SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)

SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)
Yang Sedang Berbahagia


__ADS_3

"Boss! Boss! Bangun Boss!"


Surya Abdi terkejut. Ia kaget melihat wajah Akila berada di hadapannya.


"Hei! Ngapain kamu ada di kamarku?"


"Ini kamarku, Boss! Hadeuh! Bisa-bisanya Boss tidur di atas kasurku!"


"Aih? Iyakah?"


"Ya Tuhanku! Hiks..., Boss! Gedung sebelah sudah mulai ramai para karyawan berdatangan. Please lah Boss! Jangan buat aku makin susah bernafas dengan gosip-gosip murahan yang berhembus nantinya!"


"Ya sudah, daripada cuma jadi gosip... bagaimana kalau kita jadikan kenyataan?! Hm? Bagaimana?"


Akila tersentak mendengar ujaran sang Wakil CEO yang luar biasa imajinasi ngasalnya.


"Apa Boss? Maksudnya, Boss?"


"Biar tak hanya sekedar gosip, biar kita jadikan saja menjadi fakta!"


"Gak ngerti, Boss!"



Ctak.


Surya Abdi menjentikkan dua jemarinya ke arah dahi Akila pelan tapi lumayan mengagetkan.


"Si Boss! Songong amat yak!?!"


"Kita jadian yuk? Biar tak jadi gosip!"



"Boss! Lagi pusing sama kerjaan ya? Butuh hiburan ya? Stres karena naik jabatan ditambah makin banyak uang ya?"


Surya Abdi menatap tajam kedua bola mata Akila.


"Ini beneran!" tukasnya serius.


Kini Akila yang tertawa sinis.


"Jujur ya, Boss! Saya ini lagi gak mikirin diri sendiri! Saat ini yang ada di otak kepala saya tuh, gimana caranya biar kak Devana dan kak Gege Satria bisa dekat lagi. Sampai sangat dekat hingga keduanya jatuh cinta!"


Surya terpukau melihat binaran indah mata, wajah dan bibir Akila hingga ia hanya berfokus terus menatap gadis imut itu.


"Boss! Booss!!!"


"Ya ya ya. Aku mendengarkan kamu bicara, Akila!"


"Ngerti gak sih maksudku? Haish! Boss! Ya udah, permisi dulu. Silakan Boss keluar! Saya mau kunci pintu!"


"Tunggu, Akila! Aku akan bantu kamu buat deketin Gege sama Devana!"


"Se-serius?"


"Iya. Tapi ada syaratnya!"


"Apa syaratnya?"


"Kamu dan Aku, pacaran!"


"Uhuk uhuk, uhuk!"


Akila tersedak air liurnya sendiri. Dia semakin tak percaya pada ucapan Bossnya yang Akila anggap bercanda.


"Dahlah, jangan becanda terus, Boss! Waktunya kerja! Ayo, berangkat ngantor dulu!"


Surya Abdi terus mengekor Akila sampai keluar kamar messnya.


"Selamat Pagi Boss Surya!"


"Pagi!"

__ADS_1


"Pagi, Boss!"


"Iya, pagi!"


Beberapa karyawan yang tinggal di mess terkejut melihat atasan mereka berada di sekitar mess dan mengucapkan salam dengan kepala agak menunduk.


"Duh, mati gueee...! Hiks, alamat jadi buronan karyawan satu gedung PT MAKMUR SENTOSA ini mah! Untung sabtu besok gue udah niat berhenti dari sini!" gumam Akila sembari menutupi separuh wajahnya yang gusar dan malu karena Surya Abdi terus-terusan mendekatinya.


"Kil! Kila! Si Kila jalannya kayak orang mau ambil gaji!" bentak Surya Abdi menyindir.


Tapi yang disindir justru berjalan semakin cepat, membuat wakil CEO itu makin tertinggal jauh.


Grep.


Tangan Surya berhasil menangkap jemari kanan Akila.


Berpuluh-puluh pasang mata menatap mereka di saat waktu yang tepat.


Di jam sibuk masuk kantor, pukul tujuh dua puluh menit. Di saat para pekerja berbondong-bondong masuk pintu utama dan bergegas menuju elevator untuk masuk ke ruangan kerja masing-masing.


"Akila Salsabila! Maukah kamu menjadi kekasih hatiku? Maukah kamu terima aku menjadi belahan hidupku? Di pagi pukul tujuh lebih, aku... memintamu menjadi pacarku. Dihadapan para karyawan PT MAKMUR SENTOSA!"


"Wh what?"


Akila terlihat merah sekali. Bahkan hampir seluruh karyawan yang ada di situ bersorak riang dan bertepuk tangan.


Semua terlihat antusias dengan euforia yang Surya Abdi ciptakan.


Akila menutup wajahnya karena malu.


Ya Tuhaaan...! Cobaan apa lagi ini? Hiks...


"Terima, terima, terima!"


"Ayo Akila, terima! Terima cepat!"


"Ayo jawab diterima, gitu!!!"


"Boss, Saya... Saya ini cuma karyawan biasa. Sedangkan Boss, adalah pemilik separuh dari perusahaan besar ini. Aduh, Boss!... Saya...,"


"Terima apa tolak! Cukup jawab itu saja! Tapi kalau kamu nolak aku,... mmmm, sepertinya aku akan lompat dari lantai paling atas karena malu!"


