan permainan ini.


"Tentu saja bisa, Sena tinggal rayu aja bunda papi ma siap terus kapanpun Sena mau," jawab Kevin ringan, Kirana melirik penuh permusuhan terhadap Kevin.


Muka emosi Kirana malah membuat Kevin senang. Kevin pun menertawakan pelan muka yang menurutnya menggemaskan itu.


"Diem bapak dih," umpat Kirana kesal.


"Diam gimana sih bun, ga kasihan apa bunda ama putri cantik kita ini yang pengen adek, ya kan Sena," ledek Kevin lagi.


"Iya bunda, plis kasih adek buat Sena ya ya. Sena mohon. Sena janji bunda Sena bakalan jadi kakak yang baik buat dedek Sena nanti, ya kan pi. Papi percaya kan sama Sena?" ucapan Sena sekarang benar benar membuat posisi Kirana terpojok. Kevin pun menghiyakan keinginan putrinya.


Ingin rasanya Kirana dorong pria menyebalkan disebelahnya ini. Tapi diantara mereka ada Sena. Seorang putri yang sangat sangat disayanginya.


"Bunda pikir pikir dulu ya sayang, Sena sambil berdoa supaya papi cepet dapet mami baru jadi bisa deh kasih Sena adek oke. Kalau sama bunda nanti bunda ga bisa gendong Sena lagi, gimana dong? " alasan yang paling logis menurut Kirana saat ini. Heh kamu pikir aku ga bisa mempengaruhi pikiran Sena, dasar pria tukang modus kembali Kirana mengumpat dalam batinya.


"Ga mau mami baru bunda, bunda aja yang bikin sama papi. Mulai sekarang Sena ga rewel deh kalau bobo, Sena janji ga bakalan minta gendong sama bunda lagi, ya," Sena sangat bersemangat kali ini. Kevin pun merasa diuntungkan dengan ini.


Ingin rasanya Kirana berteriak tak bisa tapi apa mau dikata ga mungkin dong dia menyakiti hati putrinya hanya demi membalas kekonyolan pria gila disampingnya ini.


"Nanti bunda coba bicara bedua deh papi, oke, tapi bunda ga janji ya!" jawab Kirana berusaha meredam keinginan putrinya.


"Ngapain mau ngomong berdua sama papi bun, kan udah jelas Sena minta adik, dia udah bersedia menjadi kakak yang baik. Tinggal kita turutin toh bun, iya kan sayang," tambah Kevin. Astaga beneran deh kalau ga ada Sena udah Kirana becek becek aja ni bapak bapak.


"Ya Allah pak terus aja," Kirana mulai memohon pada Kevin agar tak mancing keinginan tak masuk akal putrinya.

__ADS_1


"Apa sih bun, udah lah kita kasih aja lagian Sena kan udah besar udah waktunya punya adek," balas Kevin dengan muka datar plus menjengkelkan. Kirana enggan membalas kegilaan Kevin. Dia pun memarkirkan mobilnya dan meminta Kevin segera keluar.


Bersambung...


__ADS_2