SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Salah Paham


__ADS_3

Lusi tak terima dengan apa yang telah dia dengar. Predikat penghianat telah melekat di diri Kirana dan Kevin. Kekecewaan Lusi pada mereka berdua tentu saja menimbulkan niat buruk dihati Lusi.


Siang itu Lusi datang kerumah sakit dimana Kevin bekerja. Tentu saja Kevin tak menyangka ini. Kevin menganggao hubungannya dengan Lusi sudah dianggapnya selesai maka dari itu Kevin tak perduli lagi.


Lusi langsung masuk kedalam ruang Kevin tanpa ijin.


Ceklek (bunyi pintu terbuka).


"Ngapain kamu kesini?" tanya Kevin sedikit ketus.


"Ih, sensi amat Pak Dokter," jawab Lusi sambil tersenyum menggoda.


Sebenarnya Kevin jengah, tapi mau gimana lagi masak iya mau ngusir Lusi. Kevin ga searogan itu kali.


"Cepet mau ngomong apa bentar lagi aku mau pulang," ucap Kevin ketus.


"Kok kamu gitu sih Vin, aku kesini kan mau minta maaf," ucap Lusi sambil berjalan mendekati Kevin, tanpa aba aba Lusi langsung merangkul leher Kevin dan mencium bibir pria itu dengan nafsunya.


Disaat yang bersamaan Kirana membuka pintu ruang praktek suaminya. Betapa tercengangnya Kirana. Tubuhnya gemetar bahwan rantang makanan yang dibawanya pun jatuh. Alhasil nasi dan lauk itu pun berhamburan di lantai.


Kevin yang terkejut dengan kedatangan istrinya langsung mendorong tubuh Lusi. Kirana yang melihat Kevin mendekatinya langsung berlari tak perduli.


Kirana menangis dalam pelarianya, dia tak menyangka dengan apa yang barusan dialaminta. Dia berfikir suaminya jujur mencintainya. Dia tak meyangka bahwa Kevin hanya mempermainkanya.

__ADS_1


Kevin terus berlari mencai keberadaan istrinya, sayangnya dia kehilangan jejak.


"Honey kamu dimana," gumam Kevin ketika penghentikan langkahnya. Kevin melihat jam tanganya setengah jam lagi dia harus masuk ruang OK (ruang oprasi), ada pasien yang membutuhkan uluran tangan malaikatnya.


"Ya Tuhan, bagaimana ini...aaagghhhh brengsek!!" teriak Kevin.


Kevin pun meraih ponsel di sakunya, mencoba menghubungi Kirana. Kevin berharap Kirana akan mau menjawab panggilanya. Sayangnya Kirana tak mau menjawab panggilanya.


Kevin pun tak kehabisan akal, dia pun mengirim pesan teks pada istri tercintanya agar kesalah pahaman yang mantan pacarnya ciptakan tidak berlarut larut.


Kevin duduk disalah satu ruang tunggu rumah sakit dimana dia mengabdikan dirinya. Pikiranya kalut, dia sangat takut jika istrinya tak percaya padanya.


***


"Makanya, kalau mau nikah dilihat dulu dia serius ga sama kamu," ucap seseorang yang tiba tiba duduk disamping Kirana. Kirana hanya melirik benci pada wanita yang ada disampingnya.


"Kevin tu masih mencintaiku, dia hanya memanfaatkanmu agar dia bisa tidur geratis dengan wanita dan ya...ada yang mau jagain anaknya dengan suka rela," ucap Lusi lagi. Perasaan Kirana yang sudah luka itu serasa lebih menganga ditambah dengan siran air cuka yang dibawa oleh Lusi.


"Apa maksudmu?" tantang Kirana.


"Maksud, aku sih ga ada maksud ya...aku cuma mau kamu tu sadar diri. Aku sih ga masalah dia nikah sama kamu toh kami masih bisa berhubungan. Kamu harus terima nanti kalau misalnya dia nikahin aku. Soalnya dirahimku sekarang ada anak dia juga," ucap Lusi santai. Kirana menatap tak percaya pada Lusi. Matanya berkaca kaca, dia tak percaya jika suaminya tega melakukan ini padanya.


"Tidak tidak, suamiku tidak mungkin melakukan ini padaku," ucap Kirana tak percaya.

__ADS_1


"Percaya apa enggak sih itu terserah kamu ya, aku ma ga maksa. Harusnya kamu mikir namanya pacaran ya wajar lah berantem. Kamunya aja yang ngebet pengen kawin kan. Aneh kawin sama pacar orang," ucap Lusi, ucapan itu terdengar seperti ledekan untuk Kirana.


"Kamu pasti bohong," tuduh Kirana. Lusi malah tertawa lepas mendengar tuduhan Kirana.


"Kamu tu lugu apa bodoh sih, kamu kan sering lihat aku jalan ama Kevin. Lihat kami ciuman juga biasa kan, dan dia juga suka nemenin aku sampai larut. Kamu pikir kami berduaan sampai larut, terus cuma ngobrol doang gitu. Hay buka mata kamu, seorang pria dan wanita satu kamar sampai larut rasanya ga mungkin kan ga ngapa ngapain. Apa lagi ada cinta diantara kami. Jangan bodoh buk," tambah Lusi, sepertinya kata kata Lusi kali sukses membuat remuk jantung Kirana.


Kirana diam, matanya terus mengeluarkan aor mata. Bibirnya gemetar seolah ingin berucap tapi rasanya berat. Otaknya telah sukses dimanipulasi oleh Lusi. Ingin rasanya Kidna menampar wanita yang ada disampingnya tapi mau gimana dia ga mungkin sebar bar itu juga bukan.


"Udah ya aku mesti cari makan dulu buat calon babyku dan mas Kevin," ucap Lusi kemudian dia beranjak meninggalkan Kirana sendirian dalam kekalutan jiwanya.


Kirana manangis menjadi jadi, dia tak habis pikir dengan apa yang barusan dia dia dengar. Kirana tak menyangka jika Kevin setega itu padanya.


"Apa salahku padamu mas, kenapa kamu tega sekali," ucap Kirana. Lusi yang masih sembunyi dibalik pohon di belakang Kirana pun tertawa pelan.


"Mamp*s!" gumam Lusi. Pikiran jahat wanita ini kembali melintas. Dia berjanji akan menghancurkan hubungan Kirana dan Kevin seperti hancurnya perasaanya saat ini.


Kirana beranjak dari duduknya, dia tak perduli lagi dengan apa yang terjadi padanya. Yang dia pikirkan saat ini hanyalah pergi sejauh mungkin dari Kevin dan wanita jahat itu.


Bersambung...


CA:" Hay hay readers yang baik dan budiman, maaf ya kalau otor kesayangan kalian ini sempat menghilang. otor lagi banyak tugas honey, mulai hari ini otor akan usahakan up ya, silahkan ditunggu. Yang suka ama pria arogan, sombong, menjengkelkan dan super labil bisa tongkrongin karya otor yang satu ini. Yang pastinya ga kalah keren dengan karya karya otor yang lain...happy readingπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ€—πŸ€—."


__ADS_1


__ADS_2