SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)

SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)
APAKAH AKAN ADA PERANG?


__ADS_3

"Selamat siang semuanya!"


"Selamat siang, Bung! Silakan, silakan duduk!"


"Oiya, perkenalkan... Saya Anton Lee, dari PT SWARA CIPTA. Saya penerus dari Sukoharjo Grup dari kota K. Saya kesini atas rekomendasi Pak Gunawan Wicaksono sebagai pemilik sekaligus CEO terdahulu!"


"Saya Georgino Gunawan, senang berjumpa Bung Anton!"


"Demian Alkatiri!"


"Saya Surya Abdi! Mari silakan duduk!"


Georgino, Demian dan Surya bergantian menjabat tangan pengusaha muda dari klan Sukoharjo itu.


Rupanya Anton Lee datang juga ke perusahaan gurita milik Gunawan Wicaksono dengan alasan menawarkan kerjasama.



Ternyata, ini laki-laki yang menjadi selingkuhan si Devana itu! Hm..., lumayan juga pilihannya. Agak sedikit lebih tampan dari Chandra. Tapi bukan begini caranya untuk menjadi orang kaya, Devana! Sayang sekali wajah cantikmu jika kau kotori dengan kelakuan burukmu!





"Mungkin Bung-Bung semua belum mengetahui, produk-produk unggulan perusahaan kami saat ini sedang jadi tranding topik di apk Tok Tik dan dispill dimana-mana. Bahkan ditweet juga sempat ramai bulan lalu!"


Duh, sombong juga nih orang! Pikir Demian dengan wajah masam.


"Saya dan Pak Gunawan memiliki ide baru kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak. Produk bumbu pedas PT SWARA CIPTA dipadukan dengan penganan viral perusahaan PT MAKMUR SENTOSA. Sepertinya ide yang menantang, bukan?"


"Apa sudah Bung fikirkan masak-masak untuk project bersama ini?" ungkap Gege tak gegabah.


"Kenapa? Pesimis? Kurang menjanjikan, begitu?" timbal Anton Lee santai.


Walaupun ia seusia dengan Demian dan Durya Abdi, tapi pengalamannya dalam membangun bisnis tak bisa dipandang sebelah mata.


Nenek moyangnya tercatat sebagai pebisnis handal, kini menitis kepadanya bahkan sejak usia remaja.

__ADS_1


Sempat memiliki perusahaan mini trading yang sampai disabotase ide briliannya oleh para pengusaha tajir melintir ketika menginjak usia 18 tahun.


Kemudian membangun kerajaan briket batubara tiga tahun belakangan ini.


Walau Anton telah hengkang meninggalkan Kalimantan dan kembali ke Ibukota melanjutkan bisnis keluarga Sukoharjo atas nama kedua orangtuanya, namun usahanya masih jalan terus. Ada banyak pengikutnya yang begitu loyal karena kemampuan Anton dalam menerawang perbisnisan yang sedang in saat ini.


"Bukan begitu, maaf...bukan maksud saya meremehkan Bung Anton! Nama Anda sangat terkenal dijagad pengusaha muda eksekutif terpopuler. Saya ini bahkan tak ada seujung kukunya, Bung! Tapi, mohon waktu kami untuk berdiskusi dengan para jajaran staf serta divisi untuk mempertimbangkan tawaran yang super menarik ini!"


Bukan Gege namanya, jika ia tidak bisa berdiplomasi dengan baik dan benar untuk meralat keadaan kikuk dalam sebuah lobi bisnis.


"Tentu. Saya juga tidak dalam keadaan terburu-buru, Bung Georgino!"


Obrolan serius dan kaku itu berlangsung cukup lama juga. Walau pada akhirnya alur mulai melambat dan santai.


Kini bahkan mulai menjalar ke hal-hal pribadi yang umum dan mulai ada senyuman serta tawa kecil di antara mereka berempat.


"Senang ya, jika punya banyak saudara sepupu seperti kalian ini!" tutur Anton Lee.


"Ya, begitulah bro! Walaupun kami ini berbeda watak dan karakter, tapi kami berusaha menyatukan visi misi. Yaitu memajukan perusahaan yang Kakek kami wariskan!" jawab Surya Abdi. Demian dan Gege kompak. mengangguk berbarengan.


"Apa, kalian pernah mendapatkan kendala mencintai wanita yang sama?" tanya Anton menyimpang jauh dari obrolan serius mereka.


