
"Bapak mau makan?" tanya Kirana sambil mengelus perut suaminya.
"Iya sayang Mas laper," jawab Kevin, Kirana pun tersemyum dan mengandeng suaminya berjalan menuju dapur.
Kevin sangat manja kali ini. Dia sangat suka jika Kirana tak memakai hijabnya. Kirana sangat cantik dan mungil menurutnya. Semua yang Kirana miliki membuatnya ingin memakanya. Entah kenapa nafsu Kevin selalu memuncak jika berdekatan dengan Kirana.
Saat sampai di dapur Kirana menggulung rambutnya asala asalan hingga memperlihatkan tengkuk yang indah di mata Kevin.
"Mau makan apa?" tanya Kirana. "Mau makan kamu," bisik Kevin sambil memeluk manja istri cantiknya. Kevin pun membenamkan wajahnya ditengkuk itu. Bahkan dengan nakalnya Kevin pun memberikan kecupan nakal berkali kali disana. Tentu saja Kirana merinding diperlakukan seperti ini.
Kevin sedikit memutar kepalanya dan memaksa Kirana untuk menyambut sentuhan bibirnya. Kevin tak mau melepaskan kesempatan ini. Dilahapnya bibir yang menurutnya manis ini.
"Bun, balik ke kamar aja yuk," bisik Kevin.
"Kumat dah mesumnya," jawab Kirana.
"Biarin, Mas kan ga mau boong Mas ga tahan sayang," jawab Kevin. Kirana malah tertawa.
"Makan dulu," balas Kirana. Kevin memanyunkan bibirnya. Kirana hanya tersenyum lucu.
Astaga kenapa pria aneh ini, pikiranya tak lain. gerutu Kirana dalam hati.
Kirana terus melakukan aktifitasnya meskipun Kevin terus menempel padanya.
"Nah udah mateng, mari makan dulu," ajak Kirana. Kevin pun melepaskan pelukanya dan duduk manis dimeja makan.
"Bunda ga makan?" tanya Kevin, Kirana tersenyum dan menggeleng.
"Bunda udah dapet kabar belum soal ibuk?" tanya Kevin.
"Belum, yang hari itu Rana inbox ga dibales," jawab Kirana.
"Kakaknya bunda cewek kan y?" tanya Kevin.
"Iya?"
"Namanya siapa bun?"
"Nama lengkapnya bunda ga tau tapi kalau panggilanya kak Nada," jawab Kirana.
"Kok bisa ga tau bun, kan kakaknya?" Kevin heran, aneh kan masak kakaknya ga tau namanya.
"Kami jarang ketemu, kan kami ga hidup bareng. Kakak ikut mbah jauh keluar pulau. pertemuan kami bisa dihitung dengan jari," jawab Kirana.
"Emang ga pernah telponan gitu bun?" tanya Kevin lagi.
__ADS_1
"Kami dulu ga ada alat yang seperti itu," jawab Kirana dengan senyum khasnya.
"Loh kok bisa," Kevin kembali kepo.
"Istrimu ini bukan anak orang ada Pak Dokter. jangankan buat beli handphone bisa makan sehari sekali aja udah syukur," jawab Kirana apa adanya. Kevin menghentikan aktifitas mengunyahnya. Ditatapnya wanita yang kini menjadi istrinya.
"Kenapa?" tanya Kirana.
"Bunda serius!" ucap Kevin.
"Serius," balas Kirana.
"Sesusah itu bun,"
"Eemmm, kalau ekonomi keluarga kami baik baik saja mungkin ibuk dan kak Nada pasti ga akan pergi ninggalin Rana dan ayah," jawab Kirana. Mata indah itu berkaca kaca seoalah memancarkan kesedihan yang tiada tara.
"Sabar ya bun," ucap Kevin.
"Insya Allah," jawab Kirana. Kevin kembali melanjutkan makanya sesekali dia juga menatap istri cantiknya yang dinilainya mempunyai banyak rahasia yang tidak dia ketahui.
Selesai makan Kevin dan Kirana pun kembali kekamar. Kirana menyiapkan baju ganti untuk suaminya, sedangkan Kevin sibuk dengan aktifitasnya dikamar mandi.
