SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)

SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)
Pencarian Anton Lee


__ADS_3

"Jadi kamu berusaha mencari si Devana itu, Anton?"


Lalita terkejut mendengarkan penuturan keponakannya yang ternyata berusaha mencari istri dari almarhum putranya itu.


"Untuk apa kau cari wanita tak berguna itu?" tanya Xian Lee, kesal.


"Tentu saja aku ingin mengambil anaknya Chandra, uncle!"


Xian Lee berdecak keras, pertanda ia mulai geram dengan tingkah sang keponakan.


"Biarlah! Tak perlu kau cari sundal itu! Paling-paling dia sekarang sedang menjajakan dirinya di klub-klub malam demi untuk membelikan susu putranya!" umpatnya kesal.


"Uncle!!! Jangan bicara seperti itu! Ucapan Uncle bisa jadi doa! Jangan doakan ibu dari cucu Uncle menjadi pel*c*r! Biar bagaimana pun Ericko adalah darah daging Chandra. Memiliki darah keturunan keluarga Sukoharjo! Dan aku telah berjanji pada tanah basah tempat Chandra bersemayam kini, bahwa aku akan membawa putranya kembali ke rumah ini!"


"Anton!!! Aku tidak akan pernah menerima kembali perempuan dan anaknya itu ke rumah ini!" teriak Lalita membuat Anton Lee tercengang.


"Untie? Apa semarah itu Untie padanya?"


"Tentu saja! Seenaknya dia menyakiti putraku dan pergi begitu saja dengan membawa semua harta Chandra tanpa pamit. Aku juga sudah berjanji pada leluhurku, tidak akan membiarkan perempuan jahanam itu memasuki rumah keluargaku lagi!!!"


Anton hanya bengong.


Entah harus berkata apa lagi. Ternyata janjinya bertolak belakang dengan janji Untie nya.


Tetapi fokus utamanya kini adalah Ericko Putra. Ia sendiri memiliki separuh saham Sukoharjo, leluhurnya. Otomatis suaranya mutlak menjadi bagian yang harus didengarkan Uncle dan Untienya itu.


Apalagi mereka berdua sudah menjelang tua, sekitar 50 tahunan lebih usianya.


Jadi, penerus Sukoharjo sangat diperlukan untuk regenerasi perusahaan keluarga mereka dikemudian hari.


"Kami ingin kau segera menikah, Anton! Dan calon mempelainya adalah Kinanti, putri tunggal Darmawangsa. Owner sekaligus pemilik perusahaan jasa travel Darma Wings."


Anton kini mulai merasa tak nyaman dengan aturan yang diterapkan Mama dan Papa mendiang Chandra padanya.


"Apa maksud, Uncle?"


"Andaikan Chandra masih hidup dan dalam kondisi tubuh fit, sehat tak berpenyakit,... aku pasti sudah menikahkannya dengan Kinanti. Tapi ternyata, anak itu tidak bisa memberiku kebanggaan sampai akhir hayatnya!"


Uncle? Ternyata..., kau punya niat dan maksud terselubung untuk masa depanku serta putramu juga! Ck ck ck...


"Jadi uncle memang tak menyukai Deva karena hal ini juga? Karena ingin menjodohkan Chandra dengan Kinanti?"

__ADS_1


"Tidak juga. Darmawangsa adalah sahabatku sejak lama. Ia tahu, Chandra memiliki riwayat penyakit berat. Dan dia tak mau anaknya menjadi janda di usia muda. Itu sebabnya harapan besarku hanyalah padamu seorang, Anton! Dan seharusnya kau senang, karena aku lebih menitikberatkan masa depanmu dibanding masa depan Ericko, cucuku sendiri!"


"Kenapa berfikir seperti itu, Uncle? Ericko itu adalah keturunan murni dari Chandra. Harusnya Uncle lebih menyayanginya!"


"Tetapi Ericko memiliki darah dari Devana. Perempuan miskin yatim piatu yang tak jelas asal-usulnya. Aku tidak akan pernah menerima itu! Apalagi dengan kaburnya perempuan itu dari rumah ini membawa tabungan Chandra!"


"Mungkin dia takut, Uncle dan Untie memperlakukannya dengan tidak baik!"


"Saksinya banyak di pemakaman Chandra, bagaimana aku dan untie-mu memperlakukannya. Dia lah yang ketakutan ketauan belangnya dengan sengaja pergi tanpa pamit dan membawa harta berharga Chandra!"


Anton memijat pelipisnya.


Kepalanya pusing. Otaknya penat.


Kepergian Devana masih menjadi PR baginya, tetapi uncle dan untienya malah ingin mwenjodohkannya dengan perempuan putri pemilik perusahaan travel.


