SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)

SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)
KISAH LAMA YANG TERBUKA


__ADS_3

"Apa kabar, Hadi?"


Hadi shock dua kali. Seperti melihat hantu di siang bolong, ia terkejut bukan kepalang. Bibirnya sedikit bergetar, ragu ingin menjawab.


"Ba-baik, Bu Widia!"


"Lama tak jumpa!"


Widia tersenyum tipis. Ia meminta sang perawat untuk meninggalkannya.


"Tapi, Bu,..."


"Jangan khawatir! Pak Hadi ini teman lama saya. Beliau tidak akan berbuat jahat pada saya, Tami!"


"Baiklah kalau begitu!" kata Utami dengan tubuh membungkuk memberi salam pada sang majikan sebelum pergi.


"Bisa dorong aku keluar gedung, Hadi?"


"Baik, Bu!"


Mereka berjalan menuruni tangga lobi gedung wisma perkantoran milik suami Widia itu.


"Kemana kita, Bu?"


"Terserah kemana, kita cari tempat untuk mengobrol!"


.....


Hadi duduk di pinggiran batu taman di samping gedung. Lumayan sepi suasananya, sehingga ia bisa bernafas lega dan tak lagi gugup berhadapan dengan Widia.


"Bagaimana keadaan kantor di kota A, Hadi?"


"Baik, Bu! Semua berjalan lancar!"


"Syukurlah kalau begitu!"


Hadi menelan salivanya. Wajahnya tegang mengingat kejadian barusan. Dua wanita beda generasi yang ia temui membuatnya seperti terkena aliran strum tingkat tinggi.


Tapi kini ia berusaha setenang mungkin. Karena semua adalah kuasa Tuhan Yang Maha Esa, sehingga kedua perempuan itu justru Tuhan pertemukan dan satukan dalam satu takdir yang rumit.


Lagi-lagi Hadi menelan salivanya.


Bisakah ia hanya memantau saja? Apakah ia akan ikut berdosa jika hanya jadi penonton saja tanpa berusaha meluruskan kebenaran?


"Bagaimana keadaan anak itu? Apakah baik-baik saja setelah menikah?"


Kini jantungnya seolah berhenti berdenyut. Lemas lututnya, tetapi masih bisa menganggukkan kepala.


"Iya, Bu Widia!"


"Apakah suami dan keluarganya baik pada anak itu?"


Hadi mengangguk lagi. Tapi kali ini tanpa suara.


kau tidak tahu, Bu! Ternyata anak itu justru kini ada di dekatmu! Jadi pendamping cucumu! Dan..., apakah aku ini sedang bermimpi?


Hadi berusaha menetralisir perasaannya dengan tarikan nafas panjangnya.

__ADS_1


"Kau seperti sedang gelisah,... Ada apa?"


"Iya. Saya memang sedang gelisah, Bu! Tapi, hanya masalah pekerjaan saja! Hhh..."


"Apa masih bisa dihandle? Perlu bantuanku?"


"Tidak, Bu Wid, terima kasih! Saya bisa menyelesaikannya!"


"Syukurlah! Oiya, Hadi... Kirimanku lancar khan setiap bulannya ke rekening Anne?"


"Iya. Apa Ibu tak pernah cek atau tanya langsung ke Anne?"


"Nomor kontaknya hilang lima tahun lalu, jadi kami lost contac!"


"Boleh saya bertanya?"


"Silakan!"


"Kapan terakhir Ibu melihat putri almarhumah Claudia di yayasan Anne?"


"Sudah sangat lama sekali, Hadi! Mungkin... sekitar enam belas atau tujuh belas tahun yang lalu?! Ada apa?"


"Jadi Ibu sama sekali tak mengenali wajah anak itu lagi?"


"Hhh...! Iya. Saya tak terlalu ingat. Juga tak lagi memikirkannya lagi, kini! Mas Gun juga sepertinya sudah legowo. Ia sudah menghentikan pencariannya pada Claudia, ponakan saya yang kurang ajar itu!"


Hadi diam, tak berani berkata apa-apa.


Ini semua mungkin sudah jalan Tuhan dalam mempertemukan mereka tanpa mereka sadari.


Berbelasan tahun bahkan lebih, tepatnya 23 tahun lamanya Gunawan mencari Claudia. Tapi belum ditemukan jua.


Claudia..., putri dari adik kandungnya yang bernama Alex dengan simpanannya.


Perselingkuhan selalu membawa bencana disetiap rumah tangga. Sama seperti rumah tangga Alex dengan Dwi.


Ternyata adik Widia itu menikah siri dengan Lala salah satu karyawannya sampai membuahkan hasil bernama Claudia.


Umur Claudia lebih tua satu tahun dari Indra, putra Widia.


Kala itu, Alex bertengkar hebat dengan Dwi dan mereka nyaris bercerai karena percekcokan yang tak kunjung usai.


Akhirnya keduanya bisa meredam gejolak emosi. Dwi meminta syarat agar Alex menceraikan Lala. Alex menyanggupi juga dengan satu syarat, Claudia putri satu-satunya dengan Lala untuk ikut bersama mereka.


