SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)

SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)
Cinta Memang Buta


__ADS_3

Segala sesuatu terjadi kadang tidak sesuai keinginan.


Seperti Demian.


Hanya dalam hitungan detik, dia mendapatkan kabar mengejutkan.


Perusahaan warisan yang kini dipegangnya, gagal tender sekali tiga.


Semua usahanya melobi beberapa perusahaan besar untuk bekerja sama ternyata sia-sia. Padahal kini semua divisi membutuhkan modal agar terjadi kembali perputaran masukan ke kas penghasilan.


Belum lagi reward bunga saham yang telah jatuh tempo dan harus ia kirim ke rekening para pemiliknya.


Karyawan yang jumlahnya ribuan ditotal dengan pekerja pabrik seluruhnya pun belum Demian bayarkan gajinya bulan ini.


Sementara tender gagal, bulan kemarin perusahaan mereka kena denda bayar tuntutan wanprestasi karena ada kesalahan molor jadwal pengiriman barang ke konsumen.


"Aaarrrggghhh!!! Suryaaa!!!"


Demian hanya bisa berteriak geram dan kesal.


Sementara ditempat lain,


Devana dan Gege bangun kesiangan dengan wajah merona karena teringat kejadian semalam.


Namun yang paling memalukan bagi mereka berdua, saat ini posisi keadaan tubuh yang memakai pakaian seadanya. Sedangkan Akila dan Surya menunggu mereka di luar rumah.


Keduanya tampak linglung. Saling mendahului masuk kamar membenahi keadaan pakaian mereka sebelum membukakan pintu.


Tapi ada satu yang tampak mencolok di leher depan bagian bawah Devana. Ada kissmark begitu jelas, jejak perbuatan Gege padanya.


Devana mencoba mencari-cari selendang di tas, tetapi nihil.


"Ini, ini pakai sapu tanganku, Dev!" ujar Gege setelah mendapat ide.


Keduanya sibuk dan kompak saling mendandani satu sama lain.


Krieeet...


"Ck! Bisa-bisanya baru buka pintu setelah hampir setengah jam kami berdiri di sini!" umpat Surya Abdi mendongkol.


Akila menoleh pada Devana lalu menatap wajah kakaknya dengan senyum sumringah.


Seketika Gege melompat turun dari rumah panggung dan memiting tangan Surya.


"Dasar kau! Bisa-bisanya kalian mengerjai kami! Kau sengaja khan?"


Surya menatap Akila. Keduanya tertawa puas dengan tubuh saling mendekat.


"Cepat menikahlah, kalian!"


"Akan kulakukan itu secepatnya!" tempas Gege lantang.


"Karena aku dan Akila akan menyusul setelah kalian resmi menjadi suami istri."


"Kalian keterlaluan!" gumam Devana dengan bibir mencebik.

__ADS_1


"Maaf, Kak! Kami geregetan, kalian berdua sama-sama gengsian padahal saling cinta. Ayolah! Tutup lembaran lama, buka kisah yang baru. Yang lebih indah untuk masa depan!"


Akila merangkul bahu Devana dengan senyum khasnya.


"Mamaaa!"


Ericko berjalan dengan dituntun bi Fani memasuki pelataran depan rumah panggung.


"Coco sayang!"


Deva langsung berlari ke arah putranya. Memangku dan menciumi pipi Ericko berkali-kali kiri juga kanan. Lalu memeluk erat dengan luapan rasa rindu yang membludak.


"Mama, mama! Mama..."



Gege mendekat. Mencium pipi Ericko gemas dan merangkul bahu Devana.


"Aku mau bawa pulang Devana ke Bunda Anne! Aku akan menikahinya hari ini juga!"


"Aih? Sekalinya, langsung gas pool?!?" ucap Akila terkejut.


"Sepertinya ada sesuatu yang terjadi tanpa kita tahu, Kila!" bisik Surya pada Akila.


"Hei, Surya! Tunggu! Aku ingin menanyaimu hal yang serius! Ayo kita masuk dan duduk di dalam!" perintah Gege tegas.


"Tunggu, Kak! Aku bereskan dulu ruang tamu bekas tidur semalam!" pekik Devina sambil melepas Ericko dari pelukannya dan menyerahkan putra tunggalnya itu pada Gege.


Sedikit panik. Khawatir ada sisa-sisa bercak perbuatan mereka semalam yang tercecer.


"Semalam hujan, ada genteng bocor sedikit. Ada tetesannya yang basahi lantai! Begitu maksudnya Deva!" kata Gege berbohong. Wajahnya merah merona karena malu.


"Ooh!"


............


"Apa kamu sedang mempermainkan adikku?"


"Ya engga'lah, Ge! Aku ini serius sama Akila! Makanya aku mau kamu dan Deva lebih dulu menikah. Baru setelah ini, Kami! Ya khan Akila?"


"Om Tio dan Tante Lisa, apa akan menerima hubungan kalian?"


"Aku akan membawa Akila menghadap mereka. Papa Mama harus bisa menerima pilihanku. Aku akan yakinkan mereka, Akila adalah calon istriku!"


