SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Kemarahan Kevin


__ADS_3

Lusi tak terima dengan keputusan yang Kevin buat secara sepihak. Dengan tangisnya Lusi pun mengejar Kevin sampai didepan rumah Kirana.


Dengan penuh emosi Kevin pun mengendor rumah yang Kirana tempati.


"Kirana, Kirana buka pintunya!!" teriak Kevin sambil mengedor pintu itu.


Lusi masih menangis dan memohon. "Kevin aku mohon maafkan aku, jangan seperti ini," ucap Lusi.


Kirana yang mendengar keributan didepan rumahnya pun langsung berlari membukakan pintu itu.


"Ada apa pak?" tanya Kirana panik. Kevin tak menjawaban pertanyaan Kirana, kemudian dia pun bertanya pada Lusi.


"Ada apa bu?" tanya Kirana pada Lusi.


"Diam kamu!!" bentak Lusi pada Kirana, tentu saja Kirana terkejut dan bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Ada apa ini batin Kirana.


"Eh, kamu ga usah bentak bentak dia ya. Dia ga tau apa apa!" ucap Kevin dengan emosinya sambil menunjuk kearah Lusi.


"Terus aja kamu belain dia Vin, aku semakin yakin kalau kamu ada rasa ama dia," ucap Lusi.


Kevin tertawa. "Kamu akan tau jawabanya setelah ini. Kirana kemasi barangmu kita pergi dari sini," pinta Kevin.


"Tapi pak..."sela Kirana.

__ADS_1


"Kamu mau ikut aku bersama Sena atau kamu aku tinggal disini sendiri, kamu pilih aja," ucap Kevin langsung masuk kedalam kamar Kirana dan hendak menggendong Sena yang sudah terlelap, tapi dia urungkan dia memilih membatu Kirana mengemasi barang barangnya.


"Jangan Pak Kirana mohon," ucap Kirana sambil mencengkeram kaos Kevin.


Cih, acting batin Lusi.


"Tentukan pilihanmu sekarang!" bentak Kevin, tentu saja nyali Kirana menciut. "Iya pak saya ikut bapak," jawab Kirana. Tentu saja Kirana takut dipisahkan dari Sena. Bagaimanapun Kevin punya hak penuh atas Sena.


Kevin pun menghentikan kemarahanya sejenak. Kirana langsung meraih tas bajunya dan membereskan barang barangnya.


"Vin, aku tak akan membiarkan penghinaan ini Vin, kalau aku ga bisa dapetin kamu maka Kirana juga enggak," ucap Lusi sambil berlari hendak menyakiti Kirana. Dengan sigap Kevin memeluk Kirana hingga tamparan Lusi mengenai kepala Kevin.


Seperti kobaran api yang disiram bensin, Kemaraham Kevin semakin memucak. Seketika Kevin pun menarik tangan Lusi dan menariknya keluar dari kamar Kirana.


Kirana keluar kamar dengan membawa barang barangnya. Meskipun bingung dengan apa yang terjadi, Kirana masih belum berani bertanya.


"Sudah pak," ucap Kirana ditengah tengah pertengkaran Lusi dan Kevin. Disana juga terlihat Sena yang diam di gendongan Kirana.


"Bagus, sini biar aku bawa," ucap Kevin.


Saat Kirana hendak masuk kemobil Kevin, Lusi mendorong Kirana hingga Kirana dan Sena tersungkur. Untung Sena masih berada dipelukan Kirana, Jika tidak habislah gadis itu.


"Auuuu!!!" pekik Kirana, Kevin pun terkejut dan langsung menolong mereka.

__ADS_1


"Apa apaan kamu ini,!!" bentak Kevin. Kevin pun sigap dia pun segera mengambil putrinyabdan membawanya kemobil.


"Dengar kan baik baik Vin, akar permasalahan kita adalah dia. Aku tak terima dengan ini Vin kamu dengar, Aku tidak terima!!!," ucap Lusi sambil berteriak, emosi Lusi sudah tak terkontrol.


Kevin tak perduli dengan teriakan wanita yang pernah dipacarinya ini, andai dia bukan perempuan batin Kevin.


Kevin lengah tak memprediksikan tindakan Lusi selanjutnya. Lusi pun kembali menyerang Kirana. Kirana yang belum siap dengan serangan itu pun kembali tersungkur Kali ini serangan mendadak yang dia terima mampu membuat tangan Kirana terkilir, bahkan sepertinya lututnya juga terluka. Lusi menarik kerudung Kirana hingga terlepas dari kepala gadis itu. Lusi menyerang Kirana dengan membabi buta bahkan baju Kirana pun tak lepas dari seranganya. Entah Lusi mendapatkan kekuatan dari mana nyatanya tarikan tanganya mampu membuat kancing kancing piyama yang Kirana kenakan terlepas begitu saja. Kirana masih berusaha mempertahankan bajunya agar masih utuh.


Kevin yang melihat sikap bar bar Lusi pun lepas kendali dia langsung menarik tangan Lusi agar menjauh dari Kirana.


"Sekali lagi kamu berani menyentuhnya aku akan patahkan tanganmu, mengerti?" ancam Kevin. Dia pun melempar kasar tubuh Lusi. Lusi semakin geram. Bahkan dia hendak menghalangi Kevin yang membopong tubuh Kirana, Kevin tak perduli bahkan dia membanting pintu mobilnya dengan kasar, semakin panaslah hati Lusi.


"Vin, aku akan membalas kalian!" ancam Lusi.


"Lakukan apa yang kamu mau, tapi jika sedikit saja kamu berani menyentuh mereka maka jangan pernah kamu menyesal," balas Kevin langsung masuk kemobil tak perduli lagi dengan teriakan dan makian Lusi.


"Kirana, brengsek kamu kalau aku ga bisa dapetin Kevin maka kamu juga akan pernah!!" teriak Lusi. Kevin tak perduli dengan teriakan mantan pacarnya. dia pun memilih masuk menginjak gas mobilnya dan melanjutkan perjalananya.


Didalam mobil tak ada satu patah kata pun yang keluar dari bibir mereka. Kirana diam Kevin pun sama. Sena apa lagi.


Tatapan Kevin masih terlihat penuh kemarahan. Mengerikan sekali pria ini kalau marah. Ini bukan kali pertama Kirana melihat kemarahan Kevin, tapi kali ini Kirana tak tau duduk permasalahanya makanya dia takut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2