SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Hadiah Terindah (end)


__ADS_3

Seminggu sudah Ibu Sunarsih tinggal bersama mereka. Kirana dan Sena sangat bahagia. Begitu juga Kevin. Saat ini sang suami masih berada di Jepang. Mungkin sore ini beliau akan kembali ke Indonesia.


Kirana merasakan tak nyaman pada tubuhnya. Kepalanya terasa pusing, perutnya terasa mual. Apa lagi mencium aroma parfum dan segala bentuk wewangian.


"Aku ini kenapa?" gumam Kirana.


Kirana pun keluar kamar dan meminta asiaten rumah tangganya untuk menyingkirkan semua bentuk wewangian yang ada di kamarnya.


"Bik Inah," panggil Kirana.


"Ya, Non," jawab Bik Inah sambil berlari pelan.


"Bik, tolong bantu aku ya. Simpan semua bentuk wewangian yang ada di kamarku. Aku pusing Bik. Kenaoa baunya berubah gitu ya. Kalau punya Mas Kevin taruh aja di lemarinya. Parfum dan apa itu semua pindahkan saja," pinta Kirana sambil menutup hidungnya dengan sapu tangan yang dibubuhi minyak kayu putih. Karena hanya bau itulah yang menurutnya paling enak.


"Baik, Non," jawab Bik Inah, sambil memunguti semua yang Kirana tunjuk. Sebenarnya sang asisten curiga pada Kirana. Tetapi dia tak berani mengatakannya. Dia takut dianggap lancang nanti.


"Ibu, kemana Bik?" tanya Kirana.


"Ibu lagi di dapur sama Non Sena. Non Sena minta di bikinin tumis kangkung. Sepertinya putri dirumah ini masakan uti Enak," jawab Bik Inah sambil tertawa pelan. Kirana tersenyum.


"Oh, syukurlah kalau Sena cocok masakan ibu. Aku ini kenapa ya Bik?" tanya Kirana tiba-tiba.


"Emang Non, kenapa?" tanya asisten itu lagi.


"Pusing, mual-mual rasanya. Cium bau-bau wangi nggak suka aku," jawab Kirana


"Non, mau Bibik antar ke Dokter?" tanya Bik Inah lagi.


"Nggak lah Bik, tunggu Mas Kevin datang aja," jawab Kirana. Bik Inah pun tak mau memaksa, dia memilih meninggalkan Kirana sendirian di kamar.


***


Pesawat yang ditumpangi Kevin baru saja mendarat. Kali ini Kirana tak ikut menjemputnya. Disamping sudah malam, fisiknya juga lemah. Seharian ini berkali-kali dia muntah. Sampai lemas rasanya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Kevin pun langsung menyerahkan tas kerjanya pada Bik Inah.


"Istriku mana, Bik?" tanya Kevin.


"Ada di kamar, Den. Non Kiran muntah terus," jawab Bik Inah apa adanya.


"Loh kenapa?, masuk angin apa gimana?" tanya Kevin lagi.


"Sepertinya bukan masuk angin biasa deh, Den," jawab Bik Inah sambil tersenyum malu.


"Maksudnya?".


"Soalnya Non Kiran nggak mau kena wewangian. Sama geli sama nasi. Pasti Aden tahu jawabannya," goda Bik Inah. Kevin paham dengan apa yang asisten rumah tangganya. Dia hanya tersenyum renyah.


"Sena sama Ibu mana?" tanya Kevin lagi.


"Non Sena udah tidur lah, Den. Kalau ibu, pqling di kamarnya, Den," jawab Bik Inah lagi.


"Oo, ya udah, Bik. Aku udan makan Bibik istirahat aja," pinta Kevin. Dia pun memutuskan untuk langsung ke kamar dan melihat kondisi istrinya.


Kevin tersenyum. Kirana terlihat sangat manis saat terlelap seperti ini. Wajah polosnya sungguh mampu membuat Kevin selalu jatuh cinta.


