
Hadi Yuslan terkejut, ketika ia dijemput seseorang yang mengaku sebagai ajudan CEO Georgino Gunawan.
Baru kemarin ia bertemu muka dan berdiskusi serius dengan CEO yang sedang memiliki perjanjian nikah kontrak dengan Devana, tetapi kini ia dijemput kembali tanpa pemberitahuan.
Agak ragu dan sedikit curiga, Hamdan memutuskan untuk menchat nomor pribadi Gege. Ia menanyakan kebenaran perihal penjemputannya yang tiba-tiba.
Hanya ceklis satu. Pertanda handphone sang Boss sedang tidak aktif.
Hadi memberitahu istrinya pada kemungkinan buruk jika ia tak pulang dalam kurun waktu 24 jam, istrinya harus lapor polisi. Begitu pesannya.
Hadi cukup tahu, bagaimana tabiat dan sifat dari klan Gunawan Wicaksono itu. Kejam, dingin tak berperasaan meskipun masih memiliki hubungan darah sekalipun.
Seperti halnya Claudia, putra Alex yang menjadi selingkuhan Gunawan 23 tahun lalu. Hidupnya hanya sebentar sejak berurusan dengan keluarga itu. Itu yang ada dalam fikiran Hadi.
Hadi akhirnya sampai di Ibukota, dengan jemputan kendaraan roda empat milik Sang CEO pastinya.
Ternyata yang ia temui adalah wakil CEO I, Demian Alkatiri. Putra Glen Dotant.
Kemana CEO itu? Kenapa yang menjemputku justru adalah sepupunya yang jadi wakil CEO?
"Silakan duduk!"
Hadi mengangguk dengan tatapan mata diam-diam menyelidik.
"Pak Hadi Yuslan?" tanya Demian dengan suara baritonnya yang tegas.
"Iya, Pak CEO II!" jawabnya sedikit menjilat.
"Hm..."
Hadi menunggu kalimat yang akan Demian ucapkan selanjutnya.
"Usia, empat puluh lima tahun. Jabatan saat ini adalah manager pemasaran di PT Cipta Makmur kota A. Istri Desiana usia empat puluh satu tahun. Anak Liananta dan Handika masing-masing sekolah si SMU Bina Mahardika kelas 3 dan kelas 1. Ibu sedang dirawat di RSUD karena sakit TBC. Betul?"
Hadi terlihat kelimpungan. Semua data dirinya telah ditangan Demian. Hanya anggukan kepalanya yang menunjukkan semua keterangan yang Demian sebutkan adalah benar.
"Apa hubungan Anda dengan Devana?"
Akhirnya pertanyaan inti dari semua tindakan Demian yang aneh itu keluar juga.
__ADS_1
Ternyata ini masalah Deva! Putri haram Kakeknya sendiri! Ck ck ck... Rupanya mereka mulai menyelidik satu persatu kasus lama sang Kakek sampai menyeret Devana pula! Hhh... Dev, andaikan saja kamu pulang ke yayasan bunda Anne...! Semua ini tidak akan membuat hidupmu makin sulit!
Hadi menundukkan kepala. Memainkan dua jemari telunjuk dan jari manisnya di atas meja ruangan Demian karena gugup.
Fikirannya mencoba mencerna kata-kata yang akan ia keluarkan dari bibirnya.
"Boleh Saya bertemu dengan Pak CEO Georgino, Pak?"
"Gege sakit! Jadi semua urusan, saya yang handle! Berhentilah mencari-cari alasan untuk mengalihkan pertanyaan saya, Pak Hadi!"
"Maaf!"
"Aku ingin tahu, semua data diri lengkap Devana Wandira, istri CEO Georgino Gunawan yang kabarnya adalah putri pemilik yayasan panti asuhan di kota A. Aku ingin dengar kisahnya sendiri dari pak Hadi."
"Bapak bisa menemukan jawabannya sendiri, tanpa perlu menekan saya!"
"Hm..., ternyata menarik juga! Aku kira pak Hadi akan diam dan menurut. Ternyata, cukup unik juga. Dan saya yakin, Gege juga pasti kesulitan untuk menakhlukan Anda!"
"Ada apa sampai Tuan Wakil CEO pun ikut turun tangan ingin mengetahui keadaan istri dari sepupunya?"
"Karena ini menyangkut moralitas dan juga harga diri keluarga Gunawan Wicaksono, kakek kami! Setiap keturunannya harus sempurna. Tidak boleh melakukan kesalahan! Dan di mata kakekku itu, Georgino Gunawan adalah cucu kesayangan yang paling sempurna!"
