
Makan siang sudah tersedia di meja makan, tetapi tidak satu pun penghuni rumah menyentuhnya. Hanya umi dan abi yang memakannya, karena mereka tidak ingin makanan yang sudah di masak terbuang sia-sia.
Yahya, abang dari mereka pergi dari rumah sendiri dan menjauhi perkara tadi.
Melepaskan penat, dan kemana perginya? Mereka tidak tau, "Bi..." Umi mendekati Abi yang memijat lehernya agak sedikit pegal rasanya.
"Iya, ada apa?"
"Emang galak ya, bi... Itu ustaz Yahya?" tanyanya dan Abi menggeleng.
"Umi, dirinya dari abi yang liat di pandangan matanya. Yahya itu tidak mau jika keluarganya hancur, cuman gara-gara masalah sepele dan membuat adiknya menganggap itu besar. Kesalahan paham, membuatnya sedikit keras. Dan memilih jodoh, abi melihat Yahya itu tidak mau adiknya memilih jodoh salah. Karena Yahya itu terlalu sayang sama adiknya yang terakhir ini, perempuan batinnya.
Karena menganggap adik perempuan itu terkadang salah milih jodoh atau gimana di matanya. Mendingan Yahya, menyarankan untuk berkerja dulu ketimbang menikah yang ujungnya lakinya nggak kerja. Gimana kehidupan ke depannya? Kasian 'kan jadinya, tapi mau gimanapun itu caranya salah. Abi sependapat dengan besan kita. Yang tadi di bicarakan besan kita, mi..." Umi mendengarkan tersentuh dan memeluk abi.
"Makanya mi... Jangan terlalu ngekang kemanapun anak! Pilihannya sudah mantap, ya nggak papa. Kita maklumin, jika ada masalah kita bantu jalan keluarnya! Dunia nggak ada yang namanya sempurna. Karena kesempurnaan bukan milik kita, hanya Allah yang sempurna." Peringatan abi yang terdengar di telinga umi dan membuat Umi menitikan air mata, mengangguk.
Menyapa kehangatan di dalam tubuh abi, Umi mengelus dadanya, selama ini terlalu mengekang anak juga tidak baik.
Jika itu jalannya, orang tua bisa apa?
Seharusnya mendukung, tetapi jalan orang tua yang terlalu keras mendidik anak.
"Sudah! Nggak usah di pikirkan lagi."
__ADS_1
Sementara Rania, ia masih menunggu suaminya itu yang lagi menidurkan adiknya dan mengelus-elus adiknya.
Sebagai kakak yang baik, Irsyad memilih untuk menemani adiknya.
Rania di dalam kamar, "Assalamu'alaikum..." Irsyad muncul, dari sekian lama Rania menunggu.
Rania menghampiri suaminya yang bajunya sudah basah, karena Kirana menangis semenjadi-jadinya.
"Wa'alaikumsalam," Jawabnya dan mengalami suaminya itu.
"Ganti dulu mas! Apa nggak mandi, bentar lagi adzan dhuhur udah mau tiba." lanjutnya sambil mengingatkan, Irsyad melihat jam di atas nakas. Betul apa yang di katakan istrinya. Sepertinya wajahnya lelah begitu, Rania memilih untuk keluar kamar membuatkan suaminya itu perasan air lemon.
Biar badannya agak sedikit nyaman.
Suaminya belum keluar dari kamar mandi, ia memilihkan baju yang pas untuk Irsyad. Dan sekalian mereka melakukan sholat berjamaah di dalam kamar, keadaan masih seperti ini membuat mereka mengurung diri dan tidak berniat untuk keluar kamar.
Rania mengambil air wudhu, yang satu ruangan dengan kamar mandi hanya saja tertutup tembok yang membuat tempat wudhu terpisah.
Di sana mengucur deras dari kucuran kamar mandi, suaminya masih bersemedi kah?
Atau merenungkan diri sejenak.
Rania tidak banyak bertanya, ia melakukan apa yang akan di lakukan.
__ADS_1
Selesai berwudhu, Rania membeberkan sajadah dan memakai mukena nya, sambil menunggu suaminya selesai.
Suaminya selesai, dan memakai bajunya di ruang ganti. Rania berdzikir, membaca lantunan ayat suci Al-Qur'an.
Mereka pun melakukan sholat jama'ah berdua, setelah selesai Irsyad tidur di paha Rania. Rania mengganjalnya dengan bantal dan mengelus-elus kepala Irsyad.
"Jangan di buat stress mas!"
"Iya, emh sebentar aku mau sama kamu dulu. Kamu jangan kemana-mana!" Rania membenarkan kepala Irsyad.
"Oke..." Rania ingin menanyakan, tapi ia akan tutup dulu. Suaminya masih ada hawa emosi, jika ia menanyakan hal ini membuat Irsyad akan emosi dan tidak sengaja membentak istrinya dengan perkataan yang tidak ingin ia katakan.
"Itu minumannya mas! Di minum,"
"Iya, nanti." Tegasnya dan Rania memilih untuk diam. Irsyad menatap Rania dengan tatapan lembut, mengelus pipi istrinya.
**Bersambung**...
Jangan lupa like dan komennya 🤗
Di tunggu!
Terima kasih ❤️
__ADS_1