SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Kabar Duka


__ADS_3

Sore itu dibutik...


Rana mendapat kabar yang mengejutkan dari bik Sum bahwa Sena, bu Risma dan juga pak Yosan mengalami kecelakanan.


Rana diminta bik Sum segera ke Rumah sakit karena keadaan mereka sangat kritis.


Dengan sepeda motornya Rana pun segera tancap ga ke Rumah sakit yang maksud bik Sum.


Sesampainya dirumah sakit Rana langsung menuju ruangan yang dimaksud bik Sum, betapa shocknya Rana mengetahui bahwa nyawa kedua orang tua yang mengasuh Sena selama ini tak dapat diselamatkan.


"Non Rana," ucap bik Sum sambil menggendong tubuh gadis munggil yang selamat dari kecelakaan tragis yang menimpa pak Yosan dan bu Risma, bik sum menangis menjadi jadi ketika Rana datang.


"Kenapa bik, mana pak Yosan dan bu Risma?" tanya Rana.


"Dokter tak dapat menyelamatkan nyawa ibu sama bapak non," ucap Bik Sum sambil kembali menangis, Sena yang belum mengerti apa apa itu pun hanya diam digendongan bik Sum, Rana tertunduk lesu dan menjatuhkan tubuhnya dikursi didepan ruang ICU dimana jenazah pak Yosan dan bu Risma berada.


"Ya Allah bik bagaimana bisa begini, tadi pagi mereka terlihat bahagia, mereka tadi pagi baik baik saja bahkan tak ada firasat apapun," ucap Rana masih dalam suasana hati tak menentu.


Tak lama Rana melihat Kevin datang bersama beberapa dokter yang mengawalnya, Kevin sama sekali tak menyapa Rana, bik Sum apa lagi Sena, dia langsung masuk kedalam ruangan dimana jenazah orang tuanya berada.


Terdengar tangisan penyesalah Kevin, dia merasa menyesal karena selama ini dia masih marah pada kedua orang tuanya.


"Ma, pa maafin Kevin ma, bangun ma pa Kevin sama siapa ma pa kalau kalian pergi," ucap Kevin dalam tangisnya.

__ADS_1


Rana mengambil Sena dari gendongan bik Sum, gadis cilik yang lugu ini masih bingung dengan apa yang terjadi.


"Oma sama opa kenapa bunda, kenapa om nangis?" tanya Sena.


"Oma sama opa udah dipanggil sama Allah sayang, sekarang oma sama opa udah bobo ga bisa bangun lagi," jawab Rana berusaha memberi pengertian yang bisa diterima gadis seusia Sena.


"Lalu kalau oma sama opa bobok teyus Sena nanti sama siapa?" tanya Sena selugu mungkin, Ya Allah apa ini kenapa engkau memberikan cobaan seberat ini pada gadis cilik yang masih lugu ini.


"Nanti bunda sama bik Sum yang jagain Sena ya, Sena jangan takut oke," ucap Rana menenangkan Sena, Sena masih saja terlihat bingung dengan apa yang menimpa keluarganya.


Rana yang menggendong Sena dan bik sum mengikuti para perawat yang membawa jenazah bu Risma dan pak Yosan diruang rawat Jenazah, para sahabat sahabat Kevin juga ikut mengawal jenazah itu.


Kevin ikut memandikan dan merawat jenazah kedua orang tuanya sebelum mereka dibawa pulang kekediaman mereka, duka mendalam dirasakan oleh duda satu anak itu.


Sena yang meringkuk dipangkuan Rana pun hanya menangis dan menangis, gadis lugu tak tau apa apa itu pun hanya memeluk lemas dipanguan bunda angkatnya.


jam 9 malam jenazah pak Yosan dan bu Risma pun dikebumikan, banyak pelayat yang merupakan relasi dan keluarga dekat maupun jauh itu pun ikut mengantarkan kepergian mereka ditempat peristrirahatan mereka yang terahir.


Dipemakaman Rana sempat melihat arwah pak Yosan dan bu Risma tersenyum padanya, Rana melihat mereka bergandengan tangan serta memeluk diri mereka sendiri seolah memberi pesan pada Rana untuk menjaga Sena, Rana pun membalas senyuman itu pertanda menyetujui permintaan mereka.


Kevin masih shock dan beberapa temanya memapahnya kembali ke dalam mobil setelah pemakaman selesai.


Sena masih saja diam tak bersuara, tubuhnya kembali lemas ketika berada dimobil.

__ADS_1


"Sena lapar?" tanya Rana, Sena hanya menggeleng.


"Sena ngantuk?" tanya Rana lagi, Sena kembali menggeleng.


"Sena jangan takut ya kan ada bunda yang jagain Sena," ucap Rana, Sena kembali menutup rapat mulutnya, meskipun Sena masih kecil tapi dia sudah mulai tau apa itu kembali kesisi Allah, apa itu bobo ga bangun lagi, karena barusan dia menyaksikan sendiri ketika peti jenazah kedua orang tua yang menjaga nya telah dimasukan kedalam tanah dan ditutup.


"Sena nakal ya bunda makanya Allah ambil opa sama opa Sena?" tanya Sena tiba tiba.


"Enggak siapa bilang, Sena anak baik kok, emang tadi oma sama opa sama Sena mau kemana?" tanya Rana.


"Sena ajak mereka beli mainan bunda," jawab Sena lugu.


"Iya ga papa, semua sudah diatur oleh Allah sayang, ini bukan salah Sena heemm yang penting Sena sekarang harus rajin doain Oma sama Opa supaya mereka ditempatkan disurga nya Allah oke," ucap Rana mencoba mengobati jiwa anak yang tak bersalah ini.


"Bunda jangan pergi ya, Sena mau sama bunda," ucap Sena.


"Iya sayang, bunda kan janji mau jaga Sena sampai Sena tumbuh besar," jawab Rana berusaha mengerti apa yang ditakutkan anak ini.


"Sena sekarang sendirian bunda," ucap Sena, Ya Allah apa ini kenapa melihatnya seperti ini lebih menyakitkan dibanding dia mengetahui fakta bahwa ibu dan saudara nya pergi meninggalkannya.


"Enggak sayang, ada bunda disini buat Sena ya, Sena jangan takut sini nak peluk bunda," ucap Rana.


"Ya Tuhan, kuat kan aku untuk menjaga titipanmu ini Ya Tuhan." doa Rana dalam hati.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2