
Gege mengantar Devana ke rumah Bunda Anne.
Ia kemudian izin pamit untuk membawa Papanya ke kota tempat Devana lahir dibesarkan.
Gege meminta Indra untuk menjadi wali nikahnya dengan Devana. Secara menurut silsilah garis keturunan mereka yang kini telah jelas terbuka, Devana adalah adik sedarah Indra. Papa angkatnya Gege alias Satria.
Keduanya memilih menikah siri terlebih dahulu karena telah melakukan hal yang dilarang.
Untuk menghindari kejadian itu terulang kembali, Gege memohon Indra dan Bunda Anne untuk segera menikahi mereka berdua.
Gege punya rencana akan menikahi Devana secara resmi di hari ulang tahun Ericko Putra yang ke-satu.
Akhirnya Gege dan Devana resmi menjadi suami istri meskipun nikah siri.
Dari nikah kontrak, kini berstatus nikah siri. Dan coming soon nikah resmi di KUA setempat satu bulan lagi.
Kebahagiaan Gege dan Devana menjadi nyata.
Cinta bersambut dari kedua pihak. Berharap akan terus terawat dan tumbuh subur di taman hati keduanya.
...๐ท๐ท๐ท๐ท...
Brak.
Demian menggebrak meja kerjanya.
"Darimana saja kau? Handphonemu tak aktif selama empat hari! Benar-benar ini orang!" semprotnya kesal pada Surya Abdi.
"Maaf, ada urusan penting diluar masalah kantor, Dem!"
"Jadi urusan kantor tak penting, begitu?"
"Bukan begitu maksudku!"
"Ck! Bullsh*iit!!!"
Keributan di ruangan CEO semakin memanas setelah sang sekretaris membawa sebuah map berisikan email kiriman yang menghebohkan.
Perusahaan terdeteksi terancam pailit.
Seketika para pemegang saham satu persatu menghubungi Demian. Mereka gusar dan kasak-kusuk ingin melelang saham mereka sebelum perusahaan benar-benar tenggelam lalu hancur.
Semua sibuk.
Rendy, Glen dan Tio pun menyatukan kekuatan tetapi tetap keadaan semakin panas. Kegaduhan semakin memperkeruh suasana di lingkungan perusahaan.
Setelah beberapa hari berjibaku, keadaan bukannya membaik justru semakin genting.
Seperti prediksi Indra dan Nani sebelumnya. Perusahaan mendiang Gunawan oleng. Perlahan karam karena nahkodanya yang salah perhitungan.
Satu persatu aset-aset perusahaan pusat berpindah tangan. Bahkan paviliun kini mereka sepakati dijual untuk menutupi hutang piutang.
Keegoisan ketiga anak perempuan Gunawan yang disetir sepenuhnya suami-suami mereka lebih memilih jalan sendiri-sendiri dengan menghancurkan perusahaan besar warisan Gunawan.
Mereka lebih memilih perusahaan kecil dan mengorbankan perusahaan almarhum Gunawan hingga tinggal kenangan saja.
Demian dan Surya Abdi kini hanya bisa terpekur di atas pusara Kakek dan Neneknya.
Sedih, bermuram durja seraya menghaturkan kata maaf dan penyesalan karena perusahaan bangkrut.
Keduanya kini hanya bisa kembali pada kedua orangtua masing-masing, menjadi karyawan Papa Mama mereka di anak cabang perusahaan di luar daerah.
Surya Abdi masih bersyukur, ada Akila disisinya. Bahkan kini sikap Akila jauh lebih manis dari sebelumnya.
Bahkan Akila semakin percaya diri mengunjungi kediaman orangtua Surya yang mulai welcome padanya.
Sesuai perjanjian yang disepakati antara Akila dengan Gege, Surya Abdi harus bersabar menunggu Akila berumur dua puluh tahun. Gege tidak mau adiknya itu menikah muda. Terlebih menikah dengan anak mami yang manja seperti Surya.
Cinta butuh pembuktian.
Gege ingin Akila lebih dewasa dan benar-benar menikah dengan orang yang dicintainya.
__ADS_1
Waktu jualah yang akan membuktikan sebesar apa Surya Abdi mencintai Akila.
Itu yang ingin Gege perlihatkan pada Akila dimasa mudanya.
Cinta bukan hanya sekedar sayang-sayangan. Cinta juga menjadi tolok ukur seseorang dalam keberhasilan hidup di masa mendatang.
Intinya Gege tak ingin baik Surya maupun Akila menyesal jika menikah nanti. Biarlah semua Tuhan yang mengaturnya. Kalau jodoh, Tuhan pasti akan mengantar mereka ke pelaminan.
