SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)

SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)
SUASANA MAKIN PANAS


__ADS_3

"Aku ingin Demian naik jabatan menggantikan Gege Palsu itu!" Ellie menunjuk ke arah Gege dengan suara lantang.


"Aku tidak rela anakku dilibas oleh anak yang tak jelas asal-usul dan kehidupannya. Terlebih setelah mengetahui latar belakangnya yang suram! Aku tidak terima putra-putriku ditipu mentah-mentah olehnya selama ini! Berlagak seolah dia adalah cucu kesayangan. Masuk rumah ini dengan gaya yang menyebalkan. Bahkan tadinya kupikir anak tak jelas itu tidak akan kembali ke rumah Papa. Ternyata dia lebih kejam dengan siasat barunya melakukan kegiatan yang melanggar hukum dengan nikah kontrak dengan perempuan yang belum lama dikenalnya! Beruntung sekali ternyata istri kontraknya ternyata adalah anak Papa! Atau mungkin dia sudah mengetahuinya sedari awal sampai melakukan hal gila itu!?!"


"Hahaha...! Ya Tuhan, hahaha...! Hebatnya keluarga terhormat ini! Bisa-bisanya mencari informasi sampai hal terkecil pun. Hahaha...!"


Gelak tawa Gege yang sumbang membuat Devana terkejut. Ericko menangis keras. Suasana semakin memanas.


"Maaf, Deva pamit dulu ke kamar untuk menenangkan Ericko!" tuturnya agak gemetar.


Akila baru saja hendak mengikuti langkah Deva. Tetapi Lisa menarik tangannya hingga Akila tersentak.


"Tunggu, kamu masih harus di sini, Akila! Part bagianmu akan ada juga nanti!"


Hah?!? Part bagianku? Bagian apaan??? Hiks... Kenapa aku seperti ada diruang teater anak-anak IKJ yang serius latihan untuk pentas akbar?


Akila menelan salivanya. Untung Surya segera mengapitnya. Tindakan pria tampan itu berhasil menenangkan hati Akila kembali.


Devana yang gemetaran segera memasuki kamar di ruang sebelah. Bi Fani shock. Ia juga tak banyak bicara selain dengan cepat membuatkan susu baru untuk Ericko putra asuhnya itu.


Pandangan Deva semakin menerawang. Mengenang masa-masa kecilnya yang indah, penuh gelak tawa bahagia. Deva kangen bunda Anne. Sangat kangen sampai ingin sekali memeluk wanita paruh baya itu saat ini juga.


Akhirnya, tubuh Fani-lah yang jadi sasaran tangisannya. Ericko kembali menangis mendapati sang Mama yang terlihat tidak baik-baik saja itu.


"Tenangkan dirimu, Dev! Coco lebih membutuhkanmu! Kamu harus tegar!"


Syukurlah, Bi Fani benar-benar bisa ia andalkan.


Mereka saling bertatapan. Devana mengerjapkan kedua bola matanya. Bi Fani tersenyum sembari mengelus rambut panjang hitam Devana.


"Kamu kuat! Selama ini kamu kuat! Ingat, ini hanyalah ujian dan cobaan dari Tuhan yang Maha Menyayangiku!"


Devana tersenyum. Ia menghapus airmata yang masih berlinang tanpa henti.

__ADS_1


Ericko kini sudah tenang di atas pembaringan villa di area pemakaman San Diego Hills. Tubuhnya diapit Deva serta Fani, sehingga kembali tertidur dengan mulut masih mengenyot botol susunya.


"Bibi! Rasanya seperti mimpi buruk bagi Dev saat ini! Bahkan tadi kami jadi korban penculikan oleh orang tak dikenal!" cerita Deva pelan.


Fani melotot kaget. Ia hanya bisa menelan salivanya.


"Siapa kira-kira yang tega melakukan penyekapan itu ya Bi? Mungkinkah salah satu dari keluarga ini?"


Fani tampak berfikir keras. Tapi lagi-lagi hanya helaan nafas panjang yang bisa ia lakukan.


"Pantas saja dulu kak Gege mengatakan kalau keluarga ini adalah seperti pembunuh berdarah dingin, kejam tak berperasaan. Bahkan sesama saudaranya sendiri."


