SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)

SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)
Kegilaan Baru Lagi


__ADS_3

Georgino duduk berhadapan dengan Anton Lee. Mereka saling menatap seolah sedang mencari kelemahan dan juga kekuatan masing-masing.


Anton Lee menghisap rokok elektriknya dengan santai. Sementara Gege juga duduk dengan gaya menopang satu kaki di atasnya.


"Sepertinya ada yang ingin Kau katakan, Bung!" Anton Lee akhirnya buka suara juga.


"Seperti perkiraanmu! Langsung saja, tanpa basa-basi! Aku melihat ada yang janggal dari kedatangan Bung ke kantor ini. Seperti ada maksud lain yang terselubung selain untuk menawarkan kerjasama."


"Aku juga akan menjawab pertanyaanmu langsung pada intinya. Iya. Tujuanku sebenarnya adalah untuk melihat sendiri selingkuhan dari istri almarhum sepupuku, Chandra Putra Sukoharjo!"


Geoegino menatap kedua bola mata Anton, tak berkedip.


Anton telah salah jauh menilainya.


"Siapa yang memberimu kabar burung kalau aku adalah selingkuhan sepupumu? Hm..., sepertinya kedua orangtua sepupumu itu sudah banyak mengecohmu! Apa kau sudah riset dan crosscek kebenarannya?"


Anton Lee menyeringai.


"Bukankah kalian sendiri yang perlahan mengungkapkan kebenaran itu? Hubungan kalian, dibangun dari puing-puing kehancuran Chandra sampai akhir dia menutup mata. Apakah kau tak takut kena karma?"


"Apa kami akan kena karma jika tak punya hubungan yang menyakiti orang-orang yang kau tuduhkan?"


"Ck ck ck...! Kepercayaan diri yang terlalu tinggi menegaskan kalau Anda tak punya hati nurani! Sebaiknya, bersiaplah. Aku akan melaporkan perbuatan tindakan asusila serta penipuan berencana yang kalian lakukan pada almarhum sepupuku."


"Apa maumu?"


"Seperti yang kubilang tadi. Aku mau ambil Ericko Putra Sukoharjo dari kalian!"


"Apa keluarga Chandra akan menerimanya?"


Kini Anton diam sesaat. Ia mengingat ucapan Uncle dan juga Untienya beberapa waktu lalu.


"Bukan mereka yang mengurus. Tapi aku! Aku yang akan bertanggung jawab pada keponakanku, Ericko!"


"Ck ck ck! Kurasa, kaulah yang terlalu percaya diri, Bung! Ada Ibu kandungnya yang pasti akan siap pasang badan melawan tiranimu!"


"Apa kau merasa...punya saham pada Ericko? Cih!... Perlu pembuktian, bro! Jangan terlalu narsis! Tak baik untuk kesehatan mentalmu, nanti!"


"Hehehe...! Ternyata kau sangat perhatian padaku, bro! Padahal kita baru saja ketemu!"


"Hehehe...! Selamat bersenang-senang dilautan neraka, Bung! Ambillah wanita murahan model wanita tak tahu malu itu! Aku hanya akan mengambil anak Chandra saja!"


Naik darah Gege mendengar celotehan Anton yang merendahkan Devana secara terang-terangan itu.


Gege berdiri dan mengangkat kerah baju Anton Lee dengan kasar.

__ADS_1


"Gege!!!"


Demian tiba-tiba datang melerai keributan antar keduanya.


"Hei, jaga nama baik perusahaan! Ini muka umum. Banyak orang yang lalu lalang dan memperhatikan tingkah kalian!" hardik Demian pada sepupunya itu.


Gege seolah tunduk pada perkataan Demian.


Merasa sang sepupu yang dua tahun lebih tua itu menurutinya, Demian besar kepala.


"Duduk!"


Kali ini Gege tak mengindahkan perintahnya. Membuat merah merona semburat di wajah Demian.


"Dengar, Bung Anton Lee Sukoharjo! Silakan lakukan apa yang kau anggap benar! Tapi, siap-siap kau malu karena kau justru membuka aib keluargamu sendiri yang minus martabat!"


Hah? Martabak? Kenapa si Gege jadi ngomongin martabak? Pakai ada minusnya segala itu martabak!


