SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Kejutan


__ADS_3

Dua hari sudah Kevin berada jauh dari Kirana. Mereka hanya saling mengirim kabar by phone. Kirana begitu tulus mencintai Sena dan Kevin. Bahkan dia pun menurut mana kala Kevin memintanya untuk fokus pada Sena.


Malam itu hujan datang dengan begitu derasnya, Kevin bilang pada Kirana bahwa dia ga jadi pulang hari ini. Disamping ada oprasi yang harus dia kerjakan besok juga masih ada seminar disatu tempat lagi.


Kirana berusaha menerima dan mengerti pekerjaan suaminya. Suaminya bukan hanya miliknya tapi juga milik negara ini. Karena suaminya termasuk abdi negara. Benarkan.


Kirana baru keluar dari kamar Sena. Hendak masuk kedalam kamarnya. Kirana curiga bukankah tadi lampunya menyala, lalu kenapa ini mati. Apakah lampunya putus batin Kirana.


Kirana pun menyalakan lampu utama," ah ga mati baik baik saja, lalu siapa yang matiin ya," gerutu Kirana.


Kirana pun melepas hijabnya dan melepas ikatan rambutnya dan bersiap tidur. Sebelumnya dia mengecek ponselnya siapa tau ada pesan dari sang tambatan hati.


Kirana menghela nafas dalam dalam ternyata tak ada satu pesan pun yang dia terima. Dia pun masuk kedalam ruang ganti. Mengambil baju tidur yang biasa dia kenakan. Kirana tak tau jika aktifitasnya dipantau oleh sepasang mata yang hendak memberinya kejutan.


Kirana terlalu lugu untuk mengerti ini, dia tak tau bawa diruang ganti dan juga kamar Sena ada kamera CCTVnya. Astaga Kirana kamu memang tak pernah tau akal bulus suamimu.


A: "Suamimu termasuk golongan kadal tertampan seindonesia raya menurut penulis yang menulis kisahmu ini, wkwkwkwkw."


Kevin tertawa saat memperhatikan layar di laptopnya. Diruang kerjanya Kevin benar benar menikmati pemandangan langka ini. Istrinya ini memang dinilainya sangat menggemaskan. Istrinya begitu manis saat melepas semua pakaiannya.


"Malam ini aku ga akan nglepasin kamu Rana, oh Kirana. Kamu sangat manis," gumam Kevin.


Kevin melihat istrinya sudah berganti pakaian, dia juga sudah mematikan lampu ruang ganti itu. Pasti Kirana sudah kembali kekamar. Saatnya Kevin memberinya kejutan.


Kevin masuk kedalam kamar yang tak dikunci oleh Kirana. Kevin datang dengan membawakan seikat bunga untuk istri tercintanya.

__ADS_1


Kirana sudah memejamkan matanya kala itu, Kevin pun langsung naik keranjang dan mengecup lembut kening sang istri.


Menatap lekat kewajah manis yang menggemaskan ini. Harum rambut Kirana sekali lagi telah membuat Kevin jatuh cinta.


"Sayang," panggi Kevin, Kirana belum mau bangun mungkin dia baru saja terlelap. Kevin tersenyum melihat istrinya tak bereaksi.


Kevin tak mau melepaskam kesempatan ini, dia pun langsung membuka mulut Kirana dan memangut arogan bibir itu. Kirana pun membuka matanya. Pelan tapi pasti. Dia melihat tambatan hatinya tersenyum manis kearahnya.


Kirana tersenyum mana kala orang yang menganggu tidurnya adalah orang yang sangat dirindukanya.


"Loh kok udah pulang, katanya besok," ucap Kirana.


"Hehe, maaf Mas boong," jawab Kevin sambil kembali mencium kening Kirana. Kirana pun meminta tangan Kevin dan menciumnya.


Duh kalian udah ga malu malu lagi ya."Bapak kapan dateng?" tanya Kirana.


"Dijemput siapa?" tanya Kirana karena dia tau ga mungkin pak Sukri yang jemput, sopir pribadi mereka ini kan kalau sore pulang.


"Dianter temen," jawab Kevin singkat. Kirana menatap mata itu, Kirana tau jika mata itu bukan hanya memancarkan cinta tapi juga nafsu yang membara. Seolah hendak melahapnya. Kirana tertawa renyah.


"Loh kok ketawa, apanya yang lucu?" tanya Kevin.


"Enggak mungkin hanya perasaan Kirana saja," jawab Kirana.


"Memang perasaan Bunda ngomong apa?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Bapak pasti laper, mari makan Rana siapkan," jawab Kirana seraya bangkit dari pembaringanya. Kevin tau kalau Kirana hendak menghindar darinya.


"Bunda tunggu!" pinta Kevin, Kirana pun menoleh.


"Apa?" tanya Kirana.


"Ini bunga buat Bunda, Selamat ulang tahun istriku," ucap Kevin. Mata Kirana terbelalak tak percaya. Usianya kini sudah menginjak angka ke 20 tahun, tapi jujur baru kali ini ada yang mengucapkan selamat padanya. Berarti Kevin adalah orang pertama yang melakukan itu.


"Kok Bapak tau?" tanya Kirana dengan senyum manisnya.


"Tau dong pas waktu mau urus surat nikah Mas ada baca biodata kamu," jawab Kevin apa adanya, pria tampan itu langsung meraih tubuh istrinya dan mengecup pipi mulus itu.


"Happy birthday ya istriku, semoga kamu sehat terus. Bisa terus nemenin Mas dan Sena. Dan adek adeknya Sena nanti," ucap Kevin.


Kirana kembali tersenyum, matanya berkaca kaca. "Loh kok nangis?" tanya Kevin.


"Bapak tau, bapak adalah orang pertama yang memberi selamat atas kelahiranku. Bagaimana aku tidak menangis pak. Ini mengharukan," jawab Kirana jujur. Kevin membelalakan matanya tak percaya.


"Jangan sedih sayang, mulai ulang tahunmu yang sekarang dan seterusnya aku akan selalumemberimu selamat dan doa terbaik heemm, oia Mas ada hadiah lagi buat bunda," ucap Kevin. Dia pun merogoh kantongnya dan menyerahkan kotak berwarna merah tua pad asang istri.


"Apa ini Mas?" tanya Kirana.


"Buka aja," pinta Kevin.


Kirana pun membuka kotak kecil itu, Kirana hanya tersenyum melihatnya. Kirana memang aneh, tidak seperti wanita pada umumnya yang dikasih berlian pasti tertawa girang. Lah ini cuma tersenyum dan mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


Kevin hanya mengaruk alisnya yang tak gatal. Rasanya kejutanya tak berpengaruh apa apa buat Kirana.


Bersambung...


__ADS_2