Kevin memutuskan untuk membersihkan dirinya sebelum bergabung dengan istrinya di ranjang mereka.


Kirana terbangun dari tidurnya, karena merasa seperti ada yang mengawasi. Benar saja, saat matanya terbuka ada sang suami yang menatapnya dengan senyum manisnya.


"Malam, Bunda," ucap Kevin.


"Malam sayang, maaf Bunda nggak menyambut Mas. Kepala Bunda sakit banget," ucap Kirana. Kevin malah tersenyum, tak lupa dia pun mengecup kening sang istri.


"Nggak pa-pa sayang. Perutnya masih mual?" tanyq Kevin. Tanpa Kirana sadari, dia pun memeriksa denyut nadi istrinya. Dan kevin tahu karena dia sudah mengerti sebab istrinya jadi lemas seperti ini.


"Sekarang udah nggak Mas, tadi siang mual terus," jawab Kirana.

__ADS_1


"Ya udah, sekarang bobo gi. Kasihan calon bayi kita," jawab Kevin sambil mengelus rambut Kirana.


Kirana langsung membuka matanya lebar-lebar saat mendengar apa yang barusan suaminya katakan.


"Loh, kenapa melotot begitu?" tanya Kevin.


"Mas, tadi bilang apa?" tanya Kirana.


"Mas, bilang. Bunda, istirahat aja. Kasihan calon baby kita!" jawab Kevin mengulang kalimatnya.


Kirana menatap tak percaya pada apa yang barusan didengarnya.


Kirana tersenyum penuh haru, matanya pun berkaca-kaca sangking bahagianya. "Mas, tipu ya?" tanya Kirana. Masih tak percaya.


"Makanya jadi orang itu jangan suka meremehkan," ucap Kevin sambil mencolek hidung istrinya gemas.


"Mas, serius. Bunda nanya, jangan PHP!" ucap Kirana manja, jujur saja saat ini dia bimbang. Secafa suaminya bukan dokter kandungan kan.


"Bunda nggak percaya ama kemapuan Mas. Ya udah kalau nggak percaya, udah Dek, kita bobo aja. Biarin Bunda melek sendirian," ucap Kevin sambil mengelus perut Kirana yang masih rata. Kirana membiarkan suaminya mengelus perutnya.


Biasanya, di film-film selalu suami kan yang tak mudah percaya kalau istrinya hamil. Lah yang ini kebalik. Mereka sungguh lucu da menggemaskan.


Kirana masih belum bisa percaya pada apa yang barusan didengarnya. Tapi, mana mungkin suaminya akan berbohong soal ini. Mau apapun hasilnya bagi Kirana ini adalah hadiah terindah dalam kehidupannya. Bertemu kembali dengan ibu kandungnya. Memiliki suami yang mencintai dan selalu mengerti dirinya, memiliki anak yang sangat manis seperti Sena. Ditambah lagi, kini dirahimnya tubuh seorang calon bayi wujud cintanya dengan sang suami.


Nikmat mana yang kamu dustakan Kirana. Semua kebahagiaanmu telah menjadi satu. Semoga apa yang suamimu katakan adalah kebenaran. Selamat ya Mbak Kirana, semoga rumah tanggamu bersama Mas Kevin selalu langgeng dan dipenuhi kebahagiaan. Keberkahan dunia ahirat. Amin.


End


****


Hay hay penggemar Mamas Kevin dan Mbak Kirana. Terima kasih telah setia selama ini. Untuk yang menunggu kisahnya Dokter Al dan Mbak Lusi bisa langsung cus ke rumah mereka. Happy reading😘😘.


Saya sebagai penulis cerita ini mohon maaf kalau ad kesalahan kata atau typo berlebih. Akhir kata wassamualaikum wr.wb.

__ADS_1


Cover rumah Mas Al dan Mbak Lusi ya ... semoga sukak...



__ADS_2