
Pagi yang indah, Kirana tersenyum saat melihat suami tampanya sudah bersiap dengan baju kokonya dan menunggunya untuk sama sama melaksakana ibadah sholat subuh.
Suara Kevin sungguh terdengar merdu kala melantunkan ayat ayat suci Al Quran. Kirana merasa tak ada yang lebih indah dari ini. Sejuk sekali rasanya.
Kirana mencium bolak balik telapak tangan suaminya dan Kevin pun mencium kening pemilik hatinya. Duh kalian romantis sekali.
"Bun, nanti bangunin Mas jam delapan ya," pinta Kevin.
"Oke," jawab Kirana sambil melibat mukenanya.
Kevin sama dia mulai merapikan peralatan sholatnya.
"Bunda mau ke butik bu Lusi ya Mas!" ijin Kirana.
"Mau ngapain?" tanya Kevin.
"Mau memastikan!"
"Sebaiknya ga usah Bun, takutnya ini cuma jebakan dia yang sengaja memancing Bunda untuk ke sana. Feeling Mas ga bagus soal ini. Bunda tau dia wanita yang tega berbuat keji," ucap Kevin mengingatkan. Kevin tahu betul bagaimana bar barnya mantan kekasihnya itu.
"Lalu gimana cara bunda memastikan?" tanya Kirana.
"Tunggu dia mendatangi kita aja Bun, baru kita seret dia ke rumah sakit. Oia Bun satu lagi..." ucap Kevin.
__ADS_1
"Apa itu Mas?" tanya Kirana.
"Jangan biarkan Sena sendirian ya Bun, Mas ga mau dia melibatkan Sena dalam urusan ini. Rasanya Mas ni ga tenang mikirin kalian," ucap Kevin.
"Itu suudzon namanya Mas," ucap Kirana.
"Bunda ni jangan lugu, buktinya dia niat banget mau misahin kita kan. Padahal dia kan tau Mas sama dia ga punya hubungan apa apa. Takutnya obsesi dia untuk memiliki Mas besar jadi melakukan segala cara buat dapetin Mas. Bunda juga harus kuat kuat pegang tali pernikahan kita. Mas udah banyak belajar dari kasus pernikahan pertama Mas kan. Coba kalau Mas mau tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan maminya Sena. Mungkin kesalah pahaman antara Mas dan dia ga mungkin berlarut larut kan. Dan jadiin Sena korban," ucap Kevin. Kirana pun paham akan maksud suaminya.
"Iya Bunda paham Mas, ya udah katanya mau tidur tadi," ucap Kirana. Kevin malah menarik Kirana untuk menemaninya berbaring.
"Loh Bunda mesti siapin Sena kesekolah Mas," ucap Kirana. Kevin tak perduli.
"Usap usapin dulu sampek bobo," pinta Kevin sambil melingkarkan tanganya keperut istrinya.
Kirana menatap wajah tampan itu. Terasa sangat adem dihati. Meski dia selalu pulang larut atau ada panggilan darurat dari rumah sakit, suaminya ini selalu berangkat tanpa mengeluh.
Kevin sekarang telah berubah, jauh dibanding saat pertama kali Kirana mengenal suaminya. Kirana menilai pria ini sangat arogan dan menyebalkan. Ditambah tidak punya hati karena memiliki emosi yang sangat tinggi.
Suara nafas Kevin tersengar halus dan beraturan pertanda dia sudah terlelap. Kirana tersenyum. Dia merasa lucu, seperti memiliki bayi besar.
Kirana tak menyianyiakan kesempatan langka ini. Dia pun mencium kening suaminya. Mencium harum pipi suaminya. Kirana tersenyum sendiri kala mengelus pipi halus yang terawat itu. Suaminya ini sangatlah tampan untuk ukuran seorang NAKES (tenaga kesehatan).
Tak sampai disitu, Kirana merasa sangat betah mempermainkan bibir nakal milik suaminya. Kirana tak menyangka bisa menjadi istri pria pertama yang mampu membuat jantungnya berdebar.
__ADS_1
Kirana memeluk mesra suaminya. Rasanya sayang banget mau ninggalin pria tampan ini sendiri. Tapi dia juga harus melaksanakan kewajibannya sebagai seorang ibu bukan.
***
Sena sedang bermalas malasan diranjang sambil menunggu bundanya datang menghampirinya.
"Pagi sayang!" sapa Kirana.
"Pagi juga Bunda," jawab Sena.
"Loh, kok masih dikasur heeemm, biasanya nyamperin Bunda ke kamar?" tanya Kirana.
"Sena males jalan Bunda, Sena kangen sama Papi," ucap Sena. Maklum lah kangen udah dua hari mereka ga ketemu. Kalau Kevin pulang kerja Sena tidur, kalau Sena bangun Kevin yang tidur.
"Papi pulangnya malem banget sayang, kemarin ada oprasi katanya. Ntar malem Sena bobo kamar papi aja biar bisa ketemu papi gimana?" ajak Kirana.
"Mau deh Bun!"jawab Sena girang.
"Oia sayang, kata papi kalau Sena dijemput sama orang ga dikenal atau dikasih apapun Sena jangan mau ya. Takutnya orang itu mau jahat sama Sena. Oke!!"ucap Kirana. Dia harus mengantisipasi semuanya bukan. Orang yang mengincar keluarganya ternyata bukan orang biasa. Sepertinya Kevin sudah mempelajari ini makanya dia bisa berkata seperti itu.
Bersambung...
CA:" Bisual Kirana menurut kehaluan tor kesayangan kalian gengs,"
__ADS_1