Kevin memakai baju yang disiapkan oleh istrinya. Dia melihat istrinya berbicara sendiri. Pemandangan yang sama seperti saat dia berumah tangga dengan mantan istrinya. "Astaga kenapa aku mengingatnya, apakah...?" kembali otak Kevin buntu.
"Bun, ngomong apa siapa?" tanya Kevin.
"Ama ibu Ratu," jawab Kirana. Kevin menatap tak percaya.
"Bapak duduk sini," pinta Kirana, Kevin pun menurut.
"Ulurkan tangan Bapak," pinta Kirana. Kevin pun menurut dia pun mengulurkan tanganya tak lama dia merasakan seperti ada yang menjabat tanganya. Kevin langsung menarik tangan itu. Kirana langsung tertawa pelan.
"Kenapa pak?" tanya Kirana.
"Berasa ada yang memegang tangan Mas Bun," jawab Kevin. Kirana tersenyum.
"Itu Ibu Ratu yang jaga area ini Pak, dia kasih selamat buat kita. Katanya selamat menempuh hidup baru semoga langgeng gitu tadi bilangnya," ucap Kirana masih dengan senyumannya. Suami tampanya masih tak percaya dengan apa yang barusan dialaminya.
"Orangnya masih disini Bun!" tanya Kevin.
"Bukan orang bapak, Energi," balas Kirana.
"Iya Energi, apa masih disini?" tanya Kevin merinding.
"Masih, itu duduk disamping bapak," jawab Kirana. Kevin pun merinding dia pun langsung beranjak dan memilih duduk disamping Kirana.
__ADS_1
"Bunda nakutin ah," bisik Kevin.
"Kenapa takut, kan Ibu Ratu baik, Beliau yang jaga Area ini Pak," jawab Kirana sambil memegang tangan Kevin agar suaminya ini tak berpikir macem macem.
"Kirana berharap Bapak ga nganggep Kirana gila ya. Makanya Rana kasih bapak rasa biar tau kalau Kirana ga boong dan ga mengada ada," ucap Kirana.
"Iya Bunda, Mas tau tapi bisa ga suruh dia balik," pinta Kevin.
"Bisa bentar ya," ucap Kirana. Kirana pun memejamkan matanya dan menangkupkan tanganya. Diam hening dan ahh sungguh membuat Kevin merinding. Niatnya mau kasih istrinya kejutan malah dia yang dapet kejutan.
Kirana membuka matanya dan berbalik menatap Kevin tang ketakutan.
"Mas kenapa?" tanya Kirana heran.
"Bun, itu tadi seriusan,"
"Astaga ditanyain lagi."
"Bun, kalau hal begituan jangan dibawa kekamar dong," pinta Kevin.
"Mereka ga punya dimensi dan waktu pak, kita ga bisa nglarang mereka mau menampakan diri dimana," jawab Kirana. Kevin memeluk takut pada Kirana.
"Udah, Beliau udah pulang kerumahnya. Tidur Yuk," ajak Kirana.
Kevin terus memegang baju Kirana, rasa merinding masih dia rasakan. Kevin malah memeluk Kirana seperti anak yang butuh perlindungan dari ibunya.
"Bapak kenapa?" tanya Kirana.
"Bunda nakutin ah," ucap Kevin.
"Nakutin gimana sih, kan sebelum ini Bapak udah tau kan. Bahkan Rana kenal Sena juga gara gara hal beginian kan," ucap Kirana.
"Iya tapi serem Bun ah," balas Kevin.
"Ya enggak lah, buktinya Sena aja udah ga takut sekarang," ucap Kirana. Kevin mendongkakkan kepalanya.
"Bun, Mas ini Dokter bun pikiranya ga nyampek kalau diajak bahas hal begituan," ucap Kevin.
"Ya kan sekarang udah paham. Tergantung bapak percaya apa ga atau bapak masih mau nolak," goda Kirana.
"Ahh, ga tau lah Bunda. Mas tadi semangat itu tapi sekarang ga pengen bunda," gerutu Kevin.
Kirana malah tertawa mendengar gerutuan suaminya. Lucu sekali suamiku. Rencana Kevin seketika gagal oleh hal yang tak masuk akal. Kirana memeluk manja suaminya tak dipungkiri sebenarnya dia juga sudah siap hanya takut jika dia duluan yang memulainya.
Bersambung....
__ADS_1