Demian melongo melihat sepupunya pergi berlalu begitu saja. Sangat terkesan meremehkan bahkan menganggapnya tak ada.


"Ck! Kenapa dia ya?!?"


Kini dua kali Demian kecele. Anton Lee pun melakukan hal yang sama. Pergi begitu saja tanpa pesan dan kesan.


"Permisi, Tuan! Bill-nya!"


Seorang waitress berdiri dengan senyum mengembang dengan menyodorkan bon tagihan yang diletakkan di atas nampan.


"Hah?!?!"


Bangk*e juga mereka berdua! Mereka yang makan nangkanya, aku pula yang dapat getahnya. Hiks!


Empat ratus lima puluh ribu rupiah, melayang dari dompet Crocodilesnya yang berwarna hitam pekat itu.


"Sial*n si Gege! Hadeh! Mimpi apa aku semalam!?"


...............


Surya masih menikmati makan siangnya bersama Akila di restoran Jepang.


"Mau tambah?" tawarnya lagi pada Akila.


"Tidak, Boss! Terima kasih banyak! Ini udah full tank!"


"Apa itu full tank?"

__ADS_1


"Tangki penuh, Boss!"


"Oh! Hehehe...! Next time kita kulineran tempat lain, yuk?"


Akila mengerjap. Hampir saja bibirnya spontan menjawab, "Mau!". Tapi otaknya langsung travelling pada suara-suara sumbang yang pastinya akan mencelanya sana-sini.


Hanya senyuman tipis saja yang jadi jawabannya.


Mereka berdua kembali ke gedung perkantoran PT MAKMUR SENTOSA dengan menaiki grab car karena mobil Surya Abdi sedang di service di bengkel langganannya dan baru akan selesai menjelang sore.


Benar saja.


Kasak-kusuk mulai terdengar di lobi pintu utama. Memang tak jelas sedang mengghibah siapa. Tetapi tertawaan beberapa karyawati diantaranya Mbak resepsionis dan Mbak operator terdengar agak mencurigakan. Apalagi ekor mata mereka sesekali melirik terus ke arah Akila dan Surya Abdi.


Hingga tiba-tiba,


"Ada apa ya, rame-rame begini?"


Seketika mereka langsung terdiam. Sang Wakil CEO yang tampan itu rupanya mendatangi mereka tanpa diketahui. Sontak semua tersenyum malu dengan wajah pucat pias.


"Tidak ada apa-apa, Boss! Cuma,... ngobrolin menu makan siang kami tadi!"


"Hm, begitu rupanya! Oiya, tadi Saya dan Akila habis makan di Uka-Uka Bento! Ada menu baru di sana! Coba deh, cobain! Oiya, Akila ini bukan orang sembarangan! Dia ini, Tuan Putri yang menyamar jadi rakyat jelata! Hati-hati ghibahin dia! Mau tahu? Saya saja sedang proses ambil hati Tuan Putri Akila biar dapat bonus akhir bulan!"


Semua diam dengan wajah makin pucat.


Surya Abdi menarik lengan Akila yang sedang shock mendengar cerita karangan sang Wakil CEO yang super ngasal itu.


"B-Boss?!?" pekik Akila sambil membuka mulutnya lebar.


"Hahaha...! Biar saja mereka makin berasumsi! Makin keren khan ceritanya jadinya?! Hahaha..."


"Boooss! Itu gokil, Boooss! Makin dibully saya! Hiks..."


"Ssst...! Taruhan, mulai siang ini...kamu bakalan dapat perlakuan manis dari mereka! Percaya deh!" ujar Surya Abdi.


"Boss! Saya kira boss lebih normal dibanding boss Gege! Ternyata..., lebih parah! Hiks, boss!"


"Hahaha...!"


Akila menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Benar-benar luar biasa para boss-bossnya ini. Bikin hidupnya berubah 180° dan jadi makin menghalu tinggi-tinggi sekali.


Duh Gusti! Cobaan apa lagi ini... Kenapa para CEO ini seperti suka sekali mempermainkan perasaan dan juga kehidupanku? Hik hiks...


...💌TO BE CONTINUE...

__ADS_1


__ADS_2