Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Kambuh


__ADS_3

Sesampainya di dapur, terasa kepalanya mau goyang jatuh ke lantai. Melihat layar gadget pun rasanya berat sekali.


Rania mendudukkan dirinya ke kursi makan, dan mengambil gelas untuk ia isikan air putih.


Gelas yang ia pegang, jatuh mendarat di atas lantai, membuat satu penghuni rumah yang belum keluar dari kamar terperanjat kaget, keluar dari kamar.


Hidung Rania mengalir darah segar, dan Rania mengusap darah segar yang kembali mengalir deras sampai menetes di lantai, lantai yang awalnya putih, ada darah segar yang meneteskan di atas lantai tersebut.


"Astagfirullahalazim, kamu kenapa?" Irsyad cemas, keadaan ini membuatnya bingung, dan tidak bisa mengambil napas.


Hampir dirinya sesak napas, melihat istrinya seperti itu. Rania menyuruh Irsyad untuk tenang, dan mengambilkan obatnya di laci kamar.


"Oke, iya." Irsyad mengambilkannya, karena Rania hari ini lupa untuk minum obat jadinya melebar kemana-mana ini darah, dan Irsyad sudah bingung, jati dirinya sebagai dokter melayang entah kemana?


"Ini," dengan cepat Irsyad tanggapan, karena dia menyimpulkan bahwasanya jika ia cemas, nah ia tidak bisa menolong istrinya.


"Minumnya!" Irsyad membantu Rania untuk mengeluarkan darah tersebut dengan banyak. Agar segera mampet darah segar tersebut, Rania pun meringis kesakitan.


"Iya, aku telepon dulu dokter Fadli. Belum terlalu siang, dan sebentar lagi pun jam istirahat, coba aku telepon." Rania mengangguk.


"Baiknya apa, boleh kok!" Irsyad memencet-mencet layar handphone, mencari nama dokter Fadli.


Tidak aktif.


"Kemana ini orang?"


Akhirnya aktif juga.

__ADS_1


"Heh lu ke sini dah!"


"Ada apa emangnya? Kok gua di suruh ke sana, oh ya gua mau tanya lu tiba-tiba ngilang kayak di samber setan gitu, cepet banget--"


"Udah, bini gua lagi sakit nih. Kambuh,"


"Hah, kapan lu punya bini?"


"Ba*ot dah, sini dulu napa!"


"Oke, sabar-sabar. Iya, aku ke sana."


"Kalau lu nggak sampai dalam waktu lima menit, beneran nggak tau nanti jadinya apa?" Ancam Irsyad.


"Iya, gua mau jalan nih."


Irsyad mematikan handphonenya, dan mengumpat pelan. Untung saja Rania tidak mendengar pembicaraannya dengan Fadli.


Irsyad kembali ke meja makan, melihat istrinya meringkih kesakitan, Irsyad membantu Rania untuk ke kamar. Menggendongnya, dan membawanya dengan hati-hati.


"Mas..." Rani di turunkan dari gendogan Irsyad dan ia sekarang sudah ada di ranjang kamar milik mereka berdua.


"Iya, jangan banyak ngomong dulu! Nanti kamu tambah itu lagi." Cemas, ya. Sungguh tidak bisa apa-apa sekarang, hanya larangan yang Irsyad lakukan. Untuk kepentingan istrinya, dengan keadaan seperti ini Irsyad tak mudah menjalaninya.


Melihat istrinya yang menahan rasa sakit, ikutan menangis dan meringis.


"Jangan gitu! Aku nggak mau kamu nangis! Sebentar lagi dokter Fadli ke sini, masa iya kamu nangis." Dokter Fadli datang tidak tepat waktunya, tanpa mengucapkan salam. Nongol begitu saja.

__ADS_1


"Heh, dasar..."


"Hahaha, maaf Syad... Iya, maaf tadi jalanan agak sepi, eh macet maksudnya." Irsyad menggeleng.


Tidak menerima alasan atau semua itu, Irsyad tidak percaya dengan temannya ini.


"Ooo, jadi mbak Rania."


Irsyad melototkan matanya ke arah Fadli, untuk menangani segera istrinya. Jangan kebanyakan berbicara!


"Kebanyakan tegang sih lu! Jadinya, istri lu sekarang keadaannya makin gawat. Lu juga dokter, tapi nggak bisa melakukan yang terbaik buat pasien gua." Ejek Fadli.


"Heh, jangan cari gara-gara di sini! Awas saja nanti! Aku akan bicarakan kebusukan lu kepada ketua rumah sakit, biar di pecat segera karena nggak datang sesuai waktunya!" Fadli tersenyum kecut ke arahnya.


Ada apa kucing dan sapi ini?


Bukannya memeriksa Rania, malah yang di periksa kaki Irsyad itu.


"Asem lu yah. Ini kaki gue,"


"Udah, jangan berantem! Ini gimana sih?" Rania teriak, dan giliran ini, kepalanya kembali pusing seperti ada benturan keras di kepalanya.


Membuat Rania pingsan di ranjang. Dan si kucing sama sapi itu masih bertengkar.


Bersambung...


Like dan komennya šŸ¤—

__ADS_1


Makasih, jaga kesehatan ya teman-temanšŸ‘


Sehat selaluā¤ļø


__ADS_2