SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)

SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)
PERLAHAN TERBONGKAR


__ADS_3

"Kak!... Ada yang mau aku diskusikan!"


"Aku juga Dev!"


Keduanya saling berpandangan. Tatapan Deva dan juga Gege menyimpan banyak kegalauan.


"Sepertinya, Nenek mengetahui..."


"Aku sudah mengetahuinya. Papa Mama juga sudah membicarakan hal sensitif ini!"


"Lalu bagaimana pendapat mereka?" Devana menghela nafasnya. Riak-riak di bola matanya berpendar membuat Gege makin sulit mengutarakan apa yang ia obrolan tadi bersama orangtuanya.


"Deva!" Gege memegang kedua tangan dan jemari Devana. Tapi kemudian ia lepaskan segera.


Deva hanya menatap. Tak berani memikirkan hal yang mulai ia takutkan.


"Kita..., kita harus akhiri pernikahan kontrak ini!"


Lemas seketika lutut Devana.


Apa yang menjadi pikirannya beberapa hari ini menjadi kenyataan.


Gege akhirnya memutuskan mengakhiri perjanjian sebelum waktunya.


"Jangan khawatir! Aku tetap akan memberimu uang konvensasi walau kita hanya melakukannya selama tiga bulan saja!"


Devana hanya diam. Tapi raut wajahnya kembali seperti biasa.


Ia sadar, Gege bukan siapa-siapanya. Dan Dev yakin ini adalah keputusan yang terbaik bagi semuanya termasuk dirinya juga.


Anton Lee mulai mencarinya dan bersiap mempidanakan dirinya karena masalah ini.


Pelik memang.


Tapi begitulah keadaannya.


Segala sesuatu yang diambil tanpa berfikir justru menghasilkan masalah baru. Deva mulai menyadari dan menyesalinya kini.


Urusan Anton mengancamnya, ia rasa tak perlu diceritakan pula pada Gege. Selain bukan urusan suami kontraknya, masalahnya dengan Anton adalah urusan pribadi Devana.


Kini ia mengukuhkan dirinya sendiri. Yang akan berjuang diatas kakinya sendiri demi Ericko, sang buah hati.


"Aku menerima keputusannya, Kak!" kata Devana.


Gege mengatup bibirnya rapat. Ia hanya bisa mengusap wajah, lalu beranjak masuk kamarnya.

__ADS_1


Devana melipir masuk kamar bi Fani.


"Bi! Sepertinya pertemuan kita hanya tinggal beberapa hari lagi!" tutur Deva pada Fani yang sedang melipat pakaian Ericko dan memasukkannya dalam lemari.


"Ma-maksudnya apa, Dev?"


Bi Fani terkejut mendengarnya. Seketika tangannya yang tadi sibuk, langsung diam dengan mata menyelidik Devana.


"Kontrak kami akan segera berakhir, Bi! Dev akan pulang ke kampung halaman! Membuka usaha toko kelontong mungkin, sambil membesarkan Ericko!"


Fani mendekat. Ia merangkul tubuh Deva erat.


"Kita, tetap masih bisa berhubungan khan Dev?"


"Iya, Bi! Tapi sepertinya hape Deva akan Dev kembalikan lagi ke Kak Gege! Tapi nomor bi Fani pasti Dev simpan. Nanti kalau Dev sudah di kampung, Dev usahakan japri Bi Fani!"


"Kapan rencananya Deva kembali ke kampung halamannya?"


"Deva sih terserah Kak Gege!"


............


Di paviliun yang tak jauh dari tempat Devana, Surya dan Tiara sedang berdiskusi serius soal temuan-temuan mereka.


"Akila ternyata Adik pantinya Devana!"


"Kamu yakin? Sedangkan mereka saat ini bisa saling berkoneksi bahkan lewat Nenek?"


"Aku yakin. Akila anak yang polos dan dia jujur. Dia tidak tahu kalau Devana ada di rumah ini dan menjadi istri Gege!"


