SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)

SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)
HARI BAHAGIA DEVANA DAN GEGE


__ADS_3

Devana cantik sekali ketika keluar dari kamar pengantin setelah MC mempersilakan sang mempelai wanita agar segera keluar dan duduk di kursi pelaminan.


Demian dan Surya Abdi yang mengapit Devana ternganga beberapa saat melihat tante mereka yang cantik jelita.


Ternyata kemampuan Zahira dalam memake over wajah Devana tak dapat dipandang sebelah mata.


Devana terlihat bagaikan bidadari khayangan yang turun ke bumi. Begitu cantik berkat polesan kelihaian jemari Zahira.


Semua terpana, semua terpesona. Devana diapit dua pria tampan, mendapatkan perhatian luar biasa dari para tamu undangan yang hadiri acara ijab kabul.


Gege alias Satria tak dapat menyembunyikan tatapan kekagumannya pada perempuan yang sebentar lagi sah jadi istri secara hukum dan agama.


Mereka memang telah melakukan pernikahan secara siri sebulan lebih yang lalu. Ini adalah prosesi nikah resmi serta resepsinya yang digelar cukup mewah.


Gege dan Devana saling pandang. Satria juga menatap mesra wajah Akila yang berdiri cukup jauh karena gadis imut itu sedang jadi pagar ayu di meja prasmanan.


Hanya Demian yang bersedih. Ia menoleh pada Zahira, namun perempuan itu seperti membuang muka tak ingin bertatapan dengan Demian. Hhh...


Ijab kabul Gege berjalan hikmad.


Devana tersenyum bahagia ketika para saksi dan wali hakimnya mengucap kata sah yang artinya mereka berdua telah resmi sebagai pasangan suami istri yang diakui negara, bangsa dan agama.


Para kerabat, sahabat dan tamu undangan termasuk kedua orangtua Demian, Surya Abdi yang juga turut hadir menyaksikan ijab kabul Satria Devana bertepuk tangan bahagia.


Seluruh doa terbaik untuk kebahagiaan kedua mempelai terdengar dari para tamu undangan.


Bahkan Anton Lee turut hadir memberi restu pada mantan istri sepupunya itu yang kini telah menikah lagi.


Ericko Putra juga terlihat bahagia. Mamanya kini resmi menjadi pasangan istri dari Papa angkatnya yang dulu begitu arogan.


Devana terharu, sampai meneteskan air mata di kedua kelopaknya.


Kisah hidupnya yang bagaikan cerita sandiwara membuat ia sesekali menyusut pelan butiran yang meleleh dipipinya.


Ini pernikahan kedua. Dan Deva harap akan jadi yang terakhir untuk selamanya.


Bagaikan mimpi rasanya. Pria yang mengajaknya kerjasama menikah kontrak dengan Deva diawal jumpa, kini benar-benar resmi jadi suaminya.


Kehidupan mereka yang di awal tak banyak interaksi manis bahkan terkesan garing dan tak berkesan pada akhirnya berlabuh pula di pelaminan.


Ada jasa dari Akila dan Surya Abdi sampai keduanya bisa berakhir di pelaminan seperti ini. Dan keduanya kini sedang terlihat bercanda sambil tertawa disudut ruang pesta yang indah.


Lantunan lagu Christina Perri 'A Thousand Years' semakin membuat syahdu suasana yang menghangat.


Semua tamu berbahagia menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah. Tampak Bunda Anne serta Mama Nani dan juga Papa Indra sudah menempati kursi mereka di pelaminan menemani sang Raja dan Ratu sehari itu.


I have died every day waiting for you


Darling, don't be afraid

__ADS_1


I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


^^^Time stand still^^^


^^^Beauty in all she is^^^


^^^I will be brave^^^


^^^I will not let anything take away^^^


^^^What's standing in front of me^^^


^^^Every breath, every hour has come to this^^^


One step closer...


Para tamu sebagian menyalami pasangan cantik dan tampan yang berbahagia itu. Termasuk Anton Lee sambil memangku si tampan Coco.


"Deva..., kalau Coco sudah lebih dewasa, izinkan menginap di rumahku juga ya?" pintanya dengan suara sedikit meresahkan Gege Satria.


"Maaf, Bung! Tolong kondisikan kemanjaanmu pada istriku! Devana kini adalah istriku. Jangan sok-sok merajuk manja cari perhatian Devana, Oke?" tegur Gege membuat beberapa orang yang mendengar ikutan tertawa termasuk Papa dan Mama angkatnya.


"Dih! Dia itu adalah adikku! Jangan cemburu!" timpal Anton dengan mulut mencucut.


"Ya. Adik ketemu gede. Bisa-bisanya ngaku adik padahal ada rasa!" sindir Gege membuat Deva mencubit pinggang sang suami karena tamu yang hadir mulai memperhatikan interaksi lucu mereka.


Anton Lee ikut tertawa senang. Ia bisa membuat Gege jauh lebih terbuka mengungkapkan kecemburuannya jika dirinya mendekati Devana. Tiba-tiba ia seperti melihat wajah Gege yang berubah menjadi wajah Chandra Putra. Pucat seketika wajah Anton Lee.


