SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Mencari Kebenaran


__ADS_3

Kevin tak main main dengan ucapanya. Dia pun meminta anak buah Delon untuk selalu mengawasi gerak gerik Lusi. Kevin tak ingin kecolongan sedikitpun kali ini. Lawannya tak main main ada Rio dibelakang Lusi.


Usut punya usut ternyata Rio punya dendam pribadi untuk menghancurkan nama Kevin di dunia kedokteran. Tanpa sepengetahuan Delon ternyata Kevin sudah menyelidiki sendiri siapa Rio sebenarnya. Dan apa hubungan keluarganya dengan keluarga Rio.


Rio adalah anak salah satu musuh bebuyutan pak Yosan. Pak Yosan dulu pernah membongkar kebusukan bisnis keuarga Rio hingga mengakibatkan ayah Rio berada di jeruji besi sampai sekarang.


Sepertinya Kevin memang harus benar benar waspada soal ini. Rio bukan hanya mengincar dirinya tetapi juga anak istrinya. Dendam pribadi Rio telah membutakan mata hatinya. Membuat Kevin mulai mencurigai setiap apa yang terjadi dalam keluarganya.


Cinta Kevin untuk Kirana dan Sena tak diragukan lagi. Kevin begitu sigap dan waspada menjaga miliknya. Pengalaman hampir kehilangan mereka menjadi pemicu utamanya.


"Denada ... bantulah aku menjaga putrimu," gumam Kevin tiba tiba. Entah kenapa tiba tiba Kevin mengingat istri pertamanya.


Mungkinkah kematian Denada ada hubungannya dengan Rio. Mungkinkah kematian mama papa juga rencananya batin Kevin gusar.


"Delon, tolong kamu selidiki Rio. Mungkinkah dia ada hubungannya dengan kematian Denada dan juga kematian kedua orang tuaku!" perintah Kevin pada Delon yang kini sedang duduk di kursi penumpang bagian depan.


"Siap Dok!" jawab Delon.


"Dok ... apakah anda masih menyimpan foto mendiang Denada?" tanya Delon.


"Tidak aku sudah membakar semuanya...." jawab Kevin. Sejenak dia diam, haruskah dia meminta bantuan Kirana. Mengingat Kirana sangat mirip dengan Denada.


"Apakah foto Denada penting?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Tentu saja Dok, untuk mengusut sebuah kasus kita memerlukan strategi," jawab Delon.


"Bagaimana jika aku menemukan orang yang sangat mirip dengan Denada?" tanya Kevin.


"Itu lebih bagus Bos, apa lagi kalau mereka tak tahu jika Denada sudah meninggal!" jawab Delon semangat.


"Tolong kamu selidiki siapa saya yang pernah berhubungan dengan Denada malam itu. Kamu bisa mulai dari agensi yang menaungi Denada berkarir saat itu!" ucap Kevin.


"Apakah pemiliknya masih sama Dok hingga saat ini?" tanya Delon lebih lanjut.


"Sepertinya masih, dia adalah sepupu Rio. Itu sebabnya aku curiga pada mereka. Menurut info yang aku dapat malam itu Denada di jebak untuk melayani pria hidung belang. Dan bodohnya aku menganggap dia berselingkuh, ya ... aku salah sangka padanya. Dia mengejarku malam itu sebenarnya dia ingin meminta tolong. Tetapi aku sudah gelap mata, akhirnya terjadilah kecelakaan maut itu," jawab Kevin sedikit menjelaskan apa yang dia ketahui dari Kirana atas penjelasan yang mungkin dinilai tidak masuk akal.


"Baik Dok, malam ini kami akan mulai menyelidiki kasus ini." jawab Delon.


"Jika mereka terbukti terlihat dan memang ini rencana mereka apakah Dokter hendak membawa mereka ke meja hijau?" tanya Delon.


"Tidak ... hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa !" jawab Kevin serius. Delon hanya mengerutkan dahinya, tetapi dia sangat paham apa yang dimaksud Kevin.


Delon menurunkan Kevin di lobi rumah sakit, kemudian dia bersama anak buahnya segera menjalankan penyelidikannya.


Kevin tahu bahwa saat ini dia tak bebas. Ada banyak pasang mata di sekitarnya yang memperhatikan gerak geriknya. Kevin bukan orang bodoh yang tak bisa membaca siasat licik para lawannya. Dia hanya membutukan bukti untuk membalas apa yang telah mereka lakukan pada keluarganya.


Kevin masuk kedalam ruangan rawat putrinya. Telihat alat alat yang dipasang di dada Sena sudah tak ada. Pertanda anak ini mungkin sudah membaik dan sadar.

__ADS_1


Kirana berbaring di samping putri mereka, dia terihat sangat kelelahan.


"Kasihan kamu istriku, tak tahu apa apa tapi harus terlibat dalam masalah keluargaku. Maafkan Mamas ya sayang," gumam Kevin sambil mengelus pipi mulus bidadari dunianya ini. Kevin juga mencium kening wanita yang kini mengisi hatinya. Kirana yang kelelahan sama sekali tak berasa saat Kevin terus menciumnya.


Kevin tersenyum sendiri mengingat Kirana susah bangun jika pulas seperti ini. Kalau tidak mana bisa dia dulu mencuri pelukan dan ciuman wanita berparas oriental ini.


Kevin duduk di sofa ruangan itu, melamun dan memikirkan apa yang barusan dia curigai. Dia merasa begitu bodoh sekarang, bagaimana tidak kejadian ini sudah sangat lama tapi dia baru menyadarinya.


"Ya Tuhan ada apa denganku, kenapa baru sekarang aku menyadari semuanya," gumam Kevin.


Kevin mengambil ponsel disakunya, dan memeriksa beberapa notice tagihan kartu kredit, ait listrik dan ponsel nya. Mata Kevin terbelalak tak percaya saat ada salah satu notice tagian kartu perdana atas nama Denada Maharani dengan jumlah sekian rupiah.


"Hah, apakah selama ini nomer ponsel itu masih aktif," gumam Kevin.


Kevin kembali mengingat di mana dia simpan barang peninggalan mantan istrinya itu. Kevin masih berusaha mengingat dan terus mengingat, hingga lamunannya dibuyarkan oleh panggilan telpon dari Delon.


"Iya," sapa Kevin.


"Dok sepertinya dugaan anda benar bahwa bos agensi itu telah memanfaatkan para modelnya untuk mengaet para investor agar mau memakai modelnya. Mereka juga bermain di dunia prostitusi online bos. Dan yang terjebak salah satunya adalah mendiang istri anda," ucap Delon.


"Awasi terus mereka," jawab Kevin sambil memutus panggipannya. Ya Tuhan apa ini, maaf kan Mas Denada karena telah lalai menjagamu gumam Kevin lagi.


Kevin sedikit lega karena dia sudah mulai bisa menemukan titik terang penyebab kematian sang mantan istri. Sekarang tinggal mencari di mana dia simpan ponsel Denada, barang kali di sana juga ada bukti bukti yang dia cari.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2