"Aku belum ada keinginan menikah, Uncle! Entah apa aku akan menikah ataukah tidak di dalam hidupku ini!"


"Anton! Ketemuan saja dulu! Kinanti cantik sekali. Harta orangtuanya akan jatuh separuh padamu setelah kalian menikah. Dan perusahaan manufaktur leluhur kita bisa semakin besar. Semua itu untuk anak cucumu juga nantinya!"


"Yang jelas-jelas ada justru kini Uncle dan Untie lupakan! Kenapa tidak berfikir untuk mengurus dan merawat Ericko Putra sebagai penerus perusahaan Sukoharjo!?!"


Hhh... Bingung aku! Uncle dan Untie benar-benar tak bisa kumengerti pemikirannya!


Anton Lee tak mau berdebat terus. Selain dia tak akan menang melawan sepasang suami istri yang ternyata penggila harta, tahta dan wanita, Anton juga lelah ingin tidur sejenak mengistirahatkan otak.


Ia segera berlalu menaiki anak tangga rumah kakeknya yang kini ditempati oleh Lalita dan Xian.


Kedua orangtua Anton bermukim di Canada sejak Anton sekolah menengah pertama.


Mereka memiliki hobi yang sama, yakni travelling keliling dunia. Dan keduanya memutuskan untuk menitipkan putra tunggalnya pada Lalita dan Xian sehingga Anton seperti putra mereka sendiri selain Chandra Putra.


Kedua orangtua Anton pernah mengajaknya turut serta untuk hijrah ke negeri monarki itu, tetapi Ia tolak setelah mengetahui Chandra sepupunya divonis leukimia.


Anton ingin tetap mendampingi Chandra sebagai saudara. Ia lah yang selalu menyemangati Chandra. Bahkan ketika sepupunya itu jatuh cinta pada Devana dan diam-diam menjalin hubungan jalan belakang tanpa sepengetahuan Lalita serta Xian Lee.


Chandra menikah, memboyong Devana ke rumah besar warisan kakek mereka.


Anton mengambil kesempatan mencoba peruntungan bisnisnya di Pulau Kalimantan dan meninggalkan Chandra.


Ia telah melihat dan mengenal perempuan pilihan sepupunya itu selama satu bulan. Berharap rumah tangga Chandra dan Devana bahagia. Sampai Anton kembali nanti setelah bisnis batubaranya menjadi bisnis yang menjanjikan.

__ADS_1


Setahun kemudian, Chandra mengabarinya kalau Devana hamil. Tentu ia senang dengan kabar gembira itu.


Keinginannya untuk pulang terpaksa di pending setelah ada beberapa masalah di perusahaan kecilnya. Anton hanya bisa saling berkirim doa saja.


Sampai Devana melahirkan, Anton senang...Chandra terlihat begitu bahagia. Chandra bilang, ia sudah sangat puas sebagai seorang manusia yang diciptakan sempurna oleh Tuhan. Bahkan Chandra sempat meledeknya sebagai pria yang belum sempurna karena belum menjadi seorang suami dan menjadi seorang ayah.


Hingga tiba-tiba,... Lalita dan Xian mengabarinya kalau Chandra telah tiada.


Hhh...


Treeet... treeet... treeet


Anton mengangkat panggilan ponselnya.


"Hallo! Ya? Ada apa Leon?"


...[Boss! Aku menemukan Devana ada di ibukota!]...


"Yang benar?"


...[Beneran, Boss! Saya sudah coba survey tempat itu!]...


"Kamu yakin kalau perempuan itu benar-benar Devana istrinya Chandra? Apa kamu sudah meng-krosceknya sendiri?"


...[Belum sih, Boss! Tapi kata orang-orangku, namanya dan ciri-ciri yang Boss berikan nyaris sama! Sebaiknya Boss segera meluncur ke tempat itu sekarang juga!]...


"Oke! Shareloc, aku akan langsung ke tempat yang bilang tadi!"


...Klik...


Anton termangu.


Ternyata wanita itu benar-benar berani dengan membawa kabur Ericko sampai ke Ibukota. Pastinya lelaki yang mengajaknya pergi, bukanlah lelaki sembarangan. Hhh... Tapi aku tidak akan gentar, Deva! Aku akan ambil Ericko dari tanganmu! Dan seandainya uncle juga untie tidak mau merawat Ericko, akan kubesarkan putra Chandra itu seorang diri. Dengan tanganku sendiri! Aku sudah bersumpah pada Chandra!


Tring.


Leon asisten pribadinya mengirimkan alamat Devana yang di Ibukota.


Sore itu juga, Anton Lee bergegas mengendarai Xpander Sport-nya. Meluncur menuju Ibukota.


๐Ÿ’ŒTO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2