Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Cerita


__ADS_3

Setelah selesai mandi, dan melakukan makan malam. Mereka asyik di ranjang, Irsyad memeluk istrinya dengan penuh belaian dan sampai Rania tergoda dengan belaian Irsyad.


Tengkuk Rania serasa merinding, ketika Irsyad mulai cari cara agar lebih cepat mempunyai seorang benih darinya.


Tetapi, keadaan Rania tidak memungkinkan untuk melakukan itu, karena keadaan belum benar-benar sehat.


Rania pun mencari cara, agar menghindari. Tetapi, jika seorang istri tidak memenuhi hakim setengah dari kewajiban seorang ibu rumah tangga, takutnya nanti dosa.


Ini demi melawan penyakit, harus di serang dulu baru nanti saja memikirkan anaknya.


"Mas..." Irsyad masih fokus, meninggalkan jejak di leher Rania. Irsyad tidak memakai baju, dan celana itu pendek.


Benar-benar di uji nyalinya, Rania tidak bisa berkata.


"Apa? Ada yang sakit?"


Benar, sekali.


Tapi, tidak. Jika, ini terjadi nantinya malah Irsyad curiga dengan Rania, kenapa ada kendala.


"Anu, aku tadi habis liat 'kan. Dan aku ini apa masuk ke bulan, mas." Jejak yang di tinggalkan cukup, dan Irsyad tidak berani lagi mendekat.


Lantas, dia pun berjalan ke arah kamar mandi. Tapi, Rania cegah.


"Kamu, marah mas?" Irsyad diam.

__ADS_1


Rania menggengam tangan Irsyad dan tersenyum.


"Udah, nggak apa-apa kalau kamu sentuh yang penting jangan jamahi aku dulu!" Irsyad semakin tersulut hasratnya, dengan kata lain tidak bisa menahan.


Ke kamar mandi, tempat penenangnya.


"Nggak usah." Jawabnya dengan ketus.


Irsyad berjalan ke kamar mandi, dan menutup pintunya. Rania hatinya agak sedikit lega, tapi agak cemas.


"Huh, gimana ya? Kalau mas Irsyad marah, sampai nanti, besoknya lagi." Khawatir jika suaminya mendiamkannya selama berhari-hari, apalagi ini pertama kali kejadian selama pernikahan mereka berjalan mau satu bulan ini.


"Nggak! Harus pakai ramuan dulu, nih." Rania memikir-mikir, dan menunggu Irsyad keluar dari kamar mandi.


"Buatin teh dulu lah, kalau kopi nanti dia makin marah lagi, dengan jabatannya sekarang seorang dokter. Pasti paham lah tentang kopi." Rania melangkah keluar, menuju ke dapur. Eh, lupa ada yang belum di pakai. Kerudung, ya kerudung belum ia pakai.


Apalagi dengan jejak yang di tempelkan Irsyad, rasanya agak cekat-cekut.


Sesampainya di dapur, Rania mengambil gelas, sendok, dan piring kecil untuk wadah si gelas.


Mengambil gula dengan pas, dan teh celup, tuangkan air panasnya lalu di aduk.


"Aduh, kok panas banget ini. Alah nggak papa kali ya, ini sudah pas masa iya mau di siram akunya pakai air panas ini." Rania membawanya dan melangkah ke kamar lagi.


Sepertinya si Irsyad ngedekem di kamar mandi ini, saking lamanya nggak keluar-keluar, Rania mondar-mandir. Sampai teh pun rasanya sudah hangat, baru Irsyad keluar kamar mandi dengan rambut basah.

__ADS_1


"Pakai air apa tadi? Kok kedinginan gitu," Rania melihat Irsyad menggigil, dan dari rau wajahnya sudah di tangkap itu pasti kedinginan di kamar mandi karena lama.


"Nggak kok, ini apa?" Irsyad mengambil gelas yang berisi teh, kemudian ia sruput dan mantap benar rasanya.


Sesuai dengan badannya sekarang. Tau saja istrinya ini, Irsyad meletakkan handuknya ke jemuran yang ada di kamar mandi lagi, dan melihat itu, Rania terang lagi senyumnya.


Suaminya tidak marah, aman.


"Mas, kamu marah nggak?" Irsyad menggeleng, dia mengambil remot, dan menghidupkan televisi. Mencari hiburan, Rania mendekat.


"Nggak marah, kok rasanya ada yang kurang tapi. Aku mau cerita boleh?" Irsyad menatap Rania, dengan penuh keterangan.


Apakah Rania akan membocorkan sedikit tentang rahasia penyakitnya?


"Mas, aku mau cerita tentang penyakit ku selama ini yang ku derita." Irsyad membeliak, tidak percaya jika istrinya jujur secara terang-terangan kali ini.


Benar-benar perempuan yang sempurna.


Irsyad kembali menatap lagi, Rania meneteskan air matanya, kepalanya sudah tidak di artikan lagi rasanya.


Kembali ke sesudah membuat teh tadi, rasanya Rania ingin cerita karena menurut keterangan dokter Rania secara ini langsung saja cerita dan bila mendapatkan izin, Rania harus segera operasi.


Bersambung...


Jangan lupa like dan komennya 🤗.

__ADS_1


Terima kasih 😌🙏


__ADS_2