SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Gelisah


__ADS_3

Kirana masih belum bisa memejamkan matanya, rasa cinta yang tiba tiba datang telah mengobrak abrik pikiranya.


"Ya Tuhan kenapa Engkau ijinkan hatiku jatuh cinta pada pria yang ditakdirkan bukan untuku," batin Kirana.


Sedih memang, kenapa hatinya harus memilih Kevin pria yang pernah dibencinya, pria yang pernah menyakiti hatinya, pria pertama selain ayahnya yang pernah membuatnya menangis.


Kirana beranjak dari pembaringanya, duduk termenung dimeja kerjanya, dibukanya laptop dilihatnya foto Sena yang tersenyum manis sebagai wallpaper dilayar LCD laptopnya.


Kirana mengambil kertas kosong dan mulai mencoret coret kertas itu, tak butuh waktu lama, tangan terampil itu telah menghasilkan apa yang ada dihati dan otaknya, gambar wajah seorang pria yang kini menghantui ingatanya.


"Ya Allah tampan sekali dia," gumam Kirana.


Kirana mengelus hasil gambarnya, bahkan dia juga memeluk gambar itu seolah semeluk foto pria yang kini memiliki hatinya.


"Dosakah aku Tuhan jika mencintainya," gumam Kirana.


Kirana menjatuhkan tubuhnya disandaran kursi kerjanya, menatap kosong kearah tembok didepanya, bahkan dia juga merutuki kebodohanya telah jatuh cinta pada pria yang hatinya bukan miliknya.


Kirana membuka aplikasi diponselnya, dibacanya pesan pesan Kevin yang tak dibalasnya, ingin rasanya Kirana berteriak tak terima, tapi hatinya terus menasehatinya bahwa Kevin pun tak salah, karena hakekat cinta pada dasarnya tak bisa memilih akan berlabuh pada siapa.


Kirana merebahkan lagi tubuhnya disamping gadis kecil yang sudah mempunyai ikatan batin denganya, dikecupnya kening anak manis itu, "Dek, bunda kenapa ya kok inget papimu terus, bunda salah ga sih dek jika bunda juga sayang sama papimu," Kirana berbicara sendiri pada Sena yang telah terlelap.


Air mata cinta yang dia rasakan tiba tiba saja meluncur, bukan karena dia menyesal telah mencintai duda anak satu itu, tapi dia hanya merasa sedih dan gelisah mendapati kenyataan bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan.


Kirana menghapus air matanya, kemudian dia mencium kening putri dari pemilik hatinya ini, rasanya ingin sekali Kirana pergi jauh dari mereka berdua, tapi janjinya pada keluarga Sena telah mengikatnya.


Kirana merasa sudah keluar dari jati dirinya sendiri, harusnya aku tidak seperti ini, harusnya aku iklas dan tanpa pamrih, harusnya aku tetap jadi Kirana yang tulus.


Tuhan sekali lagi aku meminta tolong bantu aku menerpis semua rasa ini yang pada ahirnya akan merubahku menjadi orang lain.


Aku tidak menyesal Tuhan mencintainya, tapi bisakah engkau selalu membantuku untuk menutupi ini, batin Kirana terus bergejolak bagai ombak yang sedang melawan badai.


Malam semakin larut, Kirana masih belum bisa memejamkan mata, ponselnya berbunyi tanda ada pesan yang masuk.

__ADS_1


Kirana tak menyangka jika yang mengirimkan pesan padanya adalah pria yang sedari tadi membuatnya gelisah.


Kevin: "Bun kok masih online, masih kerja ya!"


Pesan dari Kevin malah membuat Kirana menangis dalam diamnya, "Kenapa kamu malah kirim pesan seperti ini pak dokter, tak taukah kamu jika saat ini aku hampir gila memikirkanmu," gumam Kirana sambil mencium foto profil Kevin yang ada disalah satu aplikasi ponselnya.


Ingin rasanya Kirana tak membalas pesan itu, tapi dia kembali berfikir takutnya Kevin berfikir bahwa dia marah padanya, ahirnya Kirana pun membalas pesan itu hanya dengan satu kata "Iya," Astaga Kirana, kamu jelek banget kalau cemburu.


Kevin yang menerima pesan itu pun langsung menghubunginya.


"Ya ampun kenapa dia malah telpon," gumam Kirana sambil mengusap kasar air matanya.