Dwi menyetujui. Tetapi kenyataannya Claudia seperti anak tiri yang begitu Dwi benci sehingga sering mendapatkan kekerasan di rumah mereka.


Alex yang tak bisa tinggal diam menyaksikan derita Claudia, akhirnya menitipkan gadis itu pada Widia.


Claudia terjerumus pada pergaulan hitam. Ia sering mabuk-mabukan dan pulang larut malam sejak Indra menikah dengan Nani. Ada pekerja yang bilang, Claudia patah hati ditinggal nikah Indra Gunawan. Claudia mencintai putra pertama Widia dan Gunawan itu, rupanya.


Begitu terus keadaan Claudia.


Hingga suatu ketika, Widia harus pergi selama sebulan ke Jerman untuk operasi bypass jantung yang memang dideritanya sejak melahirkan Lisa.


Gunawan kala itu sedang berjibaku, berjuang meningkatkan omset pemasukan perusahaan yang semakin menurun tajam sejak ia mengusir Indra dari rumah.


Keadaan ekonomi yang tak stabil, juga kesehatan Widia yang tak kondusif membuat Gunawan seolah lelah dengan semua dunianya. Sampai puncaknya ia pergi mabuk-mabukan di sebuah night club untuk mencoba menghilangkan pusingnya sejenak.

__ADS_1


Peristiwa buruk pun akhirnya harus terjadi.


Gunawan pulang dalam keadaan mabuk dan salah masuk kamar. Ia justru tidur di ranjang Claudia yang keadaannya tak lebih baik darinya saat itu.


Setan, iblis dan para demit tertawa menyambut sepasang manusia bodoh yang mengikuti langkah mereka tanpa paksaan.


Antara kesepian dan ketakutan pada keadaan, keduanya justru berbuat maksiat. Dan ketika tersadar, keduanya malah menikmati kesalahan yang besar itu.


Gunawan dan Claudia, melanjutkan hubungan terlarang mereka dibelakang Widia. Hingga istri Gunawan pulang dari Jerman dan mendapati Claudia sedang muntah-muntah.


Widia yang memiliki firasat buruk menyuruh Claudia untuk mencoba testpack dan hasilnya, gadis itu hamil dua bulan.


Dengan sedikit ancaman dan juga tekanan, Claudia menceritakan siapa pria yang selama ini menjadi teman tidurnya sampai menghasilkan embrio calon janin yang ada dalam rahimnya.


Jelas saja Widia marah besar. Claudia ia usir dari rumah tanpa sepengetahuan Gunawan.


Tapi ternyata cintanya yang besar pada pria yang telah ia nikahi puluhan tahun itu membuat Widia menyerah.


Gunawan bersujud mencium pucuk kakinya. Meminta Widia untuk berbesar hati menerima keadaan Claudia yang telah ia tiduri selama ini.


Satu yang tidak Gunawan tahu, Claudia sedang mengandung anaknya saat itu. Widia menutupi kebenaran itu dari sang suami.


Dengan membayar seorang mata-mata, yang bernama Hadi, Widia memantau semua pergerakan Claudia.


Gadis yang tengah hamil itu kemudian Hadi bawa pada seorang perempuan yang dikenal sebagai dukun beranak.


Claudia tinggal disana, dengan bantuan uang yang Widia kirimkan lewat Hadi.


Hingga suatu ketika tiba waktunya melahirkan, Claudia yang memang sudah merasa putus asa pada kehidupannya yang tragis mengalami pendarahan.


Ia menolak dilarikan ke rumah sakit besar dan tetap bertahan di gubug kecil sang dukun beranak yang sudah berumur itu. Hingga,... pendarahan yang banyak dan terus menerus itu membuatnya semakin lemah kekurangan darah.


Claudia meninggal dunia.


Anak yang Claudia lahirkan, Hadi bawa. Ia yang kebingungan karena Widia tak sudi menerima anak haram hasil perselingkuhan Gunawan dengan ponakannya itu pun menaruhnya di depan sebuah rumah.


Anak itu adalah... Devana Wandira.


Sempat terombang-ambing karena pihak kepolisian setempat masih melakukan penyidikan dan penyelidikan kasus pembuangan anak, akhirnya Devana diadopsi seorang gadis yang berusia 30 tahun yaitu Bunda Anne.


Hadi pada dasarnya masih terus mengintai Devana dari kejauhan, atas perintah Widia.


Sehingga masih tetap bisa mengetahui keadaan dan keberadaan putri Gunawan dengan almarhumah Claudia.


Hadi berpura-pura simpati pada Anne. Ia menjadi donatur tetap setiap bulannya menyambangi kediaman Anne yang kemudian berubah menjadi yayasan panti asuhan seiring banyaknya anak yang ia tampung dalam keadaan sebatang kara.


"Hadi! Hadi?"


"Ah, iya Bu Widia! Maaf..., saya tadi melamun!"


Hadi menundukkan kepala. Sampai tiba-tiba...


Kriiing...kriiing... kriiing


Handphonenya berbunyi, ada tulisan Pak CEO is calling.


Kembali pucat wajahnya.

__ADS_1


๐Ÿ’ŒTO BE CONTINUE


__ADS_2