"Boss!!!"


"Hehehe...! Makanya jawab terima dong!"


Akila melirik memperhatikan para karyawan terutama yang perempuan. Mereka seolah peragam ekspresi melihat Surya Abdi yang seolah sedang memohon mengiba pada dirinya yang hanya gadis biasa.


Bahkan ada yang berbisik dengan suara sumbang mengatakan, "Tinggal bilang terima doang aja koq! Ish, kecentilan banget sih ni cewek!"


Akila seperti bergejolak batinnya.


"Saya..., terima!"


Surya Abdi tersenyum manis. Dan para karyawan bersorak riang. Mereka memberi ucapan serta salaman selamat pada Surya juga Akila.


Heboh seluruh isi gedung lima belas lantai itu dengan berita penembakan cinta sang Wakil CEO yang rupawan pada karyawan muda yang baru dua bulan bekerja.


Akila hanya diam tak berkutik. Tak bisa berkata apa-apa lagi.


Bahkan ketika Surya Abdi justru menarik tangannya dan membawanya pergi keluar dari gedung perkantoran yang hingar bingar.


.....


Akila duduk dengan wajah pucat pias mengingat kembali kegaduhan yang Surya Abdi buat di jok mobil Sang Atasan.


Tririring... tririring...


"Yes, Mom!?"


...[Suryaaa...!!! Apa yang sudah kamu perbuat???]...


"Woles, Mom! Surya ingin serius, Ma! Surya jatuh cinta beneran sama Akila! Udah dulu ya? Surya mau ngajak Akila sarapan!"

__ADS_1


Klik.


Akila lagi-lagi hanya bisa menghela nafas pendek. Dan melirik Surya yang sibuk mengangkat ponselnya yang kembali.


"Apa, bro? Sorry, gue izin dulu setengah hari. Mau makan pagi dan kencan bareng ayank! Hehehe..."


Klik.


Sepertinya itu Boss Demian!


Akila semakin pucat.


"Boss! Boss benar-benar bikin masalah!" kata Akila berusaha mengingatkan sang atasan.


"Kenapa? Cinta itu harus diperjuangkan, bukan? Apakah kamu tak suka tindakanku yang memperjuangkan cintaku padamu?"


Pertanyaan dan perkataan Surya justru bagaikan candaan seperti biasa.


Don Yuan yang satu ini memang sudah terbiasa bertingkah seperti ini. Akila tahu betul sepak terjang Surya yang konon adalah cassanova terkenal di beberapa club malam.


"Boss! Boss salah sasaran! Saya ini bukan gadis yang penurut yang bisa diajak kerja sama sembarangan!"


"Saya menyukaimu, Akila. Bahkan, mencintaimu! Apa kamu beneran gak percaya?"


Akila menggelengkan kepalanya.


Cekiiit...


Surya Abdi menarik tuas rem mobilnya secara mendadak. Matanya menatap tajam Akila.


"Baiklah, Akila! Kalau kamu masih tak percaya pada rasa cinta yang ada dihatiku, lebih baik kita mati bersama-sama. Aku rela, Akila!"


Kini Surya menjalankan kembali mesin kendaraannya. Bahkan kini dengan kecepatan lebih tinggi.


Akila memekik ketakutan.


Surya seperti orang yang nekat dengan mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi sedangkan jalan raya sangat ramai lalu lalang kendaraan.


"Stop, stop! Berhenti!!! Iya, iya, maaf! Maafkan aku boss! Kita bicarakan ini baik-baik!"


"Kamu masih tak percaya? Kamu tahu, bersamamu bagiku adalah lebih baik walaupun itu harus melewati pintu kematian!"


"B-Boss! Iya. Tolong pelankan mobilnya!"


Dengan tangan gemetar dan jantung berdebar, Akila memegang jangan Surya agar memperlambat laju kendaraannya.


Perlahan Surya menurut.


Pria yang dua bulan lagi itu dua puluh tujuh usianya menghentikan kendaraannya di basement parkiran sebuah restoran mewah.


"Sarapan dulu, yuk?!"


Akila lega. Tubuhnya seketika melemas setelah mesin mobil Surya mati dan sang pemilik keluar lebih dahulu, lalu bergegas membukakan pintu mobil untuknya.


Tuhan! Ini seperti mimpi! Seorang pria tampan, kaya raya dan mencintaiku berdiri membukakan pintu mobilnya untukku! Tuhaaan...! Ini seperti dalam drama dan sinetron percintaan rasanya! Aku benar-benar takut kalau ini hanyalah mimpi!


Akila mencubit pipinya sendiri, kemudian spontan berteriak kesakitan.


"Kenapa Akila?" tanya Surya panik.


"Kukira ini mimpi!" tuturnya membuat Surya tergelak.


Tapi alih-alih membukakan pintu, Surya justru mengangkat tubuh Akila dengan bridal style.


"Kyaaa!!!"


"Sst...! Jangan jerit-jerit! Diam dan nikmati saja gendonganku ini!"


Alamak!!! Tuhaaan!!! Bonuskah ini yang Kau berikan padaku?


Akila memejamkan matanya, pasrah.


...๐Ÿ’ŒTO BE CONTINUE...

__ADS_1


__ADS_2