"Assalamualaikum," sambut Kirana.


"Waalaikumsalam, bunda kok belum bobo perasaan tadi lampunya udah dimatiin?" tanya Kevin.


"Saya kerja dikamar sambil temenin adek," jawab Kirana dengan perasaan deg deg an tentunya, Ya Yuhan denger suaranya saja rasanya jantungku mau meledak, bagaimana ini batin Kirana.


"Apa udah mau deadline bun kok masih lembur?" tanya Kevin lagi.


"Mikirin ayang beb sok tau kamu, aku habis bersih bersih ni udah naik keranjang," jawab Kevin, Kirana diam dia tak tau harus jawab apa.


"Kok diem bun kenapa, kangen sama aku," goda Kevin, aduh pak dokter tau aja batin Kirana.


"Kangen sama pacar orang bisa dilabrak saya," timpal Kirana.


"Baru juga pacar mbak belum suami ini," Kevin malah ikut ikutan gila.


"Dih ogah ga mau aku," jawab Kirana ketus seolah mewakili pikiranya dan menghianati hatinya.


"Kalau aku ga punya pacar kamu mau sama aku," sebenernya niat Kevin hanya menggoda tanpa ada maksud apapun, tapi Kirana bisa saja menangkap lain untungnya saat ini otaknya masih aktif berfikir, selamatlah dia bisa membalas godaan Kevin.


"Astaga bapak, umur kita aja beda 11 tahun," jawab Kirana berkilah.

__ADS_1


"Ya ga papa aku masih kuat kok," balas Kevin semakin gila.


"Kuat apaan!"


"Wik wik," jawab Kevin sambil tertawa rasanya senang sekali bisa menggoda adek angkatnya.


"Dasar dokter gila bisa ya mikir sampek sana, telingaku ternoda gara gara bapak tau ga," jawab Kirana dengan nada ketus seperti biasa, Kevin semakin mengencangkan suara tawanya ketika tau dia berhasil membuat pengasuh putrinya jengkel padanya.


"Gila tapi tampan kan!" Kevin astaga, kamu ga tau ya simbak dari tadi udah galau tingkat dewa mikirin kamu.


"Bapak udah ngaca?" tanya Kirana.


"Buat apa ngaca, tanpa ngaca juga banyak yang bilang aku tampan banyak fans nya lagi," Ya Allah pak dokter kamu ma bener bener ya.


"Hemm, sudah ya pak dokter tampan yang narsisnya selangit, saya mau bobo bay," ucap Kirana langsung menutup sambungan telponya, kalau dia terus meladeni Kevin bisa sampai pagi ga tidur.


Kirana tersenyum sendiri setelah melakukan perdebatan tak penting dengan Kevin, kegalauanya sedikit terobati, entah sekarang dia harus senang atau sedih yang jelas dia telah jatuh cinta pada pak dokter tampanya.


.....


Disisi lain Kevin malah terbayang wajah Kirana yang lugu dan manis itu, bukan wajah Lusi yang kini dipacarinya.


Rasanya sangat menyenangkan menggoda gadis lugu itu, "Ada apa denganku kenapa aku malah teringat dia, bukankah aku mencintai Lusi," gumam Kevin.


Dia pun membuka foto foto digaleri ponselnya, entah sengaja atau tidak ternyata banyak sekali foto foto Kirana diponselnya.


"Dia manis juga ya," puji Kevin, entah dari mana pikiran itu berasal yang jelas saat ini Kirana punya tempat lain dihatinya.


Kevin kembali ingat akan pembicaraanya tadi sore dengan Lusi, ternyata apa yang Kirana ceritakan sama persis dengan apa yang Lusi katakan.


"Ya Tuhan terimakasih engkau telah mempertemukan kami dengan gadis yang tulus seperti Kirana, berikanlah dia kebahagiaan Tuhan," tanpa Kevin sadari kini dia mulai mendoakan sesuatu yang baik untuk Kirana.


Kevin juga mengingat betapa Kirana sangat menyayangi putrinya, keinginan untuk melindungi Kirana semakin kuat, gadis yang kini dianggapnya adek itu telah berhasil menumpuhkan ras lain dalam dirinya. Semoga Kevin segera menyadari bahwa dia pun jatuh cinta pada Kirana.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2