SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Penjelasan Di Luar Logika


__ADS_3

Semalam utuh Kirana menemani sang suami berkomunikasi terus dengan orang orang kepercayaannya. Delon semakin gencar mengirimkan video video kejahatan Rio. Bagusnya Kevin pun menyimpan video itu menjadi sebuah file agar mudah di cari nantinya.


"Mas ... bobo gi, ini udah hampir pagi loh," aja Kirana.


"Mas ga akan tenang Bun sebelum pria itu kena batunya," jawab Kevin.


"Iya Bunda tahu sayang, toh Delon dan kawan kawan udah bekerja dengan baik. Lagian menurut Bunda biar pihak berwajib aja yang menghukum mereka. Ga baik lo Mas nyimpen dendam. Bunda rasa mama papa dan kakak ga akan suka Mas nyimpen dendam kayak gini. Kan bunda mintanya mereka di bui bukan Mas mau turun tangan sendiri," balas Kirana, benar juga apa yang Kirana ucapkan. Menyimpan dendam memang tak baik.


Kevin menatap mata Kirana, mencoba mengerti jalan pikiran sang istri.


"Bunda ga marah sama mereka?" tanya Kevin.


"Marahlah Mas, Kirana cukup doain yang terbaik aja buat mereka. Biarkan Allah yang kasih mereka hukuman. Kita manusia tak boleh melebihi batas, ada batasan batasan yang harus kita jaga. Makanya Allah selalu mewanti wanti kita jangan dendam, jangan dendam. Karena Allah punya cara sendiri untuk menghukum manusia yang sengaja melakukan kesalahan," jawab Kirana dewasa. Kevin terpesona oleh pemikiran dewasa sang istri. Dia pun tersenyum dan menurut untuk tidur.


Kevin terkejut tiba tiba Kirana beranjak dari duduknya dan mendekapnya.


"Ada apa Bun?" tanya Kevin.


"Mas baca surat An Nas dan ayat kursi tiga kali tiga kali sekarang," perintah Kirana. Tanpa Bertanya Kevin pun membaca apa yang istrinya perintahkan.


"Alhamdulilah," puji syukur Kirana.


Kirana pun melepaskan dekapannya. Barulah Kevin bertanya.


"Kenapa sayang ada apa?" tanya Kevin.


"Sepertinya ada yang mau mencelakai keluaga kita dengan cara halus juga Mas. Tiba tiba ada poci (pocong) di deket jendela. Dia terus mencoba masuk," jawab Kirana. Kevin melongo tak percaya akan ucapan Kirana. Seketika Kirana ingat Sena.


"Sena Mas!!" pekik Kirana. Kirana tak menunggu Kevin, dia langsung berlari ke kamar Sena, Kevin pun tak tinggal diam. Dia pun mengikuti langkah Kirana.

__ADS_1


"Syukur Alhamdulilah Ya Allah, dia ga kesini," ucap Kirana.


"Dia ga ke sini bener Bun?" tanya Kevin.


"Enggak Mas, bau khas nya ga ada," jawab Kirana lega.


"Malam ini kita tidur sini ga papa kan Mas, Bunda khawatir sama Sena," ucap Kirana. Antara percaya dan tidak apa yang diucapkan sang istri nyatanya beberapa hari ini Kevin selalu merasa ada yang mengawasinya.


"Bun ..."


"Hemm," jawab Kirana sambil menyusun kasur lantai untuknya dan suami. Kevin pun membantunya memasang spei.


"Beberapa hari ini Mas merasa ada yang mengawasi gerak gerik Mas deh. Apakah dia Bun?" tanya Kevin.


"Bukan Mas, beberapa hari ini yang datang bukan dia (poci) tapi miss K. Udah Bunda tanyain kalau dia ma. Dia cuma naksir ama Mas," jawab Kirana.


"Bunda jangan nakutin ah ...!" jawab Kevin sambil beringsut mendekati sang istri.


"Bunda jangan asal deh ..." ucap Kevin sambil memeluk erat lengan Kirana.


"Mas tanya aja besok ama Sena. Orang Bunda ngobrolnya juga ada Sena kok," tambah Kirana.


Kevin menatap tak percaya pada Kirana. Dia menaikkan selimutnya dan menutupi hampir seluruh tubuhnya. Kirana ingin tertawa tapi ini reaksi yang wajar. Kirana merasa sudah cukup menjelaskan apa yang dia tahu, dia pun memejamkan matanya.


"Bun ... "


"Heemm,"


"Jangan merem dulu, Mas takut ni," ucap Kevin.

__ADS_1


"Takut kenapa?"


"Ya Bunda aneh aneh aja ceritanya,"


"Aneh gimana, emang kenyataannya begitu Mas. Ya ini memang tak masuk akal, tapi kenyataan yang Kirana tengkap begitu. Oia Mas, Kirana ingat. Pantesan dulu Rani gencar banget ngilang. Bunda rasa dia jagain Sena deh Mas. Kemungkinan besar dia juga tahu kalau keluarga Mas diserang pakek cara halus juga," ucap Kirana mengingat kejadian di mana Rani suka ngilang tiba tiba.


"Denada dulu juga suka ngomong sendiri Bun, apa dia juga orang bisa seperti kalian?" tanya Kevin.


"Kakak malah lebih peka dari Bunda Mas, kayak Sena gitu," jawab Kirana.


"Maksudnya?"


"Ya peka, dari jarak jauh gitu dia udah tahu mana yang jahat. Mana yang iseng doang, mana yang hanya lewat. Mana yang penjaga. Cuma dia belum bisa membedakan, masih kecil masih gampang ditipu!" jawab Kirana menjelaskan apa yang dia pelajari dari Sena.


"Bunda jadi mikir di Mas, mungkinkah mereka tahu bahwa kakak orang bisa, makanya mereka menghabisi pelindung keluarga kalian," ucap Kirana.


"Ga tahu juga Bunda, tapi Mas sering lihat dia ga tidur. Cuma mondar mandir aja deket jendela kamar," jawab Kevin sedikit mengingat apa yang sering Denada lakukan jika malam.


"Iya berarti bener Mas dugaan Bunda, kakak jagain kalian.Cuma dia ga terbuka seperti Kirana gini. Harusnya kakak terbuka biar kalian tak salah paham padanya. Dan mengerti apa yang sebenarnya terjadi," jawab Kirana.


"Kayaknya dia pernah bilang deh Bun, kalau dia ga tidur itu karena lagi jagain kami. Tapi Mas bingung dan ga percaya. Jagain ... jagain dari apa dia ga cerita," ucap Kevin, ini sungguh aneh tapi nyata. Tapi penjelasan Kirana sama persis seperti yang Kevin alami bersama Denada.


"Ya Tuhan, Mas makin merasa bersalah sama Denada Bun. Ternyata dia sangat care dengan keluarga Mas. Tapi Mas malah menyakitinya," ucap Kevin.


"Udahlah Mas, kakak sekarang pasti udah bahagia. Semoga dia dikasih terang menuju keabadian. Kita doain aja dia terus, kita jaga dengan baik aja amanahnya biar dia tenang," jawab Kirana. Yang di maksud amanah Denada adalah Sena.


"Iya Bun, Mas janji akan jagain Sena dengan baik," jawab Kevin.


Kevin tak menyangka bahwa dia akan mendengarkan penjelasan yang tak masuk akal ini tentang Denada. Tapi inilah kenyataannya, apa yang dia alami dan curigai tentang Denada dulu dapat dijelaskan dengan baik oleh sang istri. Semoga saja ini benar batin Kevin.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2