
Kirana sudah siap dengan gamis warna toska nya. Terlihat sangat cantik. Kevin juga menggunakan kemeja senada. Ya Tuhan kalian terlihat sangat manis dan serasi.
"Bun, dompet Papi mana ya?" tanya Kevin.
"Itu di meja rias Bunda, sekalian sama kunci mobil," jawab Kirana.
"Oke, makasih istriku," ucap Kevin.
"Sama-sama," jawab Kirana. Mereka pun jalan beriringan keluar kamar untuk segera melanjutkan misi mereka.
"Eee ... tunggu Dulu!"
"Apa lagi Mas?" tanya Kirana. Kevin mendekati istrinya.
"Di sini udah ada dedek bayinya belum Bun?" tanya Kevin tiba-tiba sambil mengelus perut rata istrinya.
"Gimana suruh ada, terahir kita bikin sebelum Sena masuk rumah sakit kan, habis itu belum pernah bikin lagi," ucap Kirana mengingatkan, astaga Kirana kamu lugu sekali. Kode keras Pak Dokter.
"Oia lupa Mas, nah kenapa Bunda panggilnya jadi Mas lagi sih?" tanya Kevin.
"Ga pa-pa suamiku kamu masih tampan,"jawab Kirana, dia pun menundukan kepala suaminya dan memberi kecupan sekilas di bibir Kevin. Kevin tersenyum, Kirana kamu mengaktifkan mode mesum dalam diri Kevin gaes.
Kevin segera meraih pinggang Kirana dan melahap bibir manis sang istri. Rasanya ciuman di ruang kerja masih belum bisa memuaskan hasrat Kevin.
Kirana tak ingin mengecewakan suaminya, dia pun mengikuti alur yang Kevin ciptakan. Lama mereka saling menumpahkan hasrat. Hingga Kirana merasakan tangan Kevin sudah stay di dadanya.
"Sayang ... kita jadi pergi nggak," bisik Kirana, suaranya gemetar seolah menahan sesuatu yang sangat berat.
"Mas pengen sayang," balas Kevin.
"Nanti malam boleh, sekarang kita selesaikan dulu masalah kita ini Mas," pinta Kirana. Kevin tersenyum dan menyetujui.
"Janji ya Bunda," pinta Kevin.
"Iya suamiku apapun yang kamu mau," jawab Kirana menyanggupi.
Di dalam mobil....
"Gimana Mas, udah ada kabar belum soal orang suruhan Lusi?" tanya Kirana.
"Dia sekarang ada di tangan Delon dan kawan kawan Bun. Semoga dia bisa kembali ke jalan yang benar," ucap Kevin.
__ADS_1
"Aminlah Mas, Gimana dengan Rio Mas?" tanya Kirana lagi.
"Sepertinya dia adalah target polisi Bun, terkait prostitusi online. Dia dan mantan bos Denada sekarang dalam pengawasan mereka. Delon minta Papi jangan dekat dekat, takutnya dia juga memfitnah Papi ikut dalam jaringannya," jawab Kevin menjelaskan apa realita kasus yang sedang menghadang Rio.
"Dia bener-bener jahat ya Mas,"ucap Kirana.
"Mas juga ga nyangka kalau Mas bakalan terlibat dengan Rio, Bun," ucap Kevin.
"Ya Tuhan," balas Kirana.
Mereka diam benerapa saat, kemudian ponsel Kevin berdering. Sepertinya itu adalah panggilan dari Delon. Kevin segera memakai eairphone-nya.
"Iya Bro, ada apa?" tanya Kevin.
"Dok, kabar buruk," jawab Delon.
"Kabar buruk apa?" tanya Kevin.
"Rio menganiaya Lusi sampai sekarat Dok, sekarang anak buah saya sedang dalam perjalanan membawa Lusi ke rumah sakit," ucap Delon, menginfokan situasi yanh terjadi saat ini.
"Apa!" Kevin langsung menepikan mobilnya dan melanjutkan percakapan mereka.
"Sepertinya Lusi melawan, dan Rio gelap mata!" ucap Delon.
"Rumah sakit di mana Dokter bekerja," jawab Delon.
"Baiklah, saya segera kesana," jawab Kevin.
