SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Perasaan Apa Ini


__ADS_3

Kirana membuka pintu kamar itu saat Kevin memintanya untuk masuk. Duda satu anak ini terlihat kalut, dia hanya duduk termenung disofa kamarnya.


"Boleh Rana masuk pak?" tanya Kirana.


"Em," jawab Kevin.


Kirana pun duduk disamping Kevin, Mulut mereka saling diam. Kirana masih berusaha mencari celah agar nyaman menyampaikan isi hatinya.


"Kirana minta maaf pak?" ucap Kirana.


"Untuk apa?"


"Karena Kirana tak menyampaikan ini pada Sena dan bapak tepat waktu," jawab Kirana.


"Akulah yang bodoh Ran, karena tak bisa melindungi istriku, pasti dia sangat menderita saat itu. Terlebih aku tak mengakui putri kami. Pasti itu sangat menyakitinya Ran," ucap Kevin, penyesalan yang Kevin rasakan memang berasa sangat menyentuh hati. Tapi tak ada gunanya lagi sekarang semua telah terjadi.


"Bapak ga usah sedih seperti itu kasihan juga mbak Denada pak eh maksud saya Rani. Dia sudah tenang bahkan dia tersenyum saat cahaya putih itu menjemputnya," jawab Kirana. Kevin menatap sekilas ke arah Kirana. Benarkah apa yang gadis ini ucapkan.


"Apakah dia mengatakan kenapa dia menyembunyikan nama aslinya darimu?" tanya Kevin.


"Dia ga bilang pak, saya juga ga nanya. Saya hanya bertanya apakah Sena ada hubunganya dengan masa lalunya. Saat itu juga bayangan dia mulai samar tapi senyum mengembang diwajahnya, dia sangat cantik saat itu pak. Dia juga berpesan pada saya untuk menjaga putrinya. Dan menyampaikan pesan yang sudah saya katakan tadi," jawab Kirana tenang. Sekali lagi antara percaya dan tidak Kevin pun berusaha menerima ini.


"Apa yang bisa aku lakukan untuknya saat ini Kiran?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Kita doakan saja dia pak, supaya dalam prosesnya dia selalu mendapat terang. Dan kita jaga titipanya, " tambah Kirana.


Mereka saling diam, Kevin tak tau harus menjawab apa. Diliriknya gadis yang duduk tenang disampingnya.


Kevin terlihat tegang, sepertinya dia hendak menyampaikan sesuatu tapi ragu.


"Sepertinya aku akan segera menikah Ran," ucap Kevin. Jujur Kirana sangat terkejut, ada perasaan tak rela disana tapi apa mau dikata. Tak mungkin juga Kirana melarangnya. Apa hakanya iya kan.


"Lusi menerima lamaranku!" tambah Kevin. muka Kirana terlihat tak senang tapi dia tetep tersenyum untuk menutupi luka yang ada disanubarinya. Perih sekali rasanya.


"Kamu ga papa kan?" tanya Kevin.


Kirana kembali tersenyum mendengar pertanyaan Kevin.


"Ya ga papa lah pak, emang apa hubunganya Rana dengan pernikahan bapak. Bapak ma berhak hidup bersama siapapun, Bapak bertanya seperti itu seolah Rana ini istri bapak saja. Aneh bapak ini," ucap Kirana mencoba kembali menutupi perasaanya.


Kirana hendak beranjak dari duduknya dengan cepat Kevin menarik tangan Kirana dan memeluknya dari belakang. Kirana hanya tertegun tak percaya atas perlakuan tak masuk akal Kevin.


"Maafkan aku ya Ran," bisik Kevin.


Kirana tak tau harus bilang apa, saat ini dia merasa seperti seorang istri yang hendak dimadu oleh suaminya. Kirana sudah sangat berusaha menutupi parasaanya mana mungkin dia akan menyerah begitu saja.


"Rani lihat suami nakalmu ini, berani bener dia peluk peluk cewek yang bukan mahromnya," canda Kirana. Kevin pun tertawa sambil menaruh kepalanya dipundak Kirana.

__ADS_1


Kirana tak mau memberikan kesempatan lebih pada Kevin dia pun menginjak kaki dokter muda ini hingga Kevin mengaduh kesakitan.


"Aduh sakit Rani, dasar gadis gila." umpat Kevin sambil mengelus kakinya.


"Saya gadis gila, bapak itu yang mesum. Udah punya pacar mau nikah pula berani bener peluk peluk, heh awas aja kalau kayak gitu lagi. Rana laporin sama bu Lusi tau rasa bapak," ancam Kirana, malas sekali rasanya meladeni kegilaan dokter gila ini. Kirana pun memilih pergi dari kamar Kevin sebelum Kevin mengulangi kekonyolanya.


.....


Meski berusaha tegar tetap saja namanya hati tak bisa boongin. Kirana masih berusaha menahan air matanya agar jangan sampai tumpah dirumah ini.


Kirana merapikan barang barang Sena dan mengajak putrinya pulang. Untungnya Sena menurut dan ga menawar seperti biasanya.


Dimobil Kirana dan Kevin saling diam, entah apa yang mereka pikirnya. Pada kenyataanya mereka merasa ada ganjalan dihati masing masing.


Kevin ragu akan pernikahan yang akan dijalaninya, bisakah Lusi menerima statusnya yang memiliki anak. Sedangkan Kirana merasa bahwa cintanya berlabuh pada pria yang salah.


Kirana merasa bodoh karena terlau terbawa perasaan saat Kevin mengeluarkan candaanya.


Sesampainya dirumah Kirana, Kevin pun membatu Kirana menggendong Sena dan membawa kekamar Kirana.


"Makasih ya pak!" ucap Kirana.


"Hem," jawab Kevin

__ADS_1


Kevin segera berpamitan dia takut jika berlama lama disitu dia takut tak akan bisa menahan perasaanya.


Bersambung...


__ADS_2