
Hari ini adalah hari bersejarah untuk Gege, alias Georgino Gunawan alias Satria.
Gunawan lengser dan memberikan tampuk kepemimpinannya pada sang Cucu Pertama.
Harapan yang tinggi serta angan yang melambung, dimasa tuanya nama Gunawan tercatat sebagai salah satu pengusaha terkenal di Indonesia berkat tangan dingin Georgino Gunawan serta Demian dan Surya Abdi.
Tiga pilar pemuda yang ia gadang-gadang akan menjadi penerus kongkomerat klan Gunawan Wicaksono dalam kurun waktu beberapa tahun kemudian. Dan ketiga cucunya bisa merasakan kebanggaan yang sama seperti dirinya di usia muda.
"Mulai hari ini PT MAKMUR SENTOSA dipimpin CEO muda Georgino Gunawan. Wakil CEO I Demian Alkatiri dan Wakil CEO II adalah Surya Abdi, seperti yang pernah saya utarakan beberapa tahun lalu di rapat besar para pemegang saham."
Semua hadirin bertepuk tangan, termasuk Glen, Rendy juga Tio, para menantu Gunawan.
Ketakutan yang tak beralasan dari ketiganya tak terbukti. Para putra mereka juga mendapatkan haknya di perusahaan pusat meski hanya sebagai wakil.
"Untuk Putra-Putriku semuanya, mulai hari ini, kalian berhak memiliki aset perusahaan atas nama kalian sendiri. Yakni, anak cabang perusahaan yang ada di luar kota semuanya. Jadi, untuk yang muda... aku mengutus semuanya menghandle perusahaan pusat. Sementara yang sudah setengah tua, kalian lebih potensi membesarkan anak perusahaan yang justru lebih butuh perhatian kalian! Untuk para cucu perempuanku, kalian tetap mendapatkan hak istimewa sebagai salah satu pemegang saham khusus di perusahaan pusat!"
Terkejut para menantu Gunawan. Mereka secara tidak langsung kini dideportasi keluar kota oleh Papa Mertua mereka sendiri.
"Untuk semua keputusanku ini, tak ada yang bisa mengubahnya meskipun aku mati. Dan para notaris serta pengacaraku sedang mengurus surat-suratnya. Diperkirakan tak sampai satu minggu, semua sertifikat atas nama kalian sudah berada di tangan kalian semua. Dan untuk ketiga cucuku, semoga kalian bisa bekerjasama dengan baik demi meningkatkan kesuksesan PT MAKMUR SENTOSA. Aku, kini lepas tangan semuanya!"
__ADS_1
Prok prok prok...
"Hari ini, resmi kualihkan nama pemilik perseroan terbatas ini atas nama Georgino Gunawan, Demian dan Surya Abdi!"
Gunawan menggunting pita dibantu Widia sang istri.
Formasi lengkap anak-anak menantu, serta cucu-cucu Gunawan Wiaksono menjadi acara ini seperti acara pembagian warisan bagi sebagian orang.
Pesta besar yang diadakan perusahaan membuat hari senin itu menjadi bersejarah bagi para karyawan, rekanan bisnis dan seluruh jajaran komponen PT MAKMUR SENTOSA. Perusahaan yang bergerak dibidang retail dan manufaktur terbesar di Indonesia.
Benar-benar seperti pesta akbar. Karena seluruh perwakilan dari anak-anak perusahaan di luar kota juga hadir menyaksikan pelantikan Gege yang memang sangat mereka tunggu selama tiga tahun belakangan ini.
"Ini istrinya Devana Wandira dan mereka telah memiliki satu orang anak laki-laki!"
Begitu perkenalan Gunawan pada Gege dan Devana diatas podium panggung besar di aula gedung perusahaan yang disulap menjadi aula pesta.
Hingga ada sepasang mata yang sangat terkejut dan tak berkedip melihat ke arah Devana Wandira.
"Ini Demian Alkatiri, Wakil CEO I. Dan Surya Abdi Wakil CEO II. Mereka pasti sudah kalian kenal karena dalam seminggu sekali keduanya pasti ke kantor perusahaan untuk magang! Status mereka masih single dan lajang."
__ADS_1
Lagi-lagi Gunawan memperkenalkan satu persatu secara resmi cucu-cucunya yang kini terjun langsung menggantikan kinerjanya selama puluhan tahun membangun perusahaan PT MAKMUR SENTOSA.
"Untuk semua tamu undangan, jajaran eksekutif dan para pemilik saham serta para staff yang saya hormati. Saya, Gunawan Wicaksono beserta Widia Hapsari, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Jika selama saya menjabat sebagai CEO dan pemilik perusahaan ini, ada perlakuan serta sikap juga sifat saya yang kurang baik. Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya dan seluas-luasnya! Saya undur diri, terima kasih banyak atas dedikasi serta loyalitas kalian pada kami. Semoga kita semua senantiasa sehat dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Amin!"
Gunawan turun dari podium dengan wajah berseri.
Tuntas sudah beban hutangnya selama ini. Kini ia telah bebas sebagai individu yang tak lagi terikat pada perusahaan.
Para tamu dan hadirin terlihat senang dan puas dengan seluruh jamuan yang Gunawan telah persiapkan.
Semua menikmati tanpa terkecuali. Begitu juga Devana, yang hari itu tampil anggun sekali.
Hingga seseorang menyentuh tangannya sembari menyebut namanya lengkap.
"Devana Wandira?"
Seketika wajahnya pucat pias dan mereka saling bertatapan lekat, satu sama lain.
๐TO BE CONTINUE
__ADS_1