"Lantas kalau mereka menolak dan melarang hubungan kalian?"


"Aku sudah dewasa. Dua puluh tujuh tahun sekarang. Akulah yang menentukan jodohku dan pilihanku sendiri. Bukan mereka! Jadi, aku tetap pada pendirianku. Aku akan tunjukan kalau pilihanku ini benar!"


"Dengar, Surya! Aku tidak akan tinggal diam jika Papa dan Mamamu sampai menyakiti adikku Akila! Camkan itu! Aku tidak akan membiarkan kalian meremehkan apalagi merendahkan Akila!"


"Oiya, Kak Surya! Akila juga akan ajukan surat pengunduran diri di perusahaan mendiang Pak Gunawan." Akila menyela obrolan serius antara Surya dan Gege.


"Hah? Apa maksudmu, Yang?"


"Aku emang niat keluar dari perusahaan. Setidaknya Papa Mama Kak Surya tidak akan berfikir Akila ingin dekat kak Surya karena perusahaan! Akila akan kerja dengan Kak Gege mulai senin ini!"

__ADS_1


"Jadi kamu mau menjauh dari aku, Yang?"


"Bukan menjauh, tapi mencoba menenangkan keadaan semuanya. Kita tetap berhubungan walaupun LDR!"


"Aaa, aku ga mau, Kila! Aku gak bisa hubungan jarak jauh!"


"Kenapa, Kak? Apa Kakak takut jatuh cinta dengan gadis lain?" tanya Akila polos. Sudah pasti membuat Surya gemas dan menjawil cuping hidung gadis muda itu.



"Karena kamu bisa saja ada main dengan pria lain diluar sana!" ujar Surya dengan nada sinis.


"La? Kenapa jadi Kila yang dituding khawatir selingkuh? Kakak adalah casanova. Ya pasti Kakak yang kemungkinan besar selingkuh kalau kita long distance!"


"Nah, nah khan? Belum jadi suami istri saja kalian sudah ribut seperti ini!" timpal Gege geram.


"Justru ini cara kami mempererat hubungan hati ke hatinya."


"Iya. Betul!"



Gege menepuk dahinya. Kini Surya maupun Akila justru mementahkan ucapannya dengan kekompakan mereka berdua yang klop satu sama lain.


"Ribut itu bumbu! Debat itu adalah penyedap. Yang penting, kita bisa menyikapinya dan harus selesai sebelum tiga hari kesalahfahaman kita ini!" kata Surya, sudah seperti orang yang faham tentang rumah tangga.


Akila lebih membuat Gege makin berdecak.


Adiknya yang baru akan berumur 19 tahun itu mengangguk-angguk seperti burung pelatuk.


"Ya lah! Terserah kalian!!! Suka-suka kalian, tapi jangan kira aku akan begitu saja membiarkan kalian menang! Rapikan dulu hubunganmu dengan orangtuamu, Surya! Dan kau berapa hari pergi dari perusahaan meninggalkan Demian? Itu mengartikan kau kurang bertanggung jawab dan kekanak-kanakkan!" omel Gege membuat Surya Abdi tersedak dan batuk-batuk kecil.


"Mana handphoneku dan Devana? Kami masih banyak urusan! Bukan seperti kalian yang berfikir layaknya bocil. Masih suka bermain-main tanpa bertanggung jawab dengan tugas dan kewajiban yang sudah dibebankan!"



"Maaf!"


Hanya satu kata itu yang bisa Surya ucapkan dengan wajah menunduk. Ia menyuruh ajudan yang sedari tadi berdiri jauh dari mereka memberikan kotak paper bag berisi handphone dan kunci kontak mobil Gege.


"Pulanglah! Bantu Demian mengurus perusahaan almarhum kakek. Bukannya sibuk memikirkan diri sendiri tanpa melihat situasi serta kondisi! Saat ini perusahaan dalam keadaan goncang. Tapi kau malah bertingkah seperti ini! Satu hal yang perlu kau tahu, Surya! Adikku masih kecil. Dan aku tidak akan semudah itu membiarkan kalian berkencan sesuka hati. Ingat itu!"


Surya seketika merasa dirinya kecil sekali. Terintimidasi Gege.


Untung saja Devana dan Bi Fani datang membawa minuman serta camilan.


"Sudah, sudah! Minum dulu. Nanti debatnya disambung lagi! Setelah itu Kak Surya pulang dan Akila ikut kita pulang ke Yayasan. Akila bisa serahkan berkas pengunduran diri kamu melalui Kak Surya!"



Surya mengangguk. Ia juga melihat Gege ikut mengangguk. Entah mengapa, di depan Devana kini Gege terlihat seperti anjing pudel yang imut dan penurut.


Cinta benar-benar membuat orang bisa berubah sikap, sifat dan karakter juga ya?!? Gumam hati kecil Surya.


Cinta memang buta.

__ADS_1


...๐Ÿ’ŒTO BE CONTINUE...


__ADS_2