
Bak gayung bersambut cinta Kevin untuk Lusi merekah dengan sempurna, mereka berdua kini sedang menikmati masa masa yang indah bersama.
Kevin dan Lusi sepakat saling mengenal dengan menyatukan cinta mereka yanh sempat terjeda.
Siang itu Kevin mendapatkan kunjungan tak terduga dijam kerjanya, siapa lagi kalau bukan Lusi yang menyamar sebagai pasienya.
"Siang dokter," sapa Lusi, Kevin yang tak menyangka bahwa Lusi akan datang keruangan prakteknya pun tersenyum bahagia.
"Hay," sambut Kevin.
Lusi menatap mesra kearah kekasihnya, Kevin meminta asistenya untuk menunggu diluar.
"Kok ga bilang mau datang?" tanya Kevin.
"Biarin, kangen," jawab Lusi.
Kevin pun memeluk erat kekasihnya, "Aku juga kangen honey, sori belum bisa ke Surabaya, jadwalnya padat banget sayang," ucap Kevin masih meneluk pemilik hatinya.
"Ga papa, aku kesini juga ada urusan sekaligus ingin ketemu kamu," jawab Lusi.
"Kamu tinggal dihotel mana, nanti aku kesana ya pulang kerja," ucap Kevin.
"Aku ga dihotel lah, dibutik kan ada tempat buat aku," jawabnya.
Maklumlah Kevin belum mengenal seluk beluk Lusi karena mereka juga terhitung baru ketika memutuskan untuk kembali menjalin hubungan.
"Oke deh, nanti kasih alamatnya ya nanti aku datang oke," ucap Kevin.
"Oke," jawab Lusi, mata mereka kembali saling menatap seolah mendapat ijin tertulis Kevin pun mencium kening dan bibir wanitanya, meski belum berani membalas kecupan itu tak dipungkiri bahwa hati Lusi sangat bahagia, sayangnya waktu kunjunganya sudah habis, sang dokter harua melanjutkan tugas negaranya.
"Waktumu habis honey, udah sepuluh menit maaf ya kekasihmu ini banyak fans nya," goda Kevin.
__ADS_1
"Iya pak dokter aku ngerti, peluk sekali lagi boleh," pinta Lusi.
"Tentu saja sayang," jawab Kevin, mereka pun kembali berpelukan sebelum Lusi memutuskan untuk pergi.
Setelah kedatangan Lusi, Kevin tersenyum seorang diri ada rasa indah disana, rasa yang dia pernah rasakan dulu, rasa yang tak bisa Kevin menjabarkanya dengan kata kata yang jelas ini sangat indah untuknya.
......
Lusi mengendari mobilnya menuju butik miliknya, tak ubahnya seperti Kevin dia pun merasa sangat bahagia.
Rana sedang membantu rekan rekannya memasang payet ketika Lusi datang.
"Ran,"sapa Lusi sambil menepuk pundak Rana, hingga membuat Rana terkejut.
"Hay ibu, kok ga bilang mau datang," balas Rana.
"Kita dapet order yang lumayan Ran, anak salah satu pejabat dimari, mereka mau ketemu langsung ama desainernya, aku udah bikin janji ama beliau ntar malem kamu ikut ya, keluarin seluruh kemampuan gambarmu oke, kalau deal siap siap sibuk kita," ucap Lusi sambil tertawa bahagia.
"Boleh ajak aja, dia anteng ini siapa tau kita bisa tawarin dia jadi flower girl lagi hahaha." jawab Lusi semangat
"Astaga ibu, bisa dijitak Rana kalau bapaknya tau," jawab Rana.
"Enggak lah, anaknya kan suka," jawab Lusi.
"Iya sih, bapaknya Sena tinggal disini lo bu, seminggu sekali datang ajak Sena jalan," ucap Rana.
"Oh ya, syukur deh," Rana memang tak menceritakan detail cerita pertemuan dan hubungan seperti apa yang dia jalin dengan Sena, yang Lusi tau hanya Sena kehilangan ibunya dan dititipkan pada Rana kala itu.
"Dimana gadis cantik itu Ran?" tanya Lusi.
"Ada dilantai atas bu sama anak anak yang lagi jahit, dia suka menggambar disana sambil lihat lalu lalang kendaraan dari atas," jawab Rana.
__ADS_1
"Ohh, tempat buat dia bersih kan?" tanya Lusi lagi.
"Bersih kok bu, mbak yg kerja dimari rajin bersih bersih kok," jawab Rana, seprtinya dia tak paham dengan maksud Lusi.
"Bukan bersih itu Rana, bersih ga ada itunya," jawab Lusi.
"Ohh itu," jawab Rana.
"Kok oh doang jawabnya,"
"Ga ada bu tenang aja," jawab Rana bohong, dia hanya ga mau membuat Lusi punya pikiran takut hingga jadi tak tenang.
"Baguslah kalau gitu, aku mau ketemu dia dulu ya sambil lihat anak anak," ucap Lusi, Rana pun menghiyakanya.
Saat Lusi datang Sena sedang menggambar dan melihat lalu lalang mobil yang ada dibawah.
"Hay incesnya onty," sapa Lusi dengan senyuman khasnya, Sena pun menoleh kearah suara.
"Hay onty," balas Sena, kemudian beranjak dan memeluk ontynya.
"Lagi ngapain?" tanya Lusi.
"Bikin gambar burung onty," jawab Sena lugu.
"Ooo, oke eh nanti malem onty ama bunda mau makan sama orang penting Sena ikut ya, nanti kalau mereka minta Sena bantu naburin bunga lagi mau ya," astaga Lusi pinter banget ngrayunya.
"Oke onty," jawab Sena lugu sambil memberikan jempolnya pada Lusi, ah Lusi sangat gemas pada pada anak cantik ini, seandainya putrinya dulu masih ada pasti juga menggemaskan seperti Sena.
Lusi pun meninggakan Sena dan memilih melanjutkan pekerjaanya.
Bersambung...
__ADS_1