SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Hantu Kepala Buntung


__ADS_3

Dimobil...


"Rana nanti kalau ditanya sama anaku, papinya Sena kamu bilang aja pengasuh barunya Sena ya kalau kamu ketemu oke, soalnya dia orang nya tidak percaya hal hal seperti ini," ucap pak Yosan.


"Iya pak siap," jawab Rana.


Diperjalanan menuju rumah keluarga pak Yosan, Rana sudah mulai merasakan mual agak sedikit pusing bahkan matanya mengantuk, tapi dia tau bahwa ini adalah pengaruh energi yang mulai kuat dia rasakan.


"Bapak tinggal disini?" tanya Rana.


"Iya nak, itu rumah bapak didepan." jawab Pak Yosan.


"Yang cat putih itu pak?" tanya Rana lagi.


"Iya kok kamu tau."


"Itu yang gangguin cucu bapak lagi berdiri dibalkon." ucap Rana.


"Hah." muka pak Yosan sedikit takut.


"Energinya jahil sekali pak." ucap Rana.


"Lalu apa yang harus kami lakukan?" tanya pak Yosan.


Rana tak menjawab, dia langsung mengambil sesuatu dari tasnya semacam tasbih dan mulai bermeditasi.


"Rani, tolong kamu masuk kedalam dan hadang yang ga punya kepala." ucap Rana dengan mata batin nya, Rani keluar dari mobil dan langsung menuruti perintah Rana.


Rana masih diam mematung bahkan, terlihat tidak bernafas membuat pak Yosan takut.


Dialam bawah sadar Rana..


"Kenapa kamu datang lagi?" tanya Rana pada Mr poci (Pocong) yang ada dibalkon rumah pak Yosan.


"Bukan urusanmu," jawab geram.


"Ini jadi urusanku karena kamu mengganggu keluargaku," jawab Rana.


"Hahahaha," Mr Poci itu malah menertawakan Rana.


"Apa maumu?" tanya Rana.


"Aku mau darah anak itu," jawab Mr poci.


"Oh ya, enak sekali kamu," Rana membacakan ayat ayat suci Al Quran yang biasa dibacanya ketika ikut meruqyah orang yang kesurupan, terlihat Mr Poci itu menangis menjerit karena merasakan tubuhnya terbakar oleh alunan ayat ayat yang dibacakan oleh Rana.


"Ampun.... ampun," ucap Mr poci itu sambil menangis minta ampun.


"Pergi kamu dari sini kembalilah pada orang yang menyuruhmu, jika kamu masih menganggu keluarga ini maka jangan berharap bisa mendapatkan ampunanku, kamu mengerti," ucap Rana dengan berani, Mr poci itu pun menghilang.


Sukma Rana kembali lagi setelah menghajar Mr Poci itu, Rana kembali sadar.

__ADS_1


"Alhamdulilah," ucap Rana ketika kembali.


"Nak, kamu sudah sadar tadi kamu pingsan," ucap pak Yosan.


"Iya pak maaf, tadi saya ketiduran," jawab Rana.


"Oo, iya ga papa," jawab pak Yosan.


"Pak boleh saya masuk, sebelum nya apakah ada yang suka kesurupan atau barang kali ada yang melihat sosok lain dirumah?" tanya Rana.


"Ada nak, itu yang biasa bersih bersih tapi dia kalau jam segini pulang," jawab Pak Yosan.


"Ooo, ga papa pak, boleh saya masuk?" tanya Rana.


"Silahkan nak," jawab pak Yosan mempersilahkan Rana masuk kerumahnya, Rana pun membuka pintu mobil itu dan masuk kekediaman pak Yosan yang lumayan cukup besar.


Didepan pintu Rana dikasih suguhan hantu wanita yang tak memiliki kepala, "Astaga," gumam Rana.


Rana tiba tiba tertegun dan menagis tanpa sebab, ternyata saat itu Rana sedang berkomunikasi dengan hantu berkepala buntung itu, hantu itu menceritakan sedikit kisah hidupnya ketika dia masih hidup dulu, ternyata dia adalah korban perampokan dan pembunuhan, Rana menangis dalam diam nya, semua orang yang ada diruangan itu menjadi bingung kenapa Rana tiba tiba menangis dan berbicara sendiri.


Tak lama Rana sadar dan kembali normal. "Maaf maafkan saya," ucap Rana.


"Maaf ya maafkan semuanya," ucap Rana lagi, sambil mengeluarkan tissu dari tasnya dan mengelap mukanya.


"Bisa saya ketemu sama cucu bapak?" tanya Rana.


"Tentu saja," jawab wanita paruh baya itu, dia adalah istri pak Yosan, namanya adalah Risma.


"Tante," sapa Sena ketika melihat Rana.


"Hay gadis cantik," balas Rana.