"Tipe cewek idaman kami untungnya berbeda-beda! Walau memang, terkadang ada keinginan juga untuk...mmm hehehe, sori jawabanku ngelantur!" kata Demian. Ia tak berani melanjutkan. Karena posisinya saat ini sedang bekerja dan mengobrol santai dengan klien. Otomatis harus bisa memilah-milah kata yang terucap dari bibirnya.


Surya Abdu terkekeh. Ia tahu maksud Demian.


Gege pun hanya tersenyum. Tetapi matanya melirik tajam kearah sang sepupu yang sepertinya nyaris kebablasan mengatakan sesuatu tentang pasangannya itu.


"Apa bro tidak punya sepupu sebanyak kami?" tanya Surya.


Anton menggeleng pelan.


"Garis keturunan kami sedikit. Itu memang sudah terjadi dalam beberapa dekade ini. Miris memang! Sepupuku satu-satunya, meninggal dunia di usia muda. Sakit leukimia. Untungnya dia sudah menikah dan memiliki satu anak. Cuma sayangnya, entahlah... entah itu murni anaknya atau bukan. Kabar kabur yang menyesatkan. Istrinya kini sudah menikah lagi dengan pengusaha kaya yang lebih tajir dari almarhum suaminya."


"Ck! Perempuan materialistis sepertinya!" tambah Demian berdecak. Cerita Anton membuatnya berdengus teringat mantan pacar terakhirnya.


Surya Abdi menunduk. Seolah bisa mengerti perasaan Anton yang campur aduk.


"Saat ini, aku sedang berusaha mengambil hak asuh putra Chandra dari tangan mantan istrinya!"

__ADS_1


"Berapa usia sepupumu, bro?"


"Dua puluh empat tahun, istrinya dua puluh dua tahun. Nama sepupuku adalah Chandra Putra Sukoharjo!"


Gege yang sedari tadi masing berfikir dan mengingat-ngingat nama keluarga Anton Lee, langsung tersentak kaget.


Bola matanya membulat ke wajah Anton.


Chandra Putra Sukoharjo? Suaminya Devana Wandira!!!


Rahang Gege mengeras. Tatapan misterius Anton Lee seolah bagaikan kilat yang siap menyambar tubuh gagahnya yang kini lemas.


Gila! Ini gila!!! Makin lama pusaran ini makin gila!


Tanpa sadar Gege meremas rambutnya. Gusar.


Anton Lee sengaja santai demi menenangkan hatinya yang juga terguncang melihat sikap Gege yang terlihat serba salah.


Kini ia yakin, pria rivalnya itu sudah menyadari kalau dirinya adalah sepupu dari almarhum suami pasangannya.


Obrolan ini mulai terasa melayang bagi Gege. Seolah jiwanya kini berada di rumah, memikirkan Devana dan Ericko Putra.


"Apa yang akan Bung lakukan pada putra sepupu Anda?" tanya Gege dengan mengumpulkan banyak keberanian. Ia ingin tahu, langkah yang akan Anton Lee lakukan pada Devana.


"Mengajukan peralihan hak asuh anak pastinya!"


"Apa Anda tahu kisah sebenarnya?"


"Hehehe... tentulah, bro! Aku khan sepupu almarhum. Apa bro Gege kenal dengan sepupu atau istrinya sepupuku? Karena sepertinya bro lebih tahu kondisi yang sebenarnya! Hehehe...!" Anton berusaha menjawab sesantai mungkin. Tak ingin cepat-cepat mengakhiri permainan yang lumayan menyenangkan juga baginya.


Demian mulai konek dengan obrolan Gege dan Anton yang sempat tak ia fahami.


"Hehehe...! Woles, Gege! Setiap kau ngomong masalah anak, pasti ujung-ujungnya nge-gas! Hehehe, maaf bro Anton! Sepupuku ini sudah menikah dan punya satu anak. Beginilah dia sekarang setelah menjadi seorang bapak! Selalu merasa ia adalah bapak yang hebat dan penuh tanggung jawab. Hehehe..."


Anton Lee tertawa. Demian dan Surya Abdi juga tertawa. Hanya Gege yang tersenyum kecut. Ia baru kembali tersadar.


Kemungkinan pria ini tidak tahu dimana Devana dan Ericko tinggal. Moga urusannya mengajak usaha bareng hanyalah kebetulan belaka. Berarti aku harus gerak cepat mengurus masalah ini! Hhh... Devana harus tahu. Begitu juga Papa Mama!


...๐Ÿ’ŒTO BE CONTINUE...

__ADS_1


__ADS_2