SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Dapat Saudara Baru


__ADS_3

Sena terlihat sangat bahagia menikmati liburannya. Ini adalah pertama kalianya dia pergi ke Zoo. Kevin pun ikut merasakan kebahagiaan putrinya. Beningnya pancaran sinar mata Sena menunjukan betapa anak itu mendambakan kasih sayang orang tuanya.


"Bun, Mas bahagia," bisik Kevin di telinga istrinya.


Kirana pun menoleh ke arah suami anehnya. Senyum juga mengembang di wajah ayu itu. Bulu mata lentik Kevin tiba tiba menjadi daya tarik tersendiri buat Kirana.


"Kenapa Bun?" tanya Kevin heran.


"Ternyata suami kakakku tampan," jawab Kirana asal, candaan dan celetukan Kirana memang selalu bisa membuat Kevin gemas.


"Jangan menggodaku Lituhayu Kirana. Ini tempat umum adek iparku," balas Kevin. Kirana pun tertawa pelan dan membekap mulutnya sendiri agar Sena tak meyadari ibu bapaknya sedang bercanda tak mutu.


"Emang kenapa kalau di tempat umum kakak ipar, kan nggak ada yang larang. Semua tulisan di mari cuma dilarang buang sampah sembarangan, jangan berikan makanan pada binatang, dilarang pacaran nggak ada," jawab Kirana. Kevin tak percaya bahwa Kirana akan mengucapkan kata terahir itu.


"Ooo, kode ni!" balas Kevin.


"Kode apa sih Pak Dokter," Kirana makin bersemangat menggoda suaminya.


"Ck ... ngajak pacaran ya," bisik Kevin persis di telinga Kirana, bahkan pri tampan itu berani mengecup pipi Kirana di tempat umum.


"Dih ... Mas malu," bisik Kirana.


"Nggak pa pa dikit doang nggak ada yang perhatiin ini," jawab Kevin.


" Ya ampun dasar pria tua," umpat Kirana. Kevin sangat suka jika Kirana meledeknya seperti itu.


"Tapi aku tampan kan Bun, banyak lo dokter dokter koas di rumah sakit yang suka curi curi pandang ama dokter pembimbing mereka ini!" pancing Kevin dengan sikap yang sedikit genit. Kirana menghindari tangan Kevin yang ada di pinggangnya.


Kirana merajuk, dia pun memilih berdiri di sebelah Sena dan meladeni setia pertanyaan Sena. Kevin tersenyum dia tahu kalau Kirana cemburu.


"Bunda cantik kalau cemburu gitu," bisik Kevin, masih suka menghoda istrinya.


Kirana melirik suaminya dengan lirikan kesal membuat Kevin makin semangat menggodanya.


"Bun, Mas ada undangan ke Jepang minggu depan. Mau ikut nggak?" tanya Kevin. Kirana malas menjawab hatinya masih kesal.


"Beneran nggak mau ikut. Ya udah deh aman kalau Bunda nggak ikut. Kan mayan bisa ngecengin cewek cewek sana," tambah Kevin.


"Coba aja kalau Mas berani main api. Kirana bakalan suruh sahabat sahabat Kirana buat gangguin kalian. Pengen tahu Kirana gimana ya reaksi mereka lihat pocong, lihat kuntilanak, lihat hantu nggak ada kepala. Pasti menyenangkan!" balas Kirana dengan senyum licik penuh kemenangan. Seketika mental Kevin menciut. Kevin lupa jika istrinya punya senjata yang tak biasa.


"Bun ... jangan nakutin napa," Kevin memohon.

__ADS_1


"Bunda sih nggak nakutin. Hanya mengeluarkan sejata sesuai kebutuhan aja. Eh ... Mas ngomong ngomong berapa anak koas yang suka lirik lirik Mamas. Kayaknya mereka juga perlu dikasih pelajaran ni. Kasih info dong mereka tinggal dimana?" kembali Kirana melancarkan ancaman halusnya. Kevin tak berkutik, Mas Bro satu ini kalah telak.


"Ck ... nggak Bunda, Mas hanya bercanda. Mas hanya milikmu seorang istriku. Percayalah!" rayu Kevin sambil memeluk manja tubuh istri kecilnya. Kirana pun tertawa, ancaman halusnya sungguh mampu membuat Kevin ketakutan.


Sena yang mendengar tawa bundanya pun bertanya ," Ada apa Bunda?" tanya Sena.


"Itu lo sayang koala nya imut. Suka Bunda," jawab Kirana asal. Padahal dia menertawakan suaminya yang saat ini sedang memohon ampun padanya.


Kevin kembali melirik gemas pada istrinya.


" Jahatnya Bunda, Mas dikatain kayak koala," ucap Kevin, Kirana membalas lirikan itu dengan senyuman yang mengemaskan.


"Lain kali jangan meremehkan orang lain makanya," ucap Kirana.


"Enggak Bunda, mana ada Mas ngremehin Bunda sih!"


"La tadi mau main api, mentang mentang istrinya kecil masih belia, imut gini mau dikadalin. Belum tahu aja kalau istinya punya pasukan hahaha," jawab Kirana, rasanya baru kali ini Kirana bisa membalas kejahilan Kevin, dan menang. Astaga menyenangkan sekali.


Obrolan mereka terganggu kala Sena menangis karena berantem dengan pengunjung lain.


"Bunda!!!" panggil Sena sambil menangis.


Kirana dan Kevin segera berlari mendekatin Sena.