Demian kini yang paling terpuruk.
Sempat tak mau menerima kenyataan dia telah memiliki putra yang mulai beranjak remaja, perjalanan hidupnya kembali jadi pertaruhan.
Nabila dalam keadaan kritis di rumah sakit. Dan Zahira mendatanginya sampai ke kota tempat tinggalnya kini untuk mengabari Demian.
"Mas Demian! Mbak Nabila ingin sekali bertemu!"
Demian menatap wajah perempuan yang pernah ditidurinya sembilan tahun lalu.
๏ฟผ
Gadis yang telah melahirkan anak hasil hubungan terlarang disaat dirinya dalam keadaan mabuk berat.
Zahira namanya, ternyata saudara angkat Nabila. Dan kejadian semua itu adalah hasil karya rekayasa yang Nabila buat.
Hhh...
Demian menghela nafasnya.
Matanya hanya menatap sinis wajah Zahira yang kini jauh lebih manis. Demian sedikit terpukau, karena Zahira semakin dewasa dan matang. Baik dari segi tubuh, penampilan, serta kepribadian. Namun semua itu tak mampu menghilangkan rasa cinta Demian yang tulus pada Nabila.
Karena itu pula, akhirnya Demian mau juga menerima ajakan Zahira untuk mendatangi Nabila di Rumah Sakit.
Zahira terlihat gugup duduk disamping jok depan mobil Demian.
Wajah pria itu tak sesangar sewaktu pertama kali bertemu di rumah Nabila. Yang kesangarannya melebihi garangnya wajah macan. Tetapi kali ini tak sepatah pun kata keluar darinya sebagai hardikan ataupun makian seperti beberapa minggu lalu.
...............
Jonathan menyambut keduanya di ruang ICCU.
Matanya menatap Demian dengan pandangan yang kosong. Seolah tiada pengharapan sedikitpun pada pria dewasa yang Jo ketahui adalah Ayah Biologisnya.
"Nabi! Nabi!!!"
Demian semakin shock melihat tubuh ringkih Nabila yang kurus hanya terbaring lemah tak berdaya.
Selang infus dan alat bantu pernafasan serta selang pendeteksi jantung menempel di tubuh Nabila.
Demian hanya bisa menangis sesegukan melihat penderitaan gadis yang selalu dicintainya.
Bertahun-tahun yang lalu, perjalanan waktu membuat keduanya tumbuh dan besar bersama. Belajar di sekolah Taman Kanak-Kanak yang sama. Saling tolong menolong, saling bantu dan saling support satu sama lain. Membuat keakraban keduanya semakin terjalin.
Demian dan Nabila tak pernah terpisahkan. Bahkan semakin akrab dan eratkan persahabatan.
Masuk Sekolah Dasar, lalu Sekolah Menengah Pertama tiga tahun Demian bahkan memasuki ruang Kepala Sekolah demi memohon agar mereka tetap ditempatkan di kelas yang sama.
Namun di Sekolah Menengah Atas, persahabatan mereka yang semakin erat justru diuji oleh suatu keadaan.
Demian mengingat Nabila yang tiba-tiba menghilang selama seminggu tanpa kabar dan berita kemana sahabatnya itu pergi berlibur.
Setelah satu minggu absen, Nabila baru kembali lagi namun mulai berbeda sikap dengan Demian.
Nabila yang dulu suka menempel Demian bahkan sampai berani membully gadis-gadis lain yang mencoba mendekati, tiba-tiba memilih pindah kelas jurusan seolah sengaja menjauhi Demian.
Hari demi hari mereka kian terhalang sesuatu yang Demian tak ketahui sebab musababnya.
Di malam prom night, Demian sengaja menembak Nabila. Janji Nabila yang akan memberinya jawaban tak kunjung datang. Bahkan gadis itu menghilang hingga rumahnya pun sepi karena ditinggal pindah sang penghuni.
__ADS_1
Itu adalah saat-saat Demian mulai berubah total.
Menjadi orang yang suka clubing, judi, juga minuman keras zat adiktif hingga obat-obatan psikotropika. Semua demi untuk menenggelamkan dirinya dari rasa sakit serta kesedihan yang mendalam karena ditinggalkan Nabila.
"Nabi..., bangunlah Nabila! Ini aku, Demian-mu! Maaf, aku sempat marah padamu dan tak ingin mengunjungimu lagi karena emosi tempo hari!"
Keadaan Nabila sudah dikategorikan dalam kondisi koma selama beberapa hari.