Chandra! Semoga kamu kini tenang di alam sana. Istrimu kini sudah menemukan kebahagiaan baru. Seorang pria baik yang bertanggung jawab dan mencintainya setulus hati telah menyuntingnya. Aku senang. Aku turut bahagia. Jangan khawatir! Aku akan selalu memantau buah hatimu sampai besar. Dan Coco-lah yang akan jadi penerus kejayaan keluarga kita di masa depan. Percayalah! Di mataku, terlihat Coco yang hebat akan memimpin perusahaan kakek kembali seperti dulu kala.


Gege merangkul tubuh Devana sembari mengambil Coco dari gendongan Anton Lee.


"Kita akan bahagia selamanya, Sayang! Pasti!" bisiknya pada Devana.


Gege benar-benar bahagia dan takut kehilangan sang istri. Kebucinannya kini kian tampak. Semakin membuat gemas para tamu dan kerabat yang melihat langsung keromantisan keduanya.


Devana menyuapi Gege sesekali ketika makan karena sang suami tengah memangku buah hatinya.


Mereka tak pedulikan beberapa tamu yang kasak-kusuk menghibah kelucuan mereka di pelaminan.


Kini keduanya telah mendapatkan kebahagiaan yang selama ini mereka idamkan. Pasangan yang baik, rumah tangga yang harmonis, orangtua yang memberi restu serta doa untuk kebahagiaan mereka sampai akhir hayat. Itu impian keduanya.




............

__ADS_1


Surya Abdi semakin memepet Akila yang kian mempesonakan.


Khayalannya segera melepas masa lajang seusai Gege dan Devana menikah harus ditangguhkan beberapa waktu lagi sampai Akila tepat berumur dua puluh tahun.


"Ge! Kenapa sih, lama betul aku harus menahan hasrat dijiwa ini untuk naik pelaminan bersama Akila? Izinkanlah, Kak! Please, come on!" rajuknya dengan penuh pengharapan.


"Kau memang sudah dewasa secara umur. Tapi Akila belum cukup umur untuk mampu menyandang status ibu rumah tangga dari suami bocil macam kamu!" jawab Gege santai.


"Aih? Suami bocil? Bocil mana, aku apa kamu? Makan masih disuapin Devana?"


"Haish! Aku disuapi karena sedang gendong Coco! Dasar kau nih!"


"Aku makan gak pernah disuapin Akila! Aku juga ingin jadi suami yang siaga. Yang mencintai Akila dengan sepenuh jiwa seperti dirimu! Aku bisa membimbingnya. Perempuan umur delapan belas tahun itu sudah dikategorikan cukup untuk dinikahkan. Di desa-desa, gadis umur segitu sudah masuk kategori perawan tua!"


Gege tak hiraukan rayuan serta argumen saudara angkatnya itu. Ia hanya ingin Akila matang sampai dua tahun kedepan dan baru Gege akan menjadi wali nikahnya nanti.


Gege mengambil pelajaran dari pengalaman hidup Devana. Menikah di usia muda, rentan pada ketidak siapan mental serta psikis Akila nanti. Terlebih melihat kondisi orangtua Surya Abdi yang agak Gege ragukan dalam menuntun adik kandungnya nanti setelah menikah.


Setidaknya jika umur Akila sudah cukup, pemikiran dewasa pun seiring menjadi banyak pertimbangan setiap langkah yang diambilnya nanti.


Gege tidak ingin Akila nikah muda. Surya Abdi memang sangat mencintai adiknya. Tetapi cinta saja tak cukup kuat untuk menjaga keharmonisan rumah tangga jika tak diimbangi sifat serta sikap yang dewasa.


Apalagi mereka tidak memiliki orangtua kandung yang bisa dijadikan panutan. Hanya berpijak pada keyakinan diri sendiri serta Tuhan Yang Maha Kuasa saja.


Surya Abdi yang Gege kenal pun sifatnya masih labil dan kadang kekanak-kanakan.


Sekitar satu atau dua tahun lagi, baru keduanya akan Gege nikahkan. Itu janjinya dalam hati.


"Sabar, Yang! Maksud kak Gege baik, Kak! Setidaknya, Kila bisa melihat seberapa kuat dan besarnya cinta kak Surya menunggu sampai waktunya tiba!"


Akila berusaha memberi pengertian pada Sang Kekasih.


"Ah, justru aku ini ingin mewujudkan cintaku yang Maha Besar padamu, Yang!"


"Huss! Yang Maha Besar itu cuma Tuhan, Kak! Jangan ngomong asal, ah!" tukas Akila membuat Surya Abdi terkikik malu.


"Iya, iya. Hehehe...! Artinya aku harus lebih lama menahan sabar untuk menciummu ya, Kila!?"


"Idiiih! Otaknya mulai error!" hardik Akila gemas. Keduanya tertawa lepas dan berusaha menjalani hubungan jarak jauh yang cukup menyulitkan.


Disitulah, kekuatan cinta keduanya sedang diuji Tuhan.




Alih-alih kesal dengan keadaan, justru Akila dan Surya semakin akut kebucinannya lewat Video Call yang nyaris setiap hari mereka lakukan setiap malam.


Jarak dan waktu tak jadi halangan keduanya bergombal ria mengumbar keromantisan. Sampai Fifie dan Tio pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat kegilaan putranya yang dulu adalah seorang Don Yuan dan Cassanova.

__ADS_1


...๐Ÿ’ŒTO BE CONTINUE...


__ADS_2