Devana seolah bergumam pada dirinya sendiri.


Ia bergidik ngeri seraya memejamkan matanya.


Sementara Akila masih harus melihat dan menyaksikan perdebatan panas antar keluarga klan Gunawan.


"Aku hanya ingin hidup bahagia, Mas!" jawab Fifie singkat. Ia lalu duduk kembali dengan perasaan sedih melihat saudara-saudaranya berseteru karena harta warisan.


Kedua putrinya langsung memeluk Fifie dengan senyuman kegetiran.


Sementara Rendy hanya bisa memperhatikan interaksi manis istri dan dua putrinya.


Hati Rendy miris. Mengingat betapa selama ini ia sangat jauh dengan Zara dan Fiona. Ia terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Dunia semu yang dahulu dianggapnya paling membahagiakan.


Rendy mendekati Fifie. Berusaha berbuat manis dengan mengusap ujung kepala sang istri, lalu mengecup pucuknya dengan penuh kemesraan.


Tetapi tindakannya justru mendapatkan tepisan kasar tangan Fifie. Hingga hatinya kembali terluka.


"Aku sudah melakukan barter demi kebaikan kita, Sayang!" bisiknya mengingatkan sang istri perihal perjanjian rahasia mereka tadi.


Fifie diam tak menggubris. Semakin panas hati Rendy dibuatnya.

__ADS_1


Sementara Lisa kini mengungkapkan unek-uneknya pada sang Kakak. Isinya kurang lebih sama dengan keinginan Ellie. Ingin harta yang didapat Gege segera dibekukan, karena Gege sama sekali tak memiliki hak sepeserpun.


Indra berusaha tegas dalam menampung semua ocehan para saudaranya.


Ia menyetujui perlimpahan kembali harta Gege yang telah Gunawan berikan sebelum Berpulang Ke Rahmatullah.


Kini semua mulai menandatangani petisi yang baru saja dirapatkan secara kilat.


Gege, turun tahta mulai besok. Jabatannya kini dipegang Demian dan Surya Abdi sebagai wakil CEO.


Dua anak perusahaan yang dihibahkan Gunawan atas nama Georgino Gunawan seketika gugur. Dan besok akan Indra ganti menjadi kepemilikan Demian serta Surya.


Untuk Devana, Indra meminta separuh hak Fifie, Ellie dan juga Lisa untuk diberikan pada Devana sebagai putri bungsu Gunawan.


Devana juga harus mendapatkan haknya walaupun bukan anak kandung Widia. Terlebih mengingat amanat Widia yang meminta mereka turut menjaga Deva dan menerimanya seperti saudara kandung sendiri.


Ellie meradang. Lisa dan Fifie masih bisa Indra handle. Kedua adiknya itu akhirnya mau memberikan sebagian sahamnya pada Devana. Tetapi Ellie bersikukuh enggan membagi.


"Dia anak yang lahir diluar nikah! Secara hukum, anak itu tidak bisa meminta haknya. Dan dia tak punya dasar hukum yang kuat untuk bisa mendapatkan warisan Papa!" kilah Ellie berkelit.


"Terserah kau sajalah, Ellie! Aku hanya inginkan kebaikan untuk semuanya. Ingat, karma itu ada, Ellie!" jawab Indra kesal.


"Kenapa tidak dengan sahammu saja?" cetus Ellie makin sengit.


"Sahamku akan kulelang di lelang terbuka minggu depan! Kalian pun bisa membelinya kalau berminat!" tutur Indra penuh amarah.


"Sudahlah, Pa! Harta tidak akan dibawa mati!Sudahlah! Mari kita akhiri semuanya sampai di sini! Mari kita pergi!" Gege yang telah lelah melihat kelakuan adik-adik Papa angkatnya hanya bisa mengajak Indra dan Nani untuk segera beranjak pergi.


"Tunggu! Pertunjukan belum selesai, Gege Palsu! Akila, kesini kamu!" kata Tio dengan senyum dikulum.


Hah??? Apalagi ini??? batin Akila.


...๐Ÿ’ŒTO BE CONTINUE...

__ADS_1


__ADS_2