SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Dari Hati


__ADS_3

Lusi terlihat sangat menyayangi baby Vio. Bahkan saat baby itu tertidur pulas di gendongannya Lusi pun dia tak mau meletakkan si baby di ranjang. Lusi masih terlihat menikmati perannya.


"Mbak," panggil Kirana.


"Hemm,"


"Bapaknya nglihatin Mbak terus loh dari tadi," ucap Kirana.


"Heemm, serius Ran. Nanti dia marah nggak ya, aku gendong-gendong anaknya?" tanya Lusi.


"Ya enggak lah Mbak, masak gendong anaknya aja marah sih," jawab Kirana.


"Hehe, ya udah deh kalau nggak marah. Aku suka banget sama ni baby. Di cute dan sangat menggemaskan. Andai ama bapaknya boleh dikasih ke aku, aku pasti akan menjaganya dengan baik ," ucap Lusi. Ucapan Lusi barusan tak sengaja didengar langsung oleh Aldo dan Kevin.


Kevin langsung memberi kode pada Aldo. Sayangnya Aldo tak perduli. Dia terlihat sangat cuek.


"Kawin makanya biar punya baby," goda Kevin pada Lusi.


"Kawin ama siapa to Vin, pacar aja nggak punya," jawab Lusi ketus. Kevin pun tersenyum sambil mempersilakan Aldo duduk.


"Duduk Al," pinta Kevin. Aldo pun duduk di sebelah Lusi. Kirana mulai membuka menghidangan yang dia masak tadi.


"Mbak, sini baby Vio biar aku bawa ke kamar. Biar Mbak bisa leluasa makan," tawar Kirana.


"Ah ... nggak usah Ran, aku makan kayak gini bisa kok. Nggak tahu kapan lagi aku bisa ketemu dia. Dia sangat cantik dan menggemaskan, duh gumush rasanya pengen ku makan," ucap Lusi sambil menahan giginya. Tak kuasa rasanya dia melihat Vio terlelap dipangkuannya.


"Tidurkan di kasur aja Mbak, gimana Mbak makan nanti," Aldo mulai mau membuka suaranya.

__ADS_1


"Tak apa Pak Dokter, nggak tahu kapan lagi aku bisa ketemu putri Pak Dokter yang menggemaskan ini. Dia cantik banget, jadi gemes Onty Dek, pengen bikinin kamu baju yang lucu lucu," ucap Lusi gemas.


"Wah Al, bisa bisa anakmu dijadiin model ini. Jangan lupa royaltinya buk," goda Kevin. Kembali Kevin memberikan signal peluang untuk mendekatkan Aldo dan Lusi.


"Soal royalti gampang Vin, asal bapaknya ngijinin. Akan ku buat si inces cantik ini jadi primadona di dunia fashion baby," jawab Lusi.


Aldo hanya diam. Dia tak tahu harus menjawab apa.


"Udah maka dulu yuk, keburu dingin. Nanti ngobrolnha lanjut lagi," ajak Kirana. Mereka pun mengikuti Kirana, makan dulu baru melanjutkan obrolan mereka.


Hampir tak ada suara saat mereka makan. Hanya bunyi suara sendok bertemu piring. Selebihnya hanya suara Lusi yang menenangkan baby Vio saat anak itu terlihat tak nyaman.


Acara makan-makan pun selesai, mereka kembali melanjutkan obrolan mereka di ruang tamu.


Lusi membaringkan baby Vio di sofa. Beberapa kali dia mengambil gambar Vio yang terlelap. Tentu saja udah dapet ijin dari papinya si baby.


"Mbak, tadi katanya mau kasih Kiran proyek. Mana?" tanya Kirana.


"Loh kok gitu," goda Kirana.


"Gitu gimana, biasanya juga gitu kan?" Lusi malah balik bertanya.


"Hemm, si Mbak. Ketemu Vio aja dah kayak ketemu Liza blackpink. Vio, Vio kamu hebat Dek. Bisa mengalihka perhatian Bosnya Onty selain Liza blankpink," ucap Kirana geram.


"Biarin, sirik ya," balas Lusi. Lusi tak perduli bahkan dia malah memakaikan bandana pita-pita yang dia pinjam dari Sena. Vio terlihat cantik dan menggemaskan.


"Aduh Dek, kamu terbuat dari apa cute banget sih. Onty gemes Dek," ucap Lusi. Beberapa kali Lusi mengganti bandana dengan model model yang dia suka.

__ADS_1


"Ran ... di butik ada nggak sih baju baju seukuran dia?" tanya Lusi.


"Ada Mbak," jawab Kirana sambil membuka dan mencocokan proyek yang diminta Lusi.


"Anak ini menggemaskan sekalin Kiran. Pengen drh aku culik. Hay bapak si bayi, pergi sana biar kuambil anakmu," ucap Lusi sambil tersenyum ke arah Aldo.


Kevin tertawa mendengar keberanian Lusi bercamda pada Aldo. Dasar Kevin di raja iseng dia pun langsung membalas celetukan Lusi dengan yang lebih ekstrim.


"Lus, kalau mau anaknya ya harus mau bapaknya lah," balas Kevin. Spontan Aldo pun menonjok pelan lengan sahabatnya.


"Lah kalau bapaknya mau juga jadi anakku ya monggo. Aku ma nggak nolak, apa lagi kalau mau aku dandanin juga kayak baby Vio," jawab Lusi asal.


Kevin dan Kirana saling menatap. Yes, rencana mereka dapet respon positif.


"Iya nggak pa-pa. Pak Dokter iklas kan ya Pak!" goda Kevin pada Aldo. Aldo menendang pelan kaki Kevin.


"Kode Pak, kode. Nggak masalah kan, kalian bisa coba. Siapa tahu bisa saling menyembuhkan!" ucap Kevin.


"Menyembuhkan apa Vin, emang aku sakit apaan?" saut Lusi.


"Enggak, kamu nggak sakit. Kalian baik baik saja secara fisik. Tapi hati kalian lah yang terluka. Aku yakin Lus kamu pasti trauma, Aldo juga. Lalu apa salahnya kalian saling menyembuhkan, ditambah kalian udah dapet bonus Vio kan," jawab Kevin.


"Nggak semudah itu Vin, kamu jangan ngaco deh," balas Aldo.


"Tahu ni si Kevin. Ngada- ngada aja bahasnya," tambah Lusi.


"Yang bikin semua nggak mungkin kan kalian sendiri. Coba kalian mau, mikirnya demi Vio aja. Dan saling iklas. Aku rasa nggak ada salahnya kalau kalian mulai belajar saling memahami," ucap Kevin lagi.

__ADS_1


Lusi dan Aldo saling lirik. Mereka tak berani menjawab. Hanya hati mereka terus berbicara dan membernarkan ucapan Kevin tanpa berani menyuarakannya.


Bersambung...


__ADS_2