Kevin pun melepaskan eairphon**e dari telinganya.
"Ada apa Mas?" tanya Kirana.
"Rio sudah gila Bun, dia menganiaya Lusi hingga sekarat," jawab Kevin. Tanpa banyak bicara Kevin pun menginjak gas mobilnya dan mengarahkan mobilnya ke arah rumah sakit di mana dia bekerja.
"Ya Tuhan, Rio ini manusia seperti apa sih Mas. Jahat banget," ucap Kirana.
"Mas nggak tahu sayang, sepertinya dia juga punya dendam sama Lusi. Tapi nggak tahu apa!" jawab Kevin.
"Ataukah karena putri mereka," balas Kirana.
"Maksud Bunda?" tanya Kevin.
__ADS_1
"Dulu Lusi pernah cerita sama Bunda, sebenarnya pernikahan mereka menghasilkan satu putri. Sayangnya putri mereka meninggal dan Rio marah besar. Akhirnya Rio menceraikan Lusi," jawab Kirana.
"Bisa jadi Bun, mungkin juga dia nggak rela kalau Lusi bersama yang lain!" ucap Kevin menambah kecurigaan mereka.
"Nggak tahu lah Mas, hanya mereka yang tahu kalau soal itu. Semoga setelah ini nggak akan ada Lusi Lusi yang lain. Yang tersakiti gara-gara keegoisan laki-laki," balas Kirana.
"Amin ... tapi kata-kata Bunda barusan nampar perasaan Mas loh Bun," ucap Kevin.
"Kenapa?"
"Dulu Mas pernah ngamuk dan hampir membunuh Sena," jawab Kevin, air mukanya berubah penuh penyesalan.
"Iya dulu Mas galak banget, tapi galaknya tampan," rayu Kirana agar Kevin tak sedih lagi. Sebenarnya Kirana super malu saat mengatakan itu, tapi entah kenapa dia berani merayu Kevin.
Kevin tersenyum malu juga, "Masak orang galak tampan sih Bun," balas Kevin.
"Nggak tahu Bunda, tadi Bunda asal doang ngomongnya," jawab Kirana. Kirana tak bisa lagi menyembunyikan rasa cintanya pada Kevin. Kevin bisa merasakan ini.
Mereka saling tersenyum malu-malu. Cinta ini sungguh nyata adanya. Kevin bahagia bahkan sangat bahagia dia tak menyangka bisa jatuh cinta pada adek iparnya. Yang belum lama ini mereka sama-sama tahu identitas yang sebenarnya.
Setibanya di rumah sakit...
Kevin memarkirkan mobilnya di parkiran khusus tenaga kesehatan di sana dan tak lupa dia juga menyerahkan kunci mobilnya pada satpam yamg bertugas saat itu.
"Ayo Bun," ajak Kevin. Kirana menyambut uluran tangan suami. Mereka pun berjalan beriringan memuju ruangan di mana Lusi dirawat. Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Kecantikan Kirana tak diragukan lagi ditambah statusnya sekarang. Dia telah berhasil merebut dokter idola para nakes di rumah sakit ini. Lengkap sudah posisi Kirana.
Kevin sama sekali tak melepaskan gengaman tangannya pada istri cantiknya. Usaha Kevin untuk melindungi Kirana tampak jelas di sana.
Kevin dan Kirana pun sampai di depan pintu di mana Lusi dirawat.
"Bagaimana keadaannya?"tanya Kevin pada anak buah Delon yang ditugaskan menjaga Lusi.
"Dia masih kritis Dok, saat kami temukan darah sudah banyak yang kering. Sepertinya kekerasan itu terjadi tadi malam," ucap anak buah Delon.
"Baiklah terima kasih, siapa nama Dokter yang menanganinya?" tanya Kevin.
"Dokter Aldo Dok,"
"Oke baiklah, kamu boleh pergi. Biar kami yang menjaganya," jawab Kevin. Anak buah Delon pun undur diri.
Kevin segera menghubungi Dokter Aldo dan menanyakan kondisi terkini Lusi. Aldo pun menjelaskan pada Kevin bahwa benturan dikepala yang membuat Lusi belum sadarkan diri.
__ADS_1
Bersambung...