Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Prolog


__ADS_3

Rania Adiba Saira adalah santriwati pondok pesantren Darunnajah. Rania merupakan anak dari pemilik pondok pesantren Darunnajah dan anak dari Kiai Sudarsono dan Umi Farida. Santri yang senior di pondok pesantren Darunnajah.


Irsyada Maulana Ibrahim adalah seorang dokter ahli bedah yang berparas tinggi dan tampan yang di sukai oleh para suster yang ada di rumah sakit. Irsyad panggilan buat para teman-teman yang sama profesi dengan Irsyad. Sedangkan, Ibra panggilan Papah dan Mamahnya. Papahnya bernama Naufal Rizal seorang dokter ahli gigi dan mamahnya bernama Amirah Shaima seorang CEO perusahaan PT. AldinDjuhardian. Pernikahan mereka karena perjodohan orang tua mereka yang saling mendukung.


Rafael Rayhan Rafiah adalah kakak dari Rania Adiba Saira, Junior di pondok pesantren Darunnajah. Orang ganteng di pondok pesantren Darunnajah dan terkenal kejam kepada semua orang di pondok pesantren Darunnajah. Nama panggilannya Ustadz Rayhan.


Pondok Pesantren Darunnajah~


Rania berjalan ke rumah Abi dan Uminya. Sampailah di rumah sederhana dan ada banyak tanaman di depan rumahnya. Rania mengetuk pintu


"Assalamu'alaikum abi umi, " dengan begitu uminya membukakan pintu


"Waalaikumsalam, ayo nak masuk dahulu! "


"iya umi, abi kemana umi? " tanya Rania


"tadi abi berangkat ke rumah pak Salman ada urusan penting di sana. " Jawab umi


"iya umi, abang kemana umi? dari tadi di masjid adek ketemu abang tetapi cuma sekilas aja. "


"Abang tadi ke pasar buat belanja keperluan santriwan. "


"Iya umi. "


"Adek kamu ngga sekolah? " tanya Umi

__ADS_1


"iya umi tadi udah, ustadzah siti udah mengajar kok. "


"Iya adek sekarang adek bantuin umi beres-beres ya. "


"Iya umi. " Dengan begitu Rania berjalan ke dapur dan mencuci piring. Rania membereskan dapur dan menyapu lantai.


"O ya adek sekalian belanja ke pasar buat nanti makan sama abi bareng-bareng. " Dengan begitu Rania meletakkan sapu dan mengambil tas belanja.


"Adek berangkat dulu ya umi, assalamu'alaikum, umi nanti kalau belanjanya itu kurang bagaimana? " tanya Rania


"udah nanti kalau ketemu abang minta uang sama abang! " jawab umi dengan membuka pintu.


Rania menyalami tangan uminya dan mengucapkan salam kembali.


"Assalamu'alaikum umi, "


___________________________


Irsyad sekarang ada di rumah dan makan di meja makan.


"Assalamu'alaikum abangku yang paling ganteng. " Sapa Kirana


Kirana Anum Humaira adik dari Irsyada Maulana Ibrahim. Kirana sekarang menjadi mahasiswi di Universitas Islam Madinah. Kirana yang berparas cantik karena berhijab dan bermodel. Kirana orang yang selalu menjaga sikap dan sopan santun. Kirana pulang dari Madinah karena sekarang Kirana sudah menjadi


Cendikiawan agama yang masih muda tetapi sudah menjadi Prioritas yang agamanya tinggi. Tetapi satu-satunya yang terberat bagi Kirana adalah menguasai Qira'ah Al–Qur'an.

__ADS_1


"Waalaikumsalam adekku tersayang, mau apa hm? " tanya Irsyad dengan mengelus tangan Kirana.


"Abang tidak boleh dekat-dekat ya sama Kirana.


Bukan mahramnya abang. " Canda Kirana


"adek mau jelasin ke abang ya kalau sebenarnya kita juga mahram muabbad karena kita sesama saudara kandung.


أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آَبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا (22) حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا (23) وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ


“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina.” (QS. An Nisa’: 22-24)


(صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمُ)


jika kalau yang mahram muaqqot itu tidak boleh di nikahi secara kondisi tertentu abang, yang tadi mahram muabbad itu tidak boleh di nikahi selamanya. Maksud ngga bang? " tanya Kirana


"maksud kok dek, ya udah sekarang makan ngga laper emang itu perut? " tanya Irsyad


"ya abang makasih. " Kirana dan Irsyad pun penuh canda tawa di meja makan.


(Sumber : Searching di Google)

__ADS_1


*Bersambung *


__ADS_2