
Sejak penawaran pertama untuk Sena sukses, Rana menjadi lebih sibuk, dia sering mengawal putri cantiknya ini kemanapun Sena mau, bahkan Rana tak segan mendesain sendiri baju untuk Sena jika ada event event tertentu.
Kecerdasan dan ketangkasan serta memiliki paras yang cute membuat banyak produsen fashion meliriknya.
Bu Lusi sangat memanjakan Sena, bahkan gadis cantik itu kini menjadi brand ambassador salah satu merk sepatu anak yang terkenal di Indonesia, pundi pundi rupiah pun datang dengan sendirinya.
Rana tak mau membiarkan masa kecil Sena hilang begitu saja hanya karena Sena sekarang senang dengan kehidupan barunya.
Rana dan Sena sekarang tinggal ditempat yang boleh dibilang lebih baik, meski masih mengontrak tapi lumayan dibanding tempat tinggal mereka yang lama, Rana juga sudah mengganti motornya dengan yang lebih bagus agar Sena merasa nyaman.
"Sena, besok hari pertama Sena masuk sekolah kan ayo bobo sayang," ajak Rana.
"Oke bundaku yang cantik," jawab Sena.
"Bunda, nanti kalau Sena udah sekolah boleh ga Sena bergaya depan kamera lagi (maksud Sena tetap menjadi model)?" tanya Sena.
"Boleh kenapa enggak, asal Sena seneng ga ganggu pelajaran Sena ma, bunda boleh boleh aja," jawab Rana.
"Bunda,"
"Heemm,"
"Kira kira om (Kevin) masih marah ga ya sama Sena?" tanya Sena.
"Bunda ga tau sayang, emmm kira kira Sena maafin om ga?" Rana malah balik bertanya.
"Maafin, Sena ga marah kok sama om, oia bunda Sena boleh tau ga mami Sena bobonya dimana (makamnya)?" tanya Sena.
"Bunda ga tau sayang, coba nanti kalau misalnya bunda ketemu om bunda nanya deh," ucap Rana.
"Makasih ya bunda, bunda udah mau jagain Sena," ucap Sena sambil memeluk dn mencium pipi bundanya.
"Sama sama sayang, bunda seneng kok bisa jagain anak cantik kayak Sena, semangat ya sekolahnya biar pinter nanti jadi dokter kayak om," tanpa sengaja Rana mengucapkan kata itu, Sena malah menatap Rana bingung.
"Emm bunda,"
"Bunda marah ga kalau Sena pengen ketemu om?" tanya Sena ragu ragu.
"Ya ga lah sayang masak bunda marah, nanti kalau misalnya om udah maafin Sena dan Sena mau balik sama om juga bunda kasih kok, bagaimanapun om kan papi nya Sena," ucap Rana, Rana memang selalu menanamkan jiwa pemaaf pada putrinya.
__ADS_1
"Enggak bunda, Sena takut sama om Sena mau sama bunda aja sampai besar," ucap Sena.
"Kalau itu terserah Sena aja, bunda ma malah seneng kalau Sena mau sama bunda terus," ucap Rana.
Tak lama pembicaraan mereka usai karena Sena udah terlebih dulu terlelap, Rana mengecup kening anak cantik itu dengan perasaan yang sangat tulus dan kasih sayang yang teriklas.
......
Tak terasa setahun lebih Kevin hidup seorang diri, rumah peninggalan orang tuanya yang ada di Surabaya dia kontrak kan, perusahaan properti yang ditinggalkan orang tuanya terpaksa dia kelola.
Cita cita masa kecilnya memang ingin menjadi dokter, tapi sayang kepergian papanya telah mengubah paksa hidupnya menjadi penerus usaha keluarganya.
Kevin kini memilih menetap di Semarang kota kelahirannya dan memilih menyibukan diri dengan berbagai urusan pekerjaan.
Suatu hari seorang teman bisnis nya mengundang nya diacara khitanan anak nya, disana ada salah satu pembicara yang membahas tentang anak.
Ada sedikit gejolak dalam hati Kevin, dia ingat betul sejak perselingkuhan yang Denada lakukan dia jadi semakin membenci putrinya, Kevin menilai siapapun yang berhubungan dengan Denada adalah penghianat.
Bahkan dia juga sangat membenci orang tuanya kala itu, karena selalu membela wanita yang dinilainya bersalah itu.
Kevin duduk di barisan paling depan karena malam itu Kevin menjadi tamu VVIP mereka.
"Terimakasih," jawab Kevin
Kevin kembali memainkan ponselnya, tak lama seorang ustadz datang dan dia pun meyambutnya, mereka duduk berdampingan disana.
"Sudah lama pak," sapa pak ustadz.
