SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Indahnya Jatuh Cinta


__ADS_3

Kirana membawa mobilnya dengan hati yang berbunga bunga. Bagaimana tidak barusan dia mendapatkan pengalaman pertamanya. Berciuman dengan seorang pria, bahkan melakukan sesuatu yang dinilainya sangat amazing baginya. Udah gitu halal pula.


Kirana tersenyum sendiri mengingat perjanjian koyol yang dia buatnya barusan bersama sang suami. Kevin sungguh membuatnya merasa terbang keawan. Pengakuan cinta Kevin juga membuatnya merasa sangat bahagia.


"Taukah kamu suamiku bahwa aku juga sangat mencintaimu," gumam Kirana. Kirana berjanji dalam hati dia akan berusaha menjadi istri yang baik buat Kevin. Senyum terus saja mengembang dibibir cantik itu.


Kirana kembali menginjak pedal gasnya tak lupa mengucapkan doa doa terbaik untuk hubunganya dengan sang suami.


Tak lama tersengar suara ponselnya berdering. Kirana pun menyambutnya dengan senyuman indahnya. Karena yang menghubunginya adalah tambatan hatinya. Kirana pun langsung memakai eairphone nya.


"Assalamu'alaikum," sambut Kirana.


"Waalaikumsalam, udah sampai mana bun?" tanya Kevin.


"Baru keluar badara sayang," jawab Kirana, wih ga ada orangnya aja sayang. Kevin tersenyum saat mendengar keberanian Kirana memanggilnya sayang.


"I love u istriku," ucap Kevin, Kirana kembali tersenyum dan membalas ucapan cinta itu.


"Kirana juga sayang Bapak," balas Kirana. Duh kalian seperti ABG aja sih.


"Makasih ya buat sangunya," goda Kevin.


"Nakal," balas Kirana.


"Tunggu Mas ya honey," goda Kevin.


"Pasti suamiku,"


"Aduh kamu bikin Mas ga konsen sayang," ucap Kevin.


"Loh kenapa?"


"Kamu ada dimata Mas terus," jawab Kevin jujur.


"Bapak semalem pamit Sena ga kalau mau pergi?" tanya Kirana berusaha mengalihkan perhatian suaminya dari hal hal berbau mesum.


"Aduh, papi lupa pula. Marah ga ya Sena?" tanya Kevin.


"Heeemmm, padahal kan semalem sebelum tidur kalian ngombrol lama kan," balas Kirana.

__ADS_1


"Iya, kok Bunda tau, Bunda belum bobo ya?" tanya Kevin.


"Gimana Bunda bisa bobo kalian berdua nakal sekali. Yang elus elus perut bunda lah, yang cium cium. Ghibahin bunda, bunda ma denger semua," jawab Kirana. Kevin hanya tertawa mengetahui keisenganya terciduk oleh sang istri.


"Kami berdua sayang sama Bunda," tambah Kevin.


"Bunda tau sayang, sebelum ini hanya Sena tujuan hidup Bunda. Sekarang ada kamu suamiku. Kalian adalah hidupku sekarang, Bunda juga berharap bisa menemukan keberadaan Ibuk dan saudari Bunda. Doain Bunda ya Pap," jawab Kirana.


"Manisnya istriku manggil Mas Pap, besok besok panggilnya Pap aja ya sayang," aish...pinter bener si mamas satu ini.


"Ga mau, sudah ada perjanjian diantara kita, sesekali aja Bunda panggil Bapak Pap kalau lagi ga nyadar hehehehe," pinter banget Kirana membuat sang suami tersenyum bahagia.


"Oke deh, laksanakan sayang. Persiapkan dirimu jangan nangis ya," goda Kevin.


"Nangis kenapa?" tanya Kirana lugu.


"Ada deh," Kevin semakin pintar membuat suaminya penasaran.


"Hemmm, nakal awas aja," ancam Kirana manja.


"Tadi gimana rasanya?" tanya Kevin, Ya ampun ni orang kenapalah ngajakinya ngomong ya mesum mesum.


