SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Jadi Model


__ADS_3

Sebulan kemudian...


Sena sama sekali tak pernah mengeluh meski setiap hari Rana membawanya berkendara, Rana bersyukur Sena tak memiliki fisik yang lemah, Sena juga sangat menikmati kehidupannya saat ini.


Malam itu Rana dan ketiga teman nya yang kerja dibutik itu diharuskan lembur, soal nya mereka harus memasang payet dan menjahit beberapa kebaya yang harus selesai malam ini juga.


"Kiran, mana Sena?" tanya bu Lusi.


"Itu bu, dia bilang ngantuk dia mau bobo dulu, saya suruh baring aja disofa," jawab Rana sambil menunjuk kearah Sena.


"Ooo, ya udah, eh Kiran boleh ga seandainya aku pakek putrimu ini jadi flower girl (penabur bunga diacara resepsi pernikahan, biasanya berada didepan pengantin), dia cantik banget lo pasti menggemaskan," tawar bu Lusi.


"Waduh bu nanti kalau saya dituduh ekploitasi anak gimana," jawab Rana sambil bercanda.


"Dia cuma mengantar pengantin masuk ke pelaminan aja lo Ran, sambil bawa bunga dan menaburkannya gitu eh lumayan honornya buat dia beli baju," jawab bosku sambil bercanda.


"Saya ma tergantung anak nya bu, kalau misalnya mau ya ga papa," jawab ku.


"Kita coba besok ya, nanti kita tanya tanya," ucap bosku.


Kedua temanku yang ada disampingku pun malah mendukung ide bosku, "Eh Ran lucu kali ya Sena pakek gaun putih membawa buket bunga dan berjalan dikarpet merah," ucap Fitri teman Rana, Rana pun membayangkan pasti putrinya itu akan terlihat menggemaskan jika seandainya mau.


"Iya kali ya, tapi biarlah anak nya sendiri besok yang jawab," ucapku, aku tak ingin memaksakan apapun pada Sena, yang aku mau hanyalah kebahagiaan dan juga dia tak merasakan kekurangan suatu apapun.


....


Keesokan harinya aku pun membangunkan putri cantiku, "Bunda kita dimana ini?" tanya Sena ketika membuka matanya.


"Kita masih dibutik sayang, semalem bunda lembur," jawab ku.


"Hemm, Sena mau pipis bunda," ucap nya, aku pun menggendong dan membawanya kekamar mandi.


Sena bukan gadis cilik yang manja, dia sudah bisa berfikir dewasa menurutku, mungkin keadaanlah yang membuatnya bersikap seperti ini.


Sena langsung meminta mandi karena dia tahu sehabis ini aku harus bekerja lagi, dan dia tak pernah bilang bosan jika menungguku bekerja, bosku juga sangat baik, sejak aku membawa Sena bekerja dibutik dia pun memberikan satu lagi kasur khusus untuk Sena, dia juga memasang tivi dan dvd untuk Sena nonton jika jenuh, bu Lusi juga beberapa kali membelikan Sena mainan.


"Sayang, kamu pernah ikut kepernikahan ga?" tanya ku sambil memakaikan baju untuknya.


"Belum pernah bunda, Sena kalau pelgi (pergi) suka nanis (nangis) jadi oma sama opa ga mau bawa bawa Sena," jawab nya, oia sebelum nya kan dia selalu takut dengan apa yang dilihatnya.


"Perasaan Sena udah ga pernah lihat begituan ya?" tanya Rana.


"Lihat bunda semalam ada yang berdili (berdiri) dibelakang bunda," jawab nya jujur, sebenernya aku juga tau tapi aku hanya mengetes dia saja.


"Loh kok ga nangis, kan yang semalem serem," jawab ku.


"Enggak kan sekayang (sekarang) ada bunda yang bisa mayah( marah) meyeka(mereka)," aku pun tersenyum mendengar jawaban putri cantik ku, Aku menyisir rambutnya dan menguncirnya satu serta memberikan asesoris bunga sehingga dia terlihat lebih manis.

__ADS_1


Tanpa sengaja aku malah mengingat pria pemarah tak punya hati itu, bagaimana dia bisa setega itu membuang anak cantik ini, bahkan dia tak mau mengakui bahwa anak ini adalah anak kandung nya.


"Maem yuk, mau suap apa maem sendiri?" tanya ku.


"Maem sendili( sendiri) bunda,"jawab nya, aku pun membawanya duduk disofa dan memberikan nya sepiring nasi, teman teman kerjaku udah pada dateng, mereka juga sangat menyukai Sena bahkan tak jarang mereka juga membawakan Sena jajanan, membuat Sena betah berada ditenga tengah kami.


"Halo morning semua," sapa bu Lusi pada kami, dia terlihat semringah.