Sena pun langsung merangkul leher Rana dan meminta gendong.


"Sayang apa yang kamu lihat?" tanya Rana, Sena malah memeluknya erat dan menyembunyikan wajahnya dileher Rana karena dia juga mampu melihat keberadaan Rani dan hantu wanita tanpa kepala itu.


"Tante juga bisa melihat mereka sayang jangan takut," bisik Rana, Sena masih ga mau mengangkat wajahnya.


"Adek ini namanya siapa pak?" tanya Rana.


"Dia Sena Ayunda Putri nak," jawab pak Yosan.


"Panggilanya Sena," jawab Risma.


"Oo, oke Sena lihat tante nya ga punya kepala ya?" tanya Rana, Sena mengangguk, "Terus yang disebelah nya udah pernah lihat belum?" tanya Rana, Sena menggeleng.


"Itu namanya Rani sahabat tante sayang kamu jangan takut ya mereka baik," jawab Rana, Sena berani mengintip sedikit.


"Pak kita bisa bicara sedikit tentang mereka," ucap Rana.


"Mereka siapa nak, disini kan hanya ada kita?" tanya Risma.

__ADS_1


"Ibu mau tau siapa mereka?" tanya Rana.


Risma malah celingukan dan merasa merinding.


"Pah, gadis ini ngomong apaan," bisik Risma pada suaminya.


"Dengerin aja mah," balas pak Yosan.


"Boleh saya duduk pak?" tanya Rana karena dia mulai merasakan berat pada kakinya.


"Oo, silahkan nak maaf sampai lupa?" ucap Pak Yosan, Rana pun duduk dan Sena masih belum mau lepas dari Rana.


"Ehemm, sebelumnya saya mohon maaf pak bu mungkin apa yang nanti akan saya sampaikan sedikit tidak bisa diterima tapi inilah yang saya dan Sena alami, jika kalian menilai saya hanya mengarang silahkan tanya kan pada Sena, karena Sena juga tau tapi karena umurnya yang masih kecil mungkin dia belum bisa mengartikan apa yang dia rasakan, yang ada hanya dia takut dan takut melihat mahluk yang lain dari kita pada umumnya," ucap Rana.


"Maksud kamu, selama ini Sena melihat mahluk lain selain kita makanya dia nangis karena takut?" tanya Risma.


"Ibu benar, dan yang biasa mengganggu Sena memang jahil bahkan dia mengsugesti setiap makanan yang ada didepan Sena menjadi sesuatu yang tidak lazim," jawab Rana lagi.


"Pantas saja ya pah, dia selalu menangis bahkan sampai pingsan kalau disuruh makan," ucap Risma.


"Insya Allah mahluk itu tak akan kembali bu, saya sudah bernegosiasi dengan nya tadi, tapi saya mau minta tolong apa boleh?" tanya Rana.


"Yang sudah gangguin cucu saya sudah ga ada begitu maksudnya?" tanya Risma memastikan apa yang barusan dia dengar.


"Insya Allah bu," ucap Rana.


"Tadi kamu mau minta tolong apa nak, apa yang bisa kami bantu?" tanya Pak Yosan.


"Disebelah ibu sekarang ada wanita bernama Sekar, beliau adalah arwah penasaran bapak, dia membutuhkan doa dari kita agar bisa mendapatkan cahaya yang terang untuk pulang, dia sebenarnya tak ingin mengganggu Sena, dia hanya ingin meminta tolong cuma Sena nya keburu takut dan ga bisa mengerti maksud si sosok ini," ucap Rana, Risma langsung meloncat dan mendekati suaminya karena takut.


"Apa yang bisa kami bantu untuk sisosok ini nak?" tanya pak Yosan.


"Bapak bisa mengundang pengajian pak, beliau tadi mintanya tujuh malam berturut turut apa bapak sanggup?" tanya Rana.


"Jika itu bisa membantunya mendapat terang kami akan mengadakan pengajian itu nak," jawab Pak Yosan.


"Alhamdulilah, terimakasih banyak pak," jawab Rana.


Sosok Sekar mengulurkan tangan nya ingin menjabat tangan pak Yosan, dia ingin berterimakasih.


"Maaf pak, bapak bisa mengulurkan tangan bapak," pinta Rana.


Dengan perasaan berdebaran pak Yosan pun mengulurkan tangan nya tanpa bertanya.


"Sudah pak," ucap Rana, Pak Yosan malah bengong.


"Apa yang bapak rasakan?" tanya Rana.


"Seperti ada yang menjabat tangan bapak," jawab Pak Yosan.


"Itu tadi Sekar pak, dia berterimakasih sama bapak karena bapak mau mengabulkan keinginan nya," ucap Rana memberitahu apa yang dia lihat dan dia rasakan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2