Tetapi bagaikan mukjizat, mata Nabila terbuka setelah suara Demian memanggil namanya pelan dan lirih.
"Dem, Dem..."
"Ini aku, Dem-mu, Nabi! Aku ada disampingmu, Nabila! Lekaslah sembuh! Mari kita pergi liburan bersama. Kita nikmati kebersamaan kita beberapa hari dengan Jonathan!"
Senyuman di bibir Nabila merekah indah. Demian menangis bahagia.
"Akhirnya kamu mau mengakui Jo sebagai bagian dari hidupmu! Terima kasih! Tolong maafkan aku, Dem!"
Suara Nabila kecil, tapi jelas dan dapat Demian mengerti.
"Dem..."
"Ya, Sayangku?"
"Berjanjilah padaku!"
"Janji apa? Sudahlah..., semangat supaya kondisimu stabil kembali, Nabi!"
"Dem...! Menikahlah dengan Zahira!"
"Apa???"
"Please...! Berjanjilah! Buat aku tenang meninggalkan dunia ini!"
"Hehehe..., sudahi sandiwara ini Nabi! Aku akan menerimamu, apapun keadaanmu. Mari kita menikah! Aku pasti menikahimu resmi bahkan jika kau memintanya saat ini juga!"
"Bukan menikah denganku, tapi dengan Zahira. Urus anak kalian Jonathan, sampai dewasa. Kumohon, Dem...! Please...! Aku akan pergi dengan tenang jika ada Zahira dan Jo ada dalam perawatanmu! Hik hiks..."
"Mami, jangan berkata seperti itu! Tanpa perawatan lelaki ini pun, aku dan Mama bisa hidup dengan layak! Tak perlu Mami khawatirkan kami!"
Tiba-tiba Jonathan mendekat. Dan mengucapkan kalimat yang membuat Demian melirik kesal.
Songong tingkat dewa! Ck... Dunia ini kejam, Wahai Anak Muda! Usiamu baru delapan tahun. Belum pernah mencicipi pahitnya kenyataan jatuh bangkrut dalam usaha. Seperti aku saat ini! Kata hati Demian begitu getir.
Tiba-tiba Nabila seperti tersedak. Ia tampak kesulitan bernafas. Bahkan tubuhnya terlihat seperti kejang-kejang membuat Zahira segera berlari memanggil dokter jaga.
Nabila langsung mendapatkan bantuan pertolongan para dokter spesialis. Sebuah tabung oksigen berusaha menjadi alat bantu pernafasannya. Dan juga beberapa tindakan medis lainnya untuk menyelamatkan Nabila. Namun...
"Maaf, Nyonya Zahira...! Nyonya Nabila, telah berpulang Kepangkuan Illahi! Kami tim dokter telah berusaha semaksimal mungkin, tetapi... Maaf!"
Sebenarnya umur Nabila jauh lebih lama dari yang divonis dokter beberapa tahun lalu.
Bahkan bisa sampai melihat tumbuh kembangnya Jonathan adalah suatu keajaiban.
Zahira menangis, berlinangan air mata sambil memeluk Jonathan. Keduanya kini telah berpisah raga dengan Nabila untuk selamanya.
Berbeda dengan Demian. Pria itu justru tertawa terbahak-bahak sambil bertepuk tangan.
Ia berseloroh kalau akting dan permainan drama yang Zahira cs mainkan sungguh luar biasa.
Demian tak menerima keadaan yang sebenarnya. Ia terlihat sangat depresi. Hingga berkelakuan layaknya orang yang sakit jiwa. Otaknya sedikit geser karena jiwanya terguncang.
"Hahaha... Lucu! Lucu sekali kalian! Hahaha..., ya ampun! Sudah lama aku tak menonton di bioskop menonton film tragedi yang mengharukan begini. Lama sekali. Sampai lupa caranya menangis. Ikut terhanyut dengan jalan cerita yang menyedihkan ini! Hahaha..."
Tawa Demian membahana ditengah isak tangis Zahira dan Jonathan.
Sungguh tragis, kisah cinta Demian. Sampai akhir, Nabila tetap tak dapat ia miliki. Hati juga raganya. Sampai Nabila dipanggil Yang Maha Kuasa. Demian baru menangis kencang memikirkan nasib diri serta cintanya yang menyedihkan.
Ia berguling-guling di lantai. Berteriak menyebut nama Nabila. Lalu kemudian tertawa keras seperti orang gila. Sampai beberapa perawat rumah sakit membawanya ke ruang lain. Dan menenangkannya dengan bantuan zat penenang yang disuntikkan.
...๐TO BE CONTINUE...
__ADS_1