"Belum pak ustadz, gimana perjalanan nya lancar?" tanya Kevin.
"Alhamdulilah lancar pak, nganter anak dulu kerumah sakit pak," jawab pak ustadz.
"Sakit apa pak?" tanya Kevin.
"Semalam demam tinggi pak, kemarin pulang sekolah hujan hujanan," jawab pak ustadz itu.
"Semoga cepet sembuh pak," ucap Kevin.
"Amin, sebenernya ga tega pak mau ninggalin tapi gimana saya ga mungkin ga dateng jamaah udah nungguin," jawab pak Ustadz.
__ADS_1
"Bu nyai ada kan?" tanya Kevin.
"Istri saya sudah meninggal ketika melahirkan dia pak, jadi saya bapak sekaligus ibunya," jawab pak Ustadz, meski hatinya terasa perih tapi pria muda itu tetap tersenyum, saat mendengar perkataan pak ustadz iti pikiran Kevin teringat gadis kecil yang ditolak dan diusirnya dari kehidupannya.
"Jadi sekarang dia sama siapa pak ustadz?" tanya Kevin lagi.
"Dia sama pengasuhnya pak,"
"Semoga dia cepet sembuh ya pak,"
"Amin, Masya Allah terima kasih doanya pak, dia adalah keluarga saya satu satu nya pak saya ga tau bagaimana nanti kalau dia sudah menikah, pasti saya akan sendirian, tapi selama dia belum ketemu jodohnya saya tak akan menyianyiakan waktu ini pak," ucap pak ustadz sedikit sedih.
"Anak pak ustadz cewek apa cowok pak?" tanya Kevin lagi.
"Dia cewek pak, seseorang yang akan mengantarkan saya kesurga," ucap pak Ustadz sambil tersenyun khas, tanpa dijelaskan Kevin tau apa yang dimaksud pak ustadz.
Ada perasaan aneh yang Kevin rasakan ketika ustadz itu berkata sepeti itu, bayangan ketakutan Sena saat dia memarahi dan mengusirnya pun terlintas, wajah pucat gadis kecil itu memenuhi pelupuk mata Kevin.
Gadis kecil itu saat kurus dan menggigil ketakutan saat dia membentaknya, Ya Tuhan kenapa baru sekarang perasaan iba ini datang, kenapa engkau menutupnya kala kemarahan itu datang Tuhan batin Kevin.
Saat Ustadz pun naik dimimbar yangvsudah disiapkan kusus untuk beliau, kembali pak ustadz itu membahas tentang anak karena malam itu tema nya memang berhubungan dengan anak, perasaan Kevin kembali bergejolak, bagaimana tidak, pak ustadz itu membahas tugas dan kewajiban kita sebagai orang tua.
Melindungi dan memberi nafkah untuknya, bahkan kita juga berkewajiban menyayangi anak meskipun itu bukan anak kandung kita, mereka berhak mendapatkan kasih sayang dan perlindungan kita, berkali kali pak ustadz itu berkata demikian, sehingga membuat hati Kevin terasa tertampar.
Apa lagi saat pak ustadz itu membahas anak yang tak memiliki orang tua atau biasa kita sebut yatim piatu, anak itu juga termasuk kewajiban kita melindunginya.
Kevin kembali bertanya tanya dalam hatinya tentang Sena, bahkan orang tuanya pernah memberi tes DNA Sena dengan nya, dan disana tertulis bahwa Sena adalah putri kandungnya.
Ya Tuhan, bagaimana ini kenapa aku melakukan kesalahan sefatal ini, bagaimana kabar putriku sekarang, apakah dia sehat, apakah wanita itu memberinya makan dengan baik, apakah dia marah padaku, akankah dia ingat padaku Tuhan.
Perasaan aneh yang datang di hati Kevin sukses membuat air mata pria muda itu lolos dari pelupuk matanya, tentu saja dengan rasa sesal yang menggunung.
Kevin pulang dengan perasaan yang susah diartikan, bayangan masa lalu nya kembali hadir saat dia melihat Denada sedang bercumbu dengan mantan sahabatnya, saat itu perasaan bencinya pada Sena mulai tumbuh.
"Kenapa aku ini," gumam Kevin.
"Ya Tuhan putriku tak bersalah, kenapa aku melampiaskan rasa benciku pada wanita gila itu padanya ," tambah Kevin, Kevin membuka pintu rumahnya dengan lesu, dia pun menjatuhkan tubuhnya disofa ruang tamunya.
Keinginan Kevin untuk mencari keberadaan putrinya pun tiba tiba hadir, "Aku akan terima jika wanita itu akan marah padaku, aku hanya ingin putriku," gumam nya lagi.
__ADS_1
Bersambung...