Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Hari Ini


__ADS_3

"Kok di buang sih mas. Ahhhh, capek-capek buat. Kenapa emangnya?" Ucap Rania dengan kesal dan merajuk, Irsyad menggeleng kepala.


Mbak Nurul menahan tawa, sedangkan mas Onyon diam di tempat.


Irsyad menuangkan air ke dalam gelas dan ia memuntahkan di wastafel cuci piring.


Kucurkan airnya dan wajahnya saja memerah seperti tomat, sampai bulak-balik ke wastafel buat memuntahkan cairan.


Rania juga diam di sana, tidak ada niatan hati membantu Rifa'i. Memijat lehernya dan keningnya, Rania tidak salah. Dia hanya melakukan kesalahan kecil.


"Maaaaaassss..." Ucap Rania, dia sudah kepalang berakhir baiknya dan merajuk pergi ke luar.


"Pak, tolongin Bapak ya. Kasian itu, ibu mau buatkan teh hangat buat bapak. Nah, terus mas bantu bapak bawa ke kamar." Ucap mbak Nurul dengan menyuruh mas Onyon.


Lah, mas Onyon juga oleng nih. Liat orang muntah-muntah nggak bisa, dia langsung lari ke kamar mandi biar tidak di dengar oleh sang istri.


"Loh kok pergi, aduh kasian ini bapak. Pak, bapak duduk dulu. Biar mbak buatkan teh hangat buat bapak. Jangan nangis ya pak!" Mbak Nurul pun membuatkan teh hangat di dapur dan Irsyad rasanya badannya lemas sekali.


Padahal, ingin sekali mencicip hidangan masakan dari Rania, istrinya sendiri. Apa tadi salah takaran kalau masak?


Begitulah, kadang juga masak enak kadang pula asin, manis, asem, kecut, dan rasa lain.


"Ini Pak, di minum dulu biar lebih enak." Ucap mbak Nurul menyerahkan segelas kecil teh hangat. Sedangkan, Irsyad mengangguk dan menatap lemas semua ruangan.


"Mbak, ambilkan minyak angin di laci sana! Biar ini lebih nyaman dan nggak mual lagi." Perintah Irsyad pun di laksanakan oleh pembantunya dan Irsyad melihat pintu belakang.


Terbuka lebar-lebar, Rania tadinya pergi keluar lewat pintu depan tetapi dia ada di belakang.


"Ini Pak!" Irsyad pun mengoleskan dan sudah selesai ia seruput tehnya.

__ADS_1


"Udah mbak, saya pergi ke sana dulu. Kasian istri saya kalau saya diamkan." Ujar Irsyad, Irsyad pun melangkah dengan lemas dan menyeret kakinya.


***


Sampai di depan kolam renang, ada bayangan Rania sedang melamun dan melemparkan sesuatu ke arah kolam.


"Ahhh, nggak sesuai. Ini juga kamu nggak bisa jadi istri yang berguna sedikit." Rania mengolok-olok sendirinya, sedangkan Irsyad menilik Rania. Menggeleng, mendekati dan menepuk bahunya.


"Wuaaaaaaaaaa..."


Blunnnngggg....


Mereka berdua tercebur di kolam renang dan Rania hampir kepentok dinding kolam renang karena tidak bisa berenang.


Ubluuuukkkh-ublukkkkk...


Dengan keadaan lemah juga, Irsyad masih lemes tenaganya belum sepenuhnya pulih.


***


"Assalamu'alaikum," ucap Abi dan Umi yang mampir kesini. Orang tuanya Rania, sekalian pergi ke rumah sakit kota dan mampir ke sini.


"Wa'alaikumsalam, eh ibu dan bapak. Ke sini, bukannya kemarin udah kesini?" Mas Onyon yang menerima tamunya, Umi mengangguk.


Abi masuk ke dalam, membawakan belanjaan yang banyak. Stok buat di rumah, rumah aja stoknya masih banyak.


Tambah-tamah terus jadinya.


"Eh iya, Rania sama Irsyad ada dimana?" tanya Umi yang lagi membongkar kardus dan mas Onyon membantu mengeluarkan beberapa barang.

__ADS_1


Mbak Nurul belum menghampiri mereka, yang sibuk melihat majikannya sendiri.


"Mau di bantu Pak?" tanya mbak Nurul, kemudian Irsyad mengangguk dan mbak Nurul membantu, menggotong tubuh Rania ke dalam kamar yang lebih dekat dengan belakang rumah.


"Mbak bantu ganti ya, biar saya buat resep dulu. Air hangat sama kompresnya. Ini badannya kok memar-memar begini. Takutnya nanti ada apa-apa gimana?" Mbak Nurul setuju dan Irsyad ganti pakaian terlebih dahulu.


Mbak Nurul membantu menggantikan pakaian Rania, dan membantu untuk menjaga Rania.


Baru saja kejadian beberapa menit yang lalu di timpa dari Irsyad selanjutnya Rania.


Mbak Nurul sampai geleng-geleng kepala, seperti mau senam saja.


Bersambung...


Jangan lupa Like dan komennya gass 🔥🔥🔥


Marhaban Yaa Ramadhan


Mohon maaf lahir dan batin, bila ada kesalahan dan pengucapan kata mohon di maafkan 🙏🙏🙏🙏. Selamat berpuasa gess~


Jadwal Up mulai rutin tiap hari kalau nggak ada halangan ❤️❤️❤️


Jam 04.30 «Jam itu Up-nya»


Jangan lupa Follow instagram author, nanti ada pemberitahuan update apa kagaknya.


@dindafitriani0911


Maturnuwun 🌺

__ADS_1


__ADS_2