SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Perasaan Kirana


__ADS_3

Kevin melangkahkan kakinya menaiki tangga dimana kekasihnya berada, betapa terkejutnya dia ketika melihat siapa yang bersama kekasihnya.


"Hay," sapa Kevin.


Rana dan Sena menatap tak percaya pada pria yang menyapa mereka.


"Hay," balas Rana dan Lusi, seolah mengerti perasaan papinya Sena pun hanya tersenyum.


Lusi terlihat semringah berbeda dengan Kevin dan Rana mereka terkesan kaget dan bingung.


"Ran, kenalin ini mas Kevin temen aku," ucap Lusi.


"Oh iya, saya Kirana pak dan ini anak saya Sena," ucap Rana berusaha biasa saja dan menetralkan perasaanya.


"Saya Kevin, hay cantik," jawab Kevin dia juga menyapa Sena, anak kecil ini juga terlihat sangat pandai menyembunyikan perasaanya.


"Kalian udah lama?" tanya Kevin


"Belum," jawab Lusi.


Kevin terus menatap Sena dengan senyumnya, bahkan Sena membalas dengan senyuman itu dengan senyuman lucunya, kamu cute banget sih dek batin Kevin.


Kevin terlihat lebih memikirkan perasaan anak gadisnya, ingin rasanya saat ini dia berterus terang Lusi bahwa Sena adalah putrinya, tapi Rana seolah memberinya kode agar lebih mendalami dulu hubungan mereka.


"Emmm pak bu, kami pamit dulu ya sepertinya putri saya sudah mengantuk," ucap Rana, Lusi tau Rana hanya alasan, tapi tak apalah malah bagus jika dia membiarkan kami bersama batin Lusi tertawa.


"Oh oke, Ran kamu bawa aja mobilnya nanti aku bareng sama temenku ini," ucap Lusi.


"Baik bu," jawab Rana.


Rana pun tak mengulur waktu lagi, dia menenteng tas kerjanya dan menggandeng Sena serta pergi meninggalkan mereka.


Didalam mobil ada sedikit rasa tak nyaman dihati Kirana, entah perasaan apa ini, tiba tiba Kirana merasa tak rela melihat kedekatan Lusi dengan ayah dari putrinya.


Kirana berusaha keras menapik perasaan aneh ini,"Ya Tuhan harusnya aku bahagia. kenapa begini apa yang terjadi dengan perasanku Tuhan," gumam Kirana.


Ketika dia hendak memundurkan mobilnya, terdengar seseorang mengetuk jendela kaca mobilnya.


Rana pun menghentikan mobilnya dan membuka Jendela itu.


"Ada apa pak?" tanya Rana.


"Papi kan belum cium anak papi, gimana sih bunda ini," jawab Kevin. Rana pun tersenyum dan membukan pintu mobilnya.

__ADS_1


Sena memeluk manja pada papinya, "Papi main sama onty dulu ya, nanti malam minggu papi datang Sena oke," ucap Kevin, Sena sepertinya tak mau lepas dari papinya, "Hay cantiknya papi kenapa ini?" tanya Kevin.


"Papi deket deket bunda aja," bisik Sena, ucapan Sena terdengar jelas ditelinga Rana.


"Adek ga boleh gitu," ucap Rana sambil mengusap ramput gadis cilik ini.


"Iya papi juga mau kok deket bunda kok, kita udah deket kan bun!" bujuk Kevin, Sena terlihat masih tak rela.


"Dedek ga boleh gitu sayang, nanti bunda jelasin ya ayok sekarang Sena peluk papi dulu, papi kan ada kerjaan ama onty ya, Sena kan anak pinter," ucap Rana berusaha menenangkan hati putrinya.


Kevin pun kembali memeluk Sena dan mencium kening gadis cantik ini, Kevin ternyata peka dia paham akan maksud putrinya.


"Hati hati ya cantik," ucap Kevin lagi sambil mengelus pipi mulus putrinya.


"Papi sayang dedek hemmm, bawa mobilnya hati hati ya bunda, papi titip gadis cantik papi ya,"


"Iya pak, kami pamit dulu ya, Assalamualaikum," ucap Rana berpamitan, Kevin pun menutup kembali pintu mobil Rana, Rana pun kembali melajukan kendaraanya.


......


Kevin kembali masuk kerestauran dimana kekasihnya berada.


