
Lusi menatap kosong ke arah plafon di mana dia dirawat. Kevin dan Kirana masih berada di ruangan dokter Aldo. Dokter yang menangani Lusi.
Lusi diam terpaku mengingat bagaimana bengisnya Rio memperlakukannya tadi malam. Ucapan dari mulut Rio sungguh sangat menyakitinya. Belum lagi tamparan dan tendangan yang dia terima.
Pertengkaran mulut itu membuat jiwa Lusi terguncang. Bahkan saat Rio hendak menusuknya pun dia pasrah. Untung anak buah Lusi masuk kedalam butik hingga Rio mengurungkan niatnya untuk menghabisi Lusi.
Flashback on....
Malam itu seperti biasa Lusi sedang memeriksa pembukuan butiknya. Sejak Kirana resign, Lusi memang lebih sibuk maklumlah dia belum mendapatkan asisten yang bisa dipercaya seperti Kirana.
Tanpa Lusi sadari Rio datang dengan muka ingin membunuhnya.
"Ada apa Mas?" tanya Lusi kala melihat Rio menatapnya dengan penuh kebencian.
"Bagaimana pria yang kamu bayar bisa tertangkap oleh anak buah mantan pacahmu hah. Kamu memang bodoh dan tak bisa diandalkan. Dasar jalang tak tahu diri!" teriak Rio tepat di wajah Lusi.
"Mana aku tahu itu bisa terjadi Mas?" tanya Lusi balik.
"Bekerja seperti itu saja tak becus!" teriak Rio. Belum sempat Lusi menjawab, tangan Rio sudah melayang di pipinya. Tentu saja Lusi terkejut.
"Mas," ucap Lusi tak percaya dengan apa yang dia terima.
"Apa salahku?" tanya Lusi.
"Apa salahmu kamu bilang hah, salahmu adalah bodoh!" bentak Rio lagi.
"Mas, salahku di mana? Aku sudah menuruti semua perkataanmua Mas. Bahkan kau memintaku mendekatinya pun sudah! lalu salahku apa lagi?" tanya Lusi sambil memegang pipinya yang sakit. Dari sudut bibirnya pun keluar darah segar.
Lusi menangis menjadi mana kala Rio kembali menamparnya. Memukul bahkan menendangnya. Rio kalap, tujuannya melenyapkan semua yang Kevin miliki telah gagal. Dan kini Lusi menjadi sasarannya.
Bukam sekali dua kali Rio melakukan ini padanya. Bahkan berkali kali Rio pun melakukan kekerasan seksual padanya. Untung malam itu tidak, tapi seluruh tubuhnya terluka oleh kebengisan sang mantan suami.
Rio mengeluarkan pisau yang sudah dipersiapkannya dari tadi. Rio memang berniat menghabisi Lusi. Karena hanya Lusi lah yang tahu semua rencananya.
__ADS_1
Sayangnya aksi Rio gagal, dia mendengar seseorang masuk kedalam butik itu. Rio bersembunyi, dia bisa selamat karena Lusi sudah pingsan.
Flashback on...
***
Kirana dan Kevin masuk kedalam kamar Lusi, mereka pun tersenyum kala melihat Lusi sudah sadar.
"Hay ...!" sapa Kirana sambil tersenyum. Lusi termenung dan hanya melirik mereka.
"Untuk apa kalian kesini?" tanya Lusi ketus.
"Kami yang membawa Ibu ke sini, apa yang terjadi padamu Bu?" tanya Kirana lembut.
Lusi diam tak menjawab. "Bagaimana perasaan Ibu, Ibu jangan salah sangka pada kami. Kami kesini bukan untuk menertawakan Ibu. Justru kami priahatin dengan apa yang menimpa Ibu," jawab Kirana.
"Aku orang paling bodoh di dunia ini Kirana. Aku mencintai orang yang salah," jawab Lusi, tak terasa air mata wanita cantik itu membasahi pipinya. Kirana mengambil tisu dan membantu Lusi mengusap air matanya.
