
Satria yang tak ingat nama bahkan asal usulnya kemudian dibawa Indra dan Nani ke kediaman asri mereka di pinggiran kota.
Pada saat yang bersamaan, Gunawan Wicaksono mengalami masalah di perusahaan besarnya. Nyaris bangkrut setelah mengusir putra pertamanya yang menikahi gadis dari kalangan bawah.
Gunawan seperti mendapatkan karma, dari apa yang ia perbuat di tahun-tahun yang lalu.
Indra nyaris ia hapus dari Kartu Keluarga karena menolak pernikahan yang telah ia rekan bisnisnya rencanakan sejak awal.
Indra lebih memilih Nani, putri dari seorang petani sederhana di kota K dengan alasan cinta.
Mereka menikah walaupun tanpa izin dan restu Gunawan Wicaksono.
Gunawan juga melakukan kesalahan yang cukup fatal setelah putra pertamanya hengkang dari rumah.
Ia, melakukan hubungan terl*r*ng dengan seorang perempuan bernama Claudia yang juga masih keponakan Widia.
Tetapi setelah kejadian itu, justru Claudia menghilang tak tahu rimbanya. Padahal Widia sendiri telah merestui hubungan diam-diam yang terjalin antara suaminya dengan putri kakak tirinya yang beda ayah itu.
Begitulah.
Gunawan menyadari semua kekeliruannya dan mencari putra pertama serta menantunya agar kembali serta membantu mengurus perusahaan.
Indra yang akhirnya mau kembali, tetapi dengan satu syarat... Kalau nanti perusahaan bangkit kembali, ia ingin Gege putranya yang menggantikannya menjadi CEO. Bukan yang lain.
__ADS_1
Indra memakaikan Satria dengan identitas sang putra yang sebenarnya telah tiada ketika usianya lima tahun.
Dengan mencoba menutup semua akses pintu informasi tentang Georgino yang sebenarnya, Indra menarik kembali identitas sang anak. Ia menyatakan kalau Gege masih hidup dan terus hindul sampai saat ini.
Beruntung ia tinggal di kota kecil yang membuatnya memanipulasi data dengan mencabut laporan surat laporan kematian serta penghapusan Georgino dari Kartu Kependudukan-nya.
Satria, resmi menyandang nama Georgino Gunawan setelah satu bulan Indra dan Nani angkat menjadi anak.
Sebelum mereka kembali ke rumah besar Gunawan Wicaksono, Indra dan Nani telah mendidik serta menatar Satria menjadi Gege palsu. Dan terus hidup sampai usianya 25 tahun.
Ditahun itulah Satria baru kembalibisa mengingat semua detail kehidupannya yang lama. Dan dia ingin mencari keluarga aslinya di kota K.
Berbekal sedikit memorinya sampai usia sepuluh tahun kurang, Satria alias Gege menelusuri semua desa di kota K. Mencoba mengingat-ingat Ibu serta adik bayinya yang ditinggalkan 15 tahun lalu.
Mencari tahu keberadaan serta keadaan mereka kini. Tapi ternyata tak semudah yang ia bayangkan.
Sampai suatu ketika ia ingin pulang ke Ibukota untuk menemui kedua orangtua angkatnya, diatas kereta api listrik yang sedang melaju cepat... Satria mendengar pembicaraan Devana di handphone hingga menggelitik hatinya untuk melanjutkan sandiwara yang Indra serta Nani telah skenario-kan untuk hidupnya.
"Ma, Pa! Aku akan pulang ke rumah kakek Georgino! Dan aku punya rencana besar untuk kalian!"
Ia memberitahukan Indra dan Nani untuk langkah selanjutnya. Mencoba menjelaskan kalau akhirnya ia tertarik untuk mengikuti permainan serta intrik-intrik yang keluarga besar Indra lakukan.
Gege alias Satria telah memberitahukan rencana besar para Omnya kepada Indra. Rencana jahat mereka untuk melenyapkan Gege, Indra serta Nani jika Gunawan benar-benar telah mengubah perusahaan serta aset-asetnya kepada Gege dan yang lainnya.
__ADS_1
Mereka bertiga telah bergabung dalam suatu persekongkolan kejam. Yakni ingin melenyapkan Indra sekeluarga dengan jalan seolah-olah kecelakaan lalu lintas untuk mereka bertiga nanti. Dan harta yang Indra telah miliki bisa mereka bagi bertiga pula. Ketiga orang itu adalah Rendy, Glen dan Tio.
Berarti sebenarnya Indra serta Nani telah mengetahui kalau Devana adalah istri kontrak Gege dengan bayaran seratus juta selama enam bulan.
Ketiganya juga telah memiliki rencana lain. Untuk memberi adik-adik ipar Indra efek jera. Bahwa harta, tahta, tak selamanya membawa bahagia. Terlebih jika hati busuk dan niat jahat sudah lebih dulu bersemayam demi mendapatkan lebih dari yang sudah dimiliki.
Sifat serakah, merasa kurang dan tak pernah bersyukur justru akan semakin menjerumuskan hidup kepada kefakiran yang nyata.
Hidup tidak akan pernah nikmat. Tidak pernah enak. Bahkan pikiran kecewa serta hampa selalu merasa kurang dan kurang terus.
Itulah yang ingin Indra tekankan pada ketiga adik-adiknya.
Uang tak boleh menjadi nyawa seseorang menjadi taruhan. Harta tak bisa menggantikan hidup kakak beradik menjadi tercerai berai.
Tidak boleh. Dan sedari kecil Gunawan Wicaksono tak pernah mengajari keempat anaknya berfikir picik seperti itu.
Tetapi..., dalam hidup selalu ada cobaan dan juga rintangan dari kiri kanan. Ketiga suami adik-adiknya terbiasa hidup enak. Terbiasa hanya menikmati kekayaan orangtua tanpa berpikir jauh dalam pengelolaannya. Sehingga yang ada justru membuat mereka bangkrut dan bangkrut tergerus gaya hidup.
Saat ini hidup mereka aman. Karena masih disokong oleh Gunawan dari uang perusahaan yang berhasil naik kembali grafik penghasilannya.
Tetapi mereka tak peduli, dibalik keuntungan perusahaan yang bermiliar-miliar itu ada keringat dan kerja keras para pendiri dan karyawan semua. Bukan hanya dengan sulap simsalabim abrakadabra, lalu berhasil jadi maju dalam sekejap.
Ada ribuan partikel-partikel sel otak pemikir dan berliter-liter tetesan keringat para pekerja yang membangun perusahaan menjadi maju jaya. Itu yang harus difikirkan serta diprioritaskan. Bukan hanya sekedar perhitungan bagi hasil keuntungan yang adil.
__ADS_1
Itulah yang disebut pencapaian.
๐TO BE CONTINUE