
Kevin mengawal Lusi masuk kedalam butik dan mengantarkanya sampai kekamarnya dimana dia tinggal, "Mobil kamu parkir disitu sayang biasanya heeem, ga masuk garasi?" tanya Kevin.
"Enggak Vin biasanya emang disitu, soalnya Kirana aku suruh pakek kalau lagi nganterin baju kalau lagi rame, biasanya kan kurir repot, atau kalau pas lagi mau ketemu klien, kamu kan tau ketemu klien gitu," ucap Lusi sambil meringis menahan nyeri diperutnya.
"Dia udah lama ikut kamu, dia asisten kamu kah?" tanya Kevin kepo, entah mengapa dia jadi ingin tau tentang kisah hidup Kirana yang membawa putrinya selama ini.
"Setahun lebih lah, dia salah satu desainer terbaik di Jessica colletion, bisa dikatakan asistenku juga" jawabnya.
"Dia sangat muda rasanya tapi kok udah ada anak ya!" pancing Kevin, dia ingin tau tentang apa yang Kirana katakan pada orang orang tentangnya tentunya.
"Ooo, itu anak saudaranya, ibunya meninggal katanya Ayahnya kerja jadi ga bisa jagain, jadilah dititipin kedia," jawab Lusi, Kevin pun menyelimuti kaki kekasihnya dengan selimut, agar posisi kekasihnya lebih nyaman.
"Apakah mereka tinggal dirumahmu emm maksudku waktu diSurabaya?" tanya Kevin lagi.
"Enggak lah, mereka kos sendiri kalau lembur aja paling tidur dibutik,"
"Ooo, jadi anaknya dia bawa terus kemanapun dia pergi!" duh Kevin masih aja dia penasaran padahal Rana udah pernah cerita padanya.
"Iya, dia ga mau kasih orang jaga, padahal aku udah petnah nawarin, biar lembur juga dia bawa itu anak, anaknya cantik ya menggemaskan, pinter lagi hah," puji Lusi, muka Kevin memang semringah mahagia mendengar pujian Lusi untuk anaknya, tapi dia juga merasa sedih dan bodoh bagaimana tidak, orang lain saja bisa melihat kelebihan putrinya lalu kenapa dia tidak.
"Biar kecil gitu dia tajir lo pap, banyak duitnya dia itu model dibutik kami, dia juga brand ambassador salah satu merk sepatu anak di Indonesia, sebenarnya banyak tawaran untuk anak itu tapi ibu asuhnya takut anaknya kecapean dan bosen, makanya dia ambil yang sekiranya honornya gede dan ga sering shoot," ucap Lusi, lumayan sedikit banyak dia tau kegiatan anaknya selama ini.
"Oh ya, sekecil itu udah bisa ngasilin duit, wah hebat bener tu anak, pasti orang tua asuhnya seneng tapi kok mereka hidupnya biasa biasa aja ya," ucap Kevin kembali kepo untuk memancing lebih dalam lagi informasi tentang kehidupan Rana dan Sena.
"Eiht, jangan salah emak tu bocak kagak matre pap, dia langsung minta aku langsung tranfer ke regkening anaknya, buat sekolah katanya, kalau sekarang dia bilang maaih sanggup takutnya nanti kalau udah gede kan biaya sekolah makin mahal," jawab Lusi, tentu saja ini memberikan nilai plus untuk Kirana dimata Kevin.
__ADS_1
"Eemmm, kirain aji mumpung," tal salah juga sih kalau Kevin menganggapnya seperti itu, tapi kini dia udah tau bahwa kenyataan nya tak seperti yang dia pikirkan.
"Enggak pap, Kirana gadis yang baik kok padahal ijazah SMA nya dia ikut kejar paket loh, tapi nilainya A semua, bahasa inggrisnya top, matematikanya best ahhh ngajinya apa lagi, eh satu lagi dia bisa ngoming ama mahluk halus lagi," Aduh Lusi kenapa kamu malah cerita ya enggak enggak ga nyadar kamu ya kalau Aak Kevin sepertinya udah mulai mengagumi asistenmu.
"Benarkah?" Kevin pura pura tak tau.
"Heeemmm, bukan hanya Kirananya Senanya juga peka,"
"Ooo,"
"Kok oo doang sih pap. ga percaya ya?" tanya Lusi.