"Ga tau gimana sih, enak kan. Baru tahap awal itu Bun belum masuk ke tahap selanjutnya. Bunda bisa bisa lupa segalanya," astaga Kevin kamu ma bener bener ya. Mesum banget.


"Tau ah, Bapak ma omes pisan," balas Kirana sambil memanyunkam bibirnya.


"Mesum sama istrinya ma ga papa Bunda, dapet pahala lagi," ucap Kevin.


"Iya Pak Dokter yang terhormat, nakal. Semalem tanganya juga nakal tau ae Rana," jawab Kirana gemas.


"Tau kok diam aja," goda Kevin.


"Bapak ma kalau dilayanin terus aja nakalnya. Udah ah, udah mau boarding pass belum?" tanya Kirana.


"Belum, paling sepuluh menitan lagi," jawab Kevin.


"Ya udah Bapak siap siap gi, ini Rana mau langsung jemput Sena," jawab Kirana.


"Ga pak Sukri aja bun?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Pak Sukri kan Bapak suruh ambil surat surat apa tadi," jawab Kirana mengingatkan.


"Oia lupa Mas, ya udah deh bunda hati hati ya. Ingat janjimu," kembali Kevin melontarkan candaannya.


"Au ah gelap," balas Kirana. Kevin malah tertawa dan menikmati kekesalan Kirana. Mereka pun mengahiri percakapan mereka dengan hati berbunga bunga.


Mengingat ini sudah masuk jam pulang sekolah Sena, Kirana pun membawa mobilnya kearah sekolahan Sena.


Kirana merentangkan kedua tanganya kala melihat putrinya berlari kearahnya. Mereka saling berpelukan manja.


"Bunda dari mana, kok bunda cantik?" tanya Sena. Ih tau aja kalau bunda bersolek. Kan sekarang lain atuh dek. Bunda udah ada seseorang yang melihat bunda menawan. Bener kan.


"Bunda habis anterin papi kebandara sayang, kan papi tugas," jawab Kirana. Sena hanya tersenyum mendengar jawaban bundanya.


Kirana pun membantu Sena masuk kedalam mobil.


"Kok papi ga bilang kalau mau pergi, semalem kami cuma cerita soal dedek bayi doang bunda," ucap Sena, terlihat dari raut wajahnya dia sedikit kecewa.


"Papi lupa katanya sayang," jawab Kirana sambil membantu Sena memakai setlbelt nya. Sena hanya menurut.


"Bun, sekarang bisakan ya kalau Sena minta adek," ucap Sena.


"Insya Allah ya sayang, kita berdoa sama sama oke," balas Kirana.


"Pasti bunda. Sena pengen punya adek bunda. Pokoknya Sena janji kalau Sena punya adek Sena pasti jadi kakak yang baik," ucap Sena, Kirana pun mengelus rambut putri sambungnya dan menciumnya penuh kasih sayang.


"Bun, Sena seneng bener Bunda jadi Bunda beneranya Sena," ucap Sena. Kirana pun tersenyum sambil mengerutkan dahinya.


"Emang kemarin marin Sena ga jadi anak beneranya Bunda ya?" tanya Kirana.


"Anak beneran sih, tapi kan ga bisa bobo bareng bareng sama papi. Kalau sekarang kan bisa bobo bareng papi," jawab Sena.


Anak ini memang kritis batin Kirana.


"Bunda sayang kan sama papinya Sena?" tanya Sena lugu.


"Sayang," jawab Kirana.


Sena pun tersenyum mendengar jawaban bundanya. "Sekarang Sena bahagia Bunda, papi udah baik sama Sena. Ga pernah marah terus papi juga jadiin Bunda ibu Sena sungguhan," ucap Sena lagi. Sena tersenyum lucu, anak ini memang sangat menggemaskan. Tak henti hentinya Kirana berucap syukur atas karunia Tuhan yang telah diberikan padanya sekarang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2