Ia mulai bisa membaca situasinya.
Rupanya ini adalah semacam iri hati karena pilih kasih Gunawan Wicaksono yang memilah-milah para cucunya dalam pembagian jabatan perusahaan.
Devana juga termasuk keturunan Gunawan! Sudah sepantasnya jika anak itu berada di antara keluarganya meskipun dalam penyamaran yang salah. Devana adalah putri Claudia. Ia juga berhak bahagia, seperti anak-anak dan cucu keturunan Gunawan!
"Devana memang putri pemilik yayasan Panti Asuhan di kota A. Dia anak tunggal, hatinya baik dan cantik. Sama seperti wajah serta perilakunya juga santun."
"Kenapa Gege menutupi pernikahannya dengan Devana dari keluarga kami? Bahkan baru membawa Devana dan putranya setelah kakek memberinya ultimatum akan mencabut hak preogratifnya sebagai CEO jika Gege tidak pulang."
Hadi diam. Ia sangat hati-hati dalam mengungkapkan jawaban. Teringat kata-kata Georgino kalau ia harus menjaga kerahasiaan nikah kontrak Deva dan Gege dari semua orang termasuk anggota keluarga Gunawan Wicaksono.
Ternyata ini maksudnya!
"Apa..., Pak Hadi mengetahui hubungan Deva dan Gege?"
"Saya tidak tahu. Saya justru kaget, Devana ternyata bersuamikan seorang putra pengusaha ternama. Saya dan Anne, adalah sahabat sedari muda!"
__ADS_1
"Tapi Anda merahasiakan persahabatan itu dari istri dan anak-anak Anda, bukan?"
Hadi kaget. Rupanya Demian sudah bergerak cukup jauh dalam penyelidikannya.
"Iya. Istri dan anak-anak saya tidak ada yang tahu termasuk orangtua saya tentang kedekatan saya dengan Anne!"
"Apa..., ibunya Devana adalah cinta rahasia Anda?"
"Bukan! Bukan seperti yang Pak Demian pikirkan! Anda salah, Tuan!" kilah Hadi tegas.
Aku justru terjebak di yayasan itu atas perintah Nenekmu sendiri, Demian! Aku tadinya ingin mengambil keuntungan dengan uang yang banyak dari bu Widia dan juga cinta Claudia, selingkuhan Kakekmu! Kukira Claudia akan menerima cintaku dan mau menikah denganku demi menjaga kandungannya agar tak sampai menyandang status anak haram! Tapi..., sampai akhir hidupnya gadis itu tetap menolakku!
"Apa Devana benar-benar istri Georgino Gunawan? Apa Anda menyaksikan pernikahan keduanya? Dan apa benar Ericko itu putra Gege?"
Pertanyaan yang banyak, yang membuat Hadi menghela nafas panjang. Berfikir cukup jeli untuk menjawabnya satu persatu.
"Saya tidak menyaksikan pernikahan Devana dan Tuan CEO Georgino Gunawan. Yang saya tahu, Devana memang sudah menikah. Tetapi saya tidak menyaksikan pernikahan yang memang dilakukan sederhana itu. Saya tahu dari Anne, Deva memang menikah dan dibawa suaminya setelah itu."
"Apa..., Deva dibawa suaminya setelah melahirkan?"
"Saya, kurang tahu soal itu. Saya jarang juga menyambangi rumah panti Anne. Hanya rutinitas tiap bulan memberi bantuan sedikit uang untuk biaya anak-anak panti asuhan yang dikelola Anne!"
"Jadi Bapak hanyalah donatur tetap?"
"Iya."
"Boleh Aku tahu, nama Panti Asuhan itu?"
Deg.
Jantung Hadi kembali berpacu cepat. Andaikan ia memberitahukan nama yayasan Anne, kelar sudah semua permainan Georgino dan Devana.
Semua akan terbongkar. Bahkan merembet kepada Widia, Sang Nenek dan juga Gunawan, kakek mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Ayah Biologis Devana Wandira.
Situasi akan semakin rumit.
Tapi..., Hadi juga tak ingin terus menerus terseret dalam lingkaran kebohongan yang terus menerus membelenggu hidupnya ini.
Setelah lima tahun belakangan ini, ia mulai belajar menjadi orang yang benar. Namun ternyata sangat sulit, ditambah masa lalunya yang kelam. Yang suka mengambil pekerjaan apapun itu demi uang. Tak pedulikan hukum halal atau haram. Hingga seperti inilah jadinya. Masa lalu akan selalu mengikutinya yang ingin berubah baik di masa depan.
__ADS_1
๐TO BE CONTINUE