"Kamu tau kan aku orang yang logis,"
"He em, tapi aku pernah ngalamin sendiri, mbaku yang dirumah suka kesurupan kan ternyata digangguin sama miss kunti kata Rana, dia lagi nyariin anaknya makanya suka nangis," Lusi terlihat makin bersemangat menceritakan tentang Rana dan Sena pada Kevin.
"Duh pap, mbak ku itu udah sering kesurupan dirumah, teriak teriak nangis nangis, eh begitu Rana dan Sena dateng ngobrol lah di Rana ama itu miss kunti dari situ kami tau deh itu mbak kenapa, ahirnya bergitu diajak ngobrol ditanyain mau apa ternyata ya itu dia maunya anaknya," jawab Lusi, cerita Lusi hampir mirip mirip dengan cerita orang orang yang pernah mengenal Rana, bahkan dia sendiri juga pernah sih menyaksikanya kemarin waktu nganterin kesini.
"Anaknya itu lucu, matanya cantik," puji Kevin.
"Kamu bener pap, dan beruntungnya dia diasuh sama wanita muda yang ngerti dan paham soal dia, kalau enggak bisa gawat pap, sendainya anaku masih hidup pasti segede dia," jawab Lusi tak sengaja membuka sedikit masa lalunya.
"Kamu sudah penah menikah kah?" jujur saja Lusi terkejut mendengar pertanyaan Kevin.
"Jangan bilang kamu ga tau kalau aku janda pap, apakah Kolis ga cerita apa apa soal aku sama kamu?" Lusi terlihat khawatir.
__ADS_1
"Enggak kolis ga cerita apa apa sama aku, lagian kamu mau janda apa perawan juga ga masalah buatku, yang penting kamu lagi ga ada ikatan sama orang lain," jawab Kevin, Lusi tersenyum mendengar ucapak kekasihnya.
"Makasih pap, aku lagi ga ada ikatan sama siapapun, apa kamu marah jika mulai hari ini aku memanggilmu papi" jawabnya, "Tentu saja tidak sayang," jawab Kevin,
"Aku jatuh cinta lagi padamu mantan masa laluku," goda Lusi, Kevin pun membalas ucapan Lusi dengan memberikan kecupan dikening kekasihnya.
"Kamu istirahat ya, aku pulang dulu oke," ucap Kevin lagi sambil merapikan selimut kekasihnya.
"Kunci semua dulu pintunya sebelum bobo hemm," ucap Kevin lagi, entah mengapa Lusi malah merasa berat ketika Kevin hendak pergi meninggalkanya, dia malah merangkulkan tangannya dileher Kevin, seolah mendapat signal kepasrahan ahirnya Kevin pun mendaratkan bibirnya ke bibir Lusi, mereka kembali berciuman penuh gairah, rasanya Kevin dan Lusi lupa bahwa mereka belum halal saat ini, kecupan demi kecupan mereka lancarkan hingga perasaan rindu yang terpendam seolah tersalurkan.
"Besok aku balik ke Surabaya ya pap," ucap Lusi, sepertinya Lusi terua memberikan kode pada Kevin, jujur saja Kevin sendiri masih bimbang karena dia belum bercerita soal apapun tentangnya.
"Heemmm masih kangen," balas Kevin manja.
"Bulan depan aku kesini lagi, kamu masih stay kan disini?"
"Kontrak kerjaku dua tahun sayang, tapi aku juga harus bolak baik Bali Semarang soalnya kamu tau sendiri kan," jawab Kevin.
"Heemm aku paham," balas Lusi sambil melepas rangkulan tanganya, Kevin pun bersiap pulang sebelum pergi Lusi pun memberikan kecupanya untuk pemilik hatinya sekarang.
.....
Ketika keluar dari butik milik kekasihnya Kevin sempat melihat rumah yang ditempati Rana sudah gelap, ah mungkin dia udah tidur batin Kevin.
Kevin membayangkan betapa repotnya Rana harus bekerja sambil menjaga putrinya, tapi dia sangat kagum dan ga tau lah rasa apa yang dia rasakan sekarang, yang jelas ad arasa lain yang Kevin rasakan entah apa itu, Kevin masih belum berani menyimpulkanya.
__ADS_1
Bersambung...