"Dia duluan dorong saya Tante Om!" jawab anak itu berusaha membela dirinya.


"Tapi dia nginjek kaki anak itu Bunda, dan Sena dorong. Maaf Bunda!" ucap Sena.


Mendengar keributan kedua orang tua anak laki laki itu pun datang.


"Ada apa ini?" tanya ayah anak itu.


"Anak ini menuduh Raka nginjek gadis kecil Pap, padahal Papi lihat di sini hanya ada Raka dan Dia," jawab Raka kembali membela dirinya sekaligus memberikan bukti bahwa dia tak bersalah.


"Sebentar Pak Bu, saya akan coba jelaskan," ucap Kirana, berusaha mau menjelaskan kronologi yang dia tangkap.


"Jadi begini ... putri saya ini sedikit peka. Dia bisa melihat dan berinteraksi dengan mahluk lain selain kita. Dan tadi memang tak sengaja putra Bapak dan Ibu memang menginjak Dia (Kirana memberi tanda dengan menggerakan dua jari tangannya pada mereka). Bahkan anak yang putri saya maksud juga ada di sini. Dia menangis kesakitan Bapak Bu. Sekarang gadis cilik itu ada persis di belakang saya dan memegang baju saya," jawab Kirana. Orang tua anak itu pun saling menatap dan terlihat bingung. Ini sungguh tak masuk akal.


"Tunggu Bu, mohon maaf tapi kami sedikit bingung (pria itu tersenyum sambil menggaruk alisnya yang tak gatal). Secara pribadi saya percaya dengan hal seperti itu. Tapi kalau ketemu dengan seseorang yang peka baru kali ini. Bahkan ini ibu dan anak sama sama bisa," ucap Pria itu antara percaya apa kagum otor (penulis) belum tahu.


"Mungkin ini mustahil bagi Bapak dan Ibu. Awalnya saya pun tak percaya Pak, Bu. Tapi saya yakin kalau yang diucapan anak dan istri saya adalah bemar. Bahkan mereka sampai membuktikan ucapan mereka. Mereka sering kompak walaupun tak berada diwaktu yang bersamaan. Contohnya barusan, kejadian dorong-dorongan tadi kan di sini. Sedangkan saya dan istri saya sedang di depan kandang koala itu," Kevin berusaha menjelaskan apa yang dia rasa dan ketahui tentang Kirana dan Sena.

__ADS_1


"Sungguh Pak, ini adalah pengalaman pertama kami bertemu dengan hal hal mistis seperti ini. Mohon maaf apakah gadis xx itu masih ada di sini?" tanya pria itu.


"Ada Om, sekarang di sebelah tante," jawab Sena.


Kirana tersenyum, sedangkan Ibu anak itu tambah merinding dan langsung memeluk erat tangan suaminya.


"Dia suka warna baju ibu katanya," tambah Kirana.


"Dia bilang begitu?" tanya Ibu anak itu.


"Iya Bu, sebentar ... Sena coba Sena tanya dia mau apa?" suruh Kirana. Sena pun mendekati gadis xx itu dan berbicara padanya. Mereka hanya diam dan menunggu. Lucu dan aneh melihat Sena mengobrol sendiri tapi terlihat asik.


"Abang ... minta maaf," suruh Sena pada Raka. Raka pun bingung, minta maaf sama siapa nggak ada siapa siapa. Sena geram, dia pun membuna suaranya lagi. "Abang, minta maaf!" suruh Sena lagi. Raka meilhat kedua orang tuanya.


Ayah anak itu pun menganggukan kepalanya agar menurut.


"Ih, Abang lama," ucap Sena geram. Sena pun langsung menarik tangan Raka dan mengarahkan ke arah tempat kosong.


"Eh ..." ucap Raka terkejut.


"Kenapa Bang?"tanya Sena.


"Kok dingin?" tanya Raka. Sena dan Kirana tertawa. Yang lain hanya heran dan bingung.


"Raka bilang apa tadi?" tanya ibu anak itu.


"Tangan Raka dingin Mom," jawab Raka. Ibu dan Ayah anak itu pun kembali terheran heran, tapi mereka mulai percaya dengan apa yang kali ini mereka alami.


"Ini luat biasa Pak, terus terang kami heran, bingung tapi kami percaya," ucap Ayah anak itu.


"Ya begitulah Pak, awalnya saya juga sempat memarahi mereka, karena saya kan Dokter. Jadi saya selalu bermain dengan hal hal logis. Kalau yang mereka bisa kan nggak logis," jawab Kevin menjawab rasa penasaran kedua orang yang mereka temui.


"Bapak Dokter, wah ... kenalkan nama saya Deka dan ini istri saya Arti. Yang tampan ini Abang Raka namanya," jawab Pak Deka memperkenalkan anggota keluarganya.


"Wah Bun, kita dapet keluarga baru. Nama saya Kevin Pak, ini istri saya Kiran dan itu gadis cantik itu Sena namanya," balas Kevin memperkanalkan anggota keluarganya.


Mereka pun memutuskan saling mengenal sambil dan memperbincangkan banyak hal. Sepertinya keluarga Pak Deka sangat tertarik dengan keunikan keluarga ini.


Bersambung...


CA, " Tim Impian Deka pasti udah tahu dong siapa mereka yang belum tahu silakan kepoin keuwuan Arti dan Deka di rumah mereka sendiri. Semoga 🦂🤩."

__ADS_1



__ADS_2