"Pagi bu Lusi," jawab ku.


"Hay Sena cantiknya onty," sapa bu Lusi sambil mengelus dagu Sena, Sena hanya tersenyum karena didalam mulutnya penuh nasi.


"Gimana Kiran dia mau ga?" tanya bu Lusi.


"Belum saya tanya bu, coba ibu tanya sendiri," ucapku.


"Oke deh," jawab bu Lusi kemudian dia pun duduk disamping Sena.


"Sena, onty mau minta tolong sama Sena, Sena mau ga!" rayu bu Lusi.


"Tolong apa onty?" tanya Sena, bu Lusi pun membuka aplikasi diponselnya dan menunjukan rekaman video seorang gadis cilik yang menaburkan bunga diacara pernikahan.


"Sena mau ga jadi kayak gini?" tanya bu Lusi lagi, Sena menatap heran kearah bu Lusi.


"Tapi Sena ga punya baju begituan onty," jawab Sena lugu, Bu Lusi tersenyum karena ada sedikit celah kira kira Sena mau.


"Nanti baju nya onty pinjemin, bunda kan bisa bikin beginian," jawab Bu Lusi lagi.


"Beneran Sena mau?" tanya bu Lusi lagi.


"Mau, tapi bunda ikut," jawab Sena lagi.


"Oiya, bunda pasti ikut onty juga ada, nanti onty foto foto Sena, nanti Sena senyum yang cantik ya pas naburin bunga begitu," rayu bu Lusi lagi.


"Iya deh, kayak gini ya onty senyum nya," Sena pun mempraktekan bagaimana nanti harus tersenyum.


"Yes begitu, duh inces onty kamu emang imyut," jawab Bu Lusi sangking gemes nya pada Sena, hari itu juga bu Lusi mengajari Sena bagaimana berjalan dikarpet merah dan cara menaburkan bunga serta mengimbanginya dengan senyuman.


Sena ternyata menikmatinya, dia antusias balajar sebagai model, biarkanlah kalau dia suka aku pun akan mendukungnya, selama itu positif.


....


Pengalaman pertama Sena berhadapan dengan publik.


Aku mendandani putriku dengan gaun bikinan ku sendiri, dia terlihat sangat cantik bahkan kedua mempelai pengantin itu terkagum kagum dengan Sena.


"Mbak dia anakmu?" tanya mempelai wanita.

__ADS_1


"Iya mbak," jawab ku.


"Sumpah cantik banget, imut menggemaskan," jawab nya.


Aku hanya tersenyum, antara sedih dan senang, sedih karena aku mengingat kebodohan pria kejam itu dan senang ternyata Sena banyak yang menyukainya.


"Bunda sini," panggil Sena.


"Sebentar ya mbak," ucapku meminta ijin mendekati putriku.


"Kenapa sayang?" tanyaku.


"Sena cantik ga bunda?" tanya nya.


"Cantik sayang, pakek banget kakak pengantinya aja suka sama Sena, nanti kalau ada yang mau minta foto sama Sena, Sena mau ga?" tanya ku.


"Mau bunda,"


"Senyum ya," ucapku.


"Oke," jawab nya, Duh ana ini dia memang menggemaskan sekali, aku bahagia memilikimu putriku batin ku.


Tugas pertama Sena lolos dengan baik, bu Lusi tertawa penuh kebanggaan pada Sena," Hay flower girl u the best baby," ucap nya, Sena tersenyum malu malu, bu Lusi memangku Sena dan menunjukan videonya ketika berjalan di karpet dan melaksnkan tugasnya.


"Sena cantik ya onty,"


"Cantik pakek banget, nanti kapan kapan kalau onty minta tolong lagi mau ga?" tanya Bu Lusi.


"Mau onty," jawab Sena.


"Beneran?"


"Yes onty,"


"Oke, tos dulu dong," ucap bu Lusi seolah memberikan semangat tersendiri bagi Sena.


Malam semakin larut bu Lusi pun mengantar kami pulang dengan mobilnya.


"Ran, kalau misalnya ada event event aku mau pakek Sena jadi model boleh ga?" tanya bu Lusi.


"Saya ma tergantung anak nya bu, asal dia enjoy," jawab ku.


"Anakmu ini berbakat lo Ran, siap siap aja kebanjiran job hahaha," ucap bu Lusi.


"Duh, kalau bikin dia kelelahan jangan bu kasihan dia masih kecil, kalau sebulan sekali boleh lah," jawab ku.


"Ya coba nanti kalau pas ada aku kasih tau kamu," jawab bu Lusi.

__ADS_1


Bu Lusi pun menurunkan kami didepan gang, aku menggendong putriku yang sedari tadi tertidur, dia terlihat manis sekali ketika terlelap, dan aku menyukainya.


Bersambung...


__ADS_2