"Ibu jangan menangis. Jika dia bukan jodoh terbaik Ibu, maka lepaskanlah Bu. Ibu berhak bahagia, masih banyak pria yang pastinya akan mencintai Ibu dengan tulus," jawab Kirana. Kirana menggenggam tangan Lusi dengan kuat.
"Iya Bu, Kiran mengerti. Kiran tahu ibu orang baik, hanya ibu salah memberikan cinta ibu pada pria yang tak mengerti akan artinya cinta," jawab Kirana.
"Apakah kamu tak marah padaku Kiran?" tanya Lusi.
"Tidak Bu, Kiran tidak marah. Tapi Kiran berharap ibu berubah dan jangan seperti itu lagi. Ibu berhak mendapatkan pria yang baik. Lupakanlah dia Bu, melangkahlah. Yang sudah terjadi biarlah terjadi, yang belum mari kita benahi. Emmm ... Bu, bolehkah Kiran tanya sesuatu?" tanya Kirana. Kevin sedari tadi hanya mendengarkan dua wanita yang pernah terlibat dengannya.
"Tanya apa Kiran?" tanya Lusi.
"Apakah Ibu rela kalau Mas Kevin jadi milik Kiran?" tanya Kirana tiba-tiba. Tentu saja pertanyaan Kirana ini juga membuat Kevin terkejut.
"Aku sudah rela Kiran, aku iklas. Kamu nggak usah takut," jawab Lusi. Kini wajah cantik sudah bisa tersenyum dengan tulus.
"Makasih Bu, Kiran juga minta doanya ya agar rumah tangga kami langgeng. Rumah tangga kami selalu sakinah mawadah dan warohmah hingga maut memisahkan Bu," ucap Kirana. Lusi tersenyum dan menghiyakan ucapan Kirana.
__ADS_1
"Tentu saja Kiran. Aku merestui kalian dan aku doa juga agar rumah tangga kalian langgeng. Dan semoga ... Sena cepet dapet adek," balas Lusi, senyum tulus kembali terukir indah disana.
"Makasih banyak Bu, semoga Ibu juga cepet kemu jodoh. Jangan ngarepin pria itu lagi ya Bu," balas Kirana. Lusi pun tersenyum kecut soal itu.
"Aku bodoh ya Kiran," ucap Lusi.
"Tidak Bu, hanya saja Ibu salah pilih," jawab Kirana.
"Aku menyesal telah jatuh cinta padanya," ucap Lusi penuh penyesalan.
Kirana kembali mengelus lembut tangan Lusi.
"Sabar ya Bu, semua pasti berlalu," jawab Kirana mengiuatkan.
"Aku takut Kiran, dia jahat sekali," ucap Lusi.
"Apakah boleh kami melaporkan kasus yang menimpamu pada pihak yang berwajib?" tanya Kevin.
"Boleh, pria itu memang patut membusuk di penjafa Vin. Oia Vin, aku dengar dia juga punya bisnis ilegal. Itu yang membuat dia marah padaku, karena tak sengaja aku mendengar percakapannya dengan bos agensi model," ucap Lusi. Kirana dan Kevin saling menatap. Berarti dugaan mereka tak meleset.
"Dari mana kamu tahu itu Lus?" tanya Kevin.
"Aku tak sengaja mendengar percakapan mereka di salah satu club, saat itu mereka sedang mencekoki salah satu modelnya dan menjualnya pada pria hidung belang," jawab Lusi, menceritakan apabyang dia tahu dan dia dengar.
"Astaga," ucap Kirana tak percaya.
"Apakah kamu mau jadi saksi nanti Lus, tap ini agak sedikit berbahaya untukmu Lus?" tanya Kevin.
"Aku siap Vin, tolong kirim pria bejat itu beserta komplotannya ke penjara. Biarakan pria gila itu membusuk di sana!" ucap Lusi geram.
"Baik Lus jika kamu menginginkan ini!" jawab Kevin.
Kevin pun tak menunggu waktu lagi, dia pun segera menghubungi Delon dan meminta pria itu untuk kembali kerencana awal yaitu meminta bantuan pihak berwajib untuk meringkus Rio dan komplotannya.
__ADS_1
Berasambung....