Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Kekejaman


__ADS_3

Setelah semuanya pergi, tinggalah dua orang itu yang sedang tertidur sambil berpelukan, hanya Irsyad yang tidak bisa memejamkan matanya. Orang tua Rania di suruh tidur di rumah mereka saja, ketimbang ini itu.


Irsyad sudah menelepon mbak Nurul, untuk balik ke rumah lagi. Ia meminta maaf, karena sudah mempunyai kesalahan yang begitu fatal kemarin-kemarin itu.


Sampai mengusirnya dengan cara kasar, mereka menelepon mbak Nurul dan mas Onyon bukan sekedar meminta maaf, mereka mengganti gaji mereka yang belum di bayarkan sebulan kemarin.


Untung saja mereka, belum pulang ke kampung jadinya nggak susah-susah amat untuk mencari mereka. Dan nomor telepon? Sepertinya mereka belum memblokir kontak Irsyad, siapa tau nanti majikannya membutuhkannya lagi.


Tidak di sangka, rejeki kembali datang. Mereka sudah putus asa, ingin mencari jalan yang lurus pulang ke kampung, tapi mereka nanti akan di tanyai oleh para tetangga serta orang tua di rumah.


Kembali ke Irsyad, Irsyad nggak bisa tidur malam ini. Matanya masih terbuka lebar, padahal jam sudah menunjukkan di angka sebelas malam.


Ia tetap mengelus-elus kepala Rania, kenapa masih membenci Adhi tadi.


Ia memikirkan itu, amit-amit punya adek ipar kayak gitu. Mendingan yang lain, daripada anaknya pemilik rumah sakit itu.


Kenapa bisa Kirana berdekatan dengan Adhi, tapi jika sudah takdir. Bagaimana pun caranya memisahkan, mereka akan kembali lagi. Karena garis takdir jodoh sudah di tentukan oleh yang maha Kuasa.


Rania terusik, karena kecapan dan bibir yang mendecak. Suaminya kesurupan kah? Sampai malam-malam berdecak, atau ngigo?


Wah, patut di curigai!


Rania melirik ke arah samping, suaminya masih membuka matanya, termenung sampai ia menilik tajam-tajam.

__ADS_1


"Mas..." Seru Rania.


Irsyad pun terdiam, dan membalikkan tubuhnya. Menatap Rania, mungkin istrinya ingin ke kamar mandi, ia akan antarkan.


"Ngapain bengong malem-malem? Udah mendingan tidur, ketimbang kayak kelelawar aja nggak tidur malamnya, dan siang mereka tidur. Tepar, nggak bisa buka mata sama matanya kayak mata panda." Irsyad terkekeh.


"Kan... Ini kesurupan, nih!"


Irsyad mengelus pipi Rania, dengan semburan liur membuat kuah yang merana. Kangen sepertinya dengan pipi bulat seperti bakso itu, tadi belum sempat untuk berpetualang karena ada orang tua Rania dan orang tua Irsyad, mereka berkumpul.


Tadi, Kirana sudah di izinkan untuk pulang.


"Kamu nih, udah ah ngantuk." Alasan yang membuat mata Irsyad memutar dan Rania emang matanya sudah ketap-ketip, meletup nanti.


Jadi gimana nih? Menuruti, tapi ia masih ingin istirahat, coba dulu untuk merayu.


"Ya udah, sini peluk aja ya... Daripada kangen, mendingan nggak kedinginan." Irsyad mengangguk, dan memilih untuk tidur di kursi sofa. Waw, berhasil membuat suaminya marah.


"Marah ajalah... Aku nggak pusing-pusing, mau tidur. Ini lagi sakit pula, bekas obat tadi. Nggak ngerti apa?" Rania memunggungi suaminya, padahal sudah jelas di depan mata.


Rania menawarkan suaminya, haha... Efek nasib lah, jadinya ia malah menggerutu tidak tidur-tidur.


"Ya Allah, sungguh kejam penderitaan ku hari ini, sampai-sampai istri ku membiarkan ku kedinginan dari tiupan, hembusan angin malam. Bismillah semangat," Ucap Irsyad, Rania hanya menahan tawa.

__ADS_1


"Kekejaman ini nggak ada apa-apa nya, daripada kekejaman pada saat penjajahan saat itu." Ucap tetangga itu, dan Irsyad hanya frustasi, menyampaikan kata-kata di hati, memukul-mukul kursi.


"Udah sini! Naik, nggak papa. Yang penting nggak pegang ini itu," Ucap Rania. Akhirnya Irsyad pun memilih untuk naik kembali ke ranjang.


"Laper nggak, mas?"


"Nggak, kamu laper?" tanya kembali.


"Iya, punya makanan nggak?"


"Sisa tadi, apa aku suruh suster aja buat bikin makanan yang baru?" Rania menggeleng.


"Roti aja nggak papa, yang penting bisa buat ganjal perut." Jawabnya dengan enteng, mata Irsyad saja sudah mengantungi mata panda.


Sampai nggak melihat turun ke bawah, yang penyok entah apa?


Bisa perang nih.


Bersambung...


Jangan lupa like dan komennya ❤️


Prank judul, isi hati mas Irsyad harus di keluarkan dulu. Nanti kalau ada typo bilang di komentar ya😂, biar nggak ngerusak mata.

__ADS_1


Ini buat dalam keadaan capek 👀, hiks-hiks... Sampek ngantuk gua 🗿


Makasih 🤗


__ADS_2