"Kamu dari mana?" tanya Lusi.


"Keluar bentar ada temen aku tiba tiba telpon," jawab Kevin bohong.


"Kamu kenapa sayang, masih sakit perutnya hemmm?" tanya Kevin khawatir dia pun segera berjongkok didepan Lusi dan membantu mengelus perut wanitanya.


"Yang mana yang sakit sayang?" tanya Kevin.


"Dari sini kesini Vin, rasanya seperti diremas remas,"


"Apakah ini merupakan waktunya dia?" maksud Kevin tamu bulanan Lusi.


"Kamu benar Vin," jawab Lusi.


Kevin pun segera meminta bill makanan milik Lusi dan membayarnya setelah itu dia pun mengajak Lusi untuk pulang saja, ahhh kencan malam ini gagal gara gara sakit perut Lusi.


Sepertinya Lusi dan Kevin tak menyadari ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka dengan kemarahanya.


......


Rana membopong tubuh kecil Sena dan membawanya masuk kedalam rumah, membaringkan tubuh anak cantiknya dengan kasih sayangnya, dengan perasaan tak menentu Rana pun mengelus kepala anak manis itu.

__ADS_1


Dia tersenyum ketika ingat perkataan putrinya dimobil tadi yang menginginkan papinya hanya dekat dengannya, saat itu ada rasa aneh yang menjalar dihatinya, sedikit rasa bahagia tapi juga takut, takut jika Kevin berfikir dialah yang mengajarinya.


Rana mengambil berkas berkas pekerjaanya dimobil, Rana terkejut dengan kehadiran sosok yang tak asing baginya.


"Hay," sapa Rani.


"Duh terkejut aku,"


"Hehehehe,"


"Tumben dateng, kemana aja lo," ucap Rana sambil berjalan masuk kerumahnya.


"Ada," jawabnya.


"Ada ada, lama bener ga dateng kangen tau ditanyain sama Sena no," ucap Rana sambil menjatuhkan tubuhnya di kursi ruang tamunya.


"Cie cie," goda Rani


"Apaan,"


"Udah baikan ni ye!" goda Rani lagi.


"Baikan ama siapa?" Rana pura pura tak tau maksud sahabatnya.


"Aku paham perasaanmu kan kita kembar," jawab Rani.


"Kembar kembar, ogah gue kembar ama elo udah sana jangan gangguin gue males gue," ucap Rana mencoba menghindar dari ledekan sahabatnya, Rana tau Rani peka terhadap rasanya tapi tak mungkin juga dia harus membukanya.


"Udah ga usah pura pura gue tau lo ada rasa ama pak dokter, dia cakep kok tampan baik hati pula sebenernya?" Rani ternyata lebih gencar melancarkan godaanya, dia malah tersenyum senyum sendiri membayangkan indahnya perasaanya.


"Apaan sih, enggak ya ga usah macem mecem," jawab Rana masih berusaha mengeles.


"Heemmm, perasaan kita satu frame ya jangan boong lo," goda Rani lagi.


"Tau ah, udah sana bukanya ngadem ngademin hati gue lo malah bikin rumit aja," balas Rana, dia pun beranjak dari tempat duduknya dan hendak masuk kekamarnya.


Belum sempat melangkah dia pun mendengar deru suara mobil yang dia kenal, Rana pun mengintip kejendela, benar saja itu adalah mobil Kevin yang datang.


Perasaan Rana terus menyuruhnya melihat pria yang kini memiliki hatinya, ada rasa sakit ketika Rana melihat Kevin mencium bibir Lusi, Rana tertegun melihat adegan itu, rasa sesak didadanya tiba tiba datang begitu saja.


"Ya Tuhan apakah benar yang dikatakan Rani bahwa aku telah jatuh cinta pada ayah putriku, jika benar tolong hapuskanlah rasa ini Tuhan jangan biarkan hatiku memilih pria yang hatinya milik orang lain," batin Rana, entah lah Rana masih berusaha menata perasaanya.


Rana memilih menutup gorden tempatnya mengintip, dia masuk kedalam kamarnya dan mengecek ponsel miliknya.

__ADS_1


Ada beberapa pesan yang dia terima dari Kevin, karena rasa cemburu yang ada Rana pun enggan membalas pesan itu.


Bersambung...


__ADS_2