"Devana menikah bukan dengan Gege! Adik-adiknya bilang, suaminya dari kota K! Dan memang mereka bilang Devana sudah punya satu anak. Kata mereka juga, minggu lalu Devana pulang dengan seorang pria yang ciri-cirinya sangat persis dengan Gege! Berarti kini bunda mereka mengetahui hubungan Deva dan Gege. Tapi,... aku masih belum jelas juga karena masih harus menelusuri Chandra Putra Sukoharjo, suaminya Devana."


"Sukoharjo?"


Surya termangu. Nama belakang yang sama dengan pebisnis muda yang seusia dengannya tadi yang menawarkan kerjasama.


"Iya. Cucu dari boss Harco yang pernah kerjasama dengan Kakek beberapa belas tahun lalu khan?"


"Iya ya? Aku kurang nyimak!"


Treeet... treeet... treeet


"Demian menelpon!" tukas Surya pada kakak kandungnya itu.


"Suruh kesini saja, Sur! Siapa tahu Demian punya bukti lain!"

__ADS_1


Surya mengangkat telepon Demian. Mereka sepakat ketemuan di ruang keluarga paviliun bekas orangtua Surya dan Tiara.


"Ada berita apa?"


"Hhh... Gege dan Anton Lee ternyata punya masalah! Tadi siang di Planet Restaurant mereka hampir baku hantam kalau saja aku tak melerai! Dan kalian tahu, siapa itu Anton Lee? Dan kenapa Gege bisa jadi begitu?"


Surya dan Tiara bengong sambil mengangkat bahu.


"Sepertinya, ini soal Devana!" jawab Demian.


Surya dan Tiara menghela nafas berbarengan.


"Dem, Devana itu adalah kakak pantinya Alifah! Dan Alifah adalah... adik kandung Gege alias Satria!"


"What???"


Kini Demian yang terbelalak.


"Hei, Sur! Kau sedang mengarang novel atau sedang bikin naskah sinetron ini?" ucap Demian menyindir.


"Anggaplah seperti itu, tapi ini kenyataannya!"


"Gege..., adalah Georgino Gunawan. Sepupu kita, putra kandungnya Om Indra dan Tante Nani! Kenapa dia punya adik kandung yang jadi karyawan baru lewat jalur khusus rekomendasi Nenek? Ada apa ini? Apa Nenek kita juga ikut punya peranan disini?"


"Aku sedang mencari bukti dan keterangan soal Gege yang asli. Atau mungkin, Gege palsu ini sedang mencoba mencari harta lewat warisan Kakek. Who knows!?"


"Berarti si karyawan baru itu juga sekongkolannya si Gege?"


"Kupastikan Akila tidak terlibat. Anak ini tidak tahu apa-apa sepertinya. Bahkan tak tahu kalau Devana adalah istri Gege! Mereka sama sekali tidak tahu. Mungkin ini cuma kebetulan, Nenek kenal dengan orangtua angkat mereka berdua. Nenek khan terkenal dermawan dan suka berbagi kasih diyayasan-yayasan panti asuhan!"


"Bisa jadi! Atau kemungkinan pemilik yayasan tempat Dev dan Akila justru memiliki persekongkolan dengan Gege palsu!" tebak Tiara.


Surya menatap Demian yang fokus mendengarnya.


"Kalian tahu? Ericko Putra bukan anak kandung Gege!"


"Hah???"


Kini yang terkejut adalah Surya dan Tiara.


"Danira sudah tes DNA Ericko dengan Gege. Hasilnya, mereka bukan Ayah dan Anak!"


"Dan aku, yakin kalau mereka ini aslinya bukan suami istri. Tapi Kakek pernah bilang, Gege dan Devana menikah setelah Devana melahirkan. Dan Kakek juga melihat sendiri buku nikah mereka!"


"Apa..., mereka NIKAH KONTRAK???"

__ADS_1


Ketiganya spontan kompak berkata.


...๐Ÿ’ŒTO BE CONTINUE...


__ADS_2