
Happy Reading
Rania terkejut seketika, tetapi dia harus tenang. Tidak boleh memikirkan yang nggak-nggak.
“ Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh. Maaf kedatangan kami menganggu kalian, begini tanpa basa-basi. Boleh saya menjelaskan sedikit informasinya Pak kiai? ”
“ Silakan! ”
“ Kedatangan kami ke sini untuk mengenalkan putra kami yaitu Irsyada Maulana Ibrahim dan saya sendiri Naufal Rizal. Istri saya bernama Amirah Shaima, adek dari Irsyad namanya Kirana.
Saya ke sini berusaha untuk melakukan ta'aruf putra saya kepada putri Pak kyai. Apakah kedatangan kami tidak di terima Pak kiai? ”
Irsyad terkejut dengan perkataan papahnya, yang tiba-tiba ingin melaksanakan ta'aruf untuk dirinya sendiri dengan orang lain.
“ Kami akan menerima kedatangan keluarga besar bapak dan saya sendiri akan mengenalkan putri saya yang bernama Rania Adiba Saira dan saya sendiri Kiai Sudarsono, istri saya bernama Umi Farida, ini kakak dari Rania yang bernama Rafael Rayhan Rafiah. Maaf atas ketidaknyamanannya untuk semua orang di sini. Kami di sini sebagai keluarga, kami ingin membahagiakan putri kami menuju jalan yang di ridhoi Allah SWT. Sebagai orang tua kami, menyetujui atas kegiatan ta'aruf ini. Nanti kalau sudah berkenalan, kami akan langsungkan ke acara khitbah ( Lamaran). ”
“ Baik Pak Kiai, panjenengan kepie kabare? (Pak Kiai, apa kabar?) ”
“ Allhamdulilah baik-baik saja Pak. ”
“ Hahaha... Kita ini udah nggak ketemu berapa tahun udahan? Baru ketemu, kemarin-kemarin. ”
“ Iya kamunya aja. Yang terlalu sibuk di luaran sana, untung aja aku tau kalau kamu dokter gigi, jadinya aku kemarin pingin ku di dokter gigi rumah sakit sana. ”
“ Gimana giginya udah nggak goyang lagi? ”
“ Nggak. Allhamdulilahnya udah mau sembuh, sekitar ya sembilan puluh enam persen lah. Daripada nggak sembuh-sembuh nanti. ”
Akhirnya Kiai Sudarsono mengobrol-ngobrol di belakang dan para perempuan juga.
Sedangkan, Rayhan di samping Ustaz Yahya bersama adeknya.
Kirana menggendong Farel, putra dari Ustaz Yahya dan Mutia. Kakak dari Irsyad dan Kirana.
“ Hm, han. Kamu nggak nyusul? ” Ucap Ustaz Yahya dengan mengambil alih Farel.
“ Nggak bang. Nanti aja kalau udah dapet jodohnya, sekalian langsung nikah aja kalau di bolehkan sama abi dan umi. ”
__ADS_1
“ Hahaha... Jangan merajuk gitu! Nanti aku bantu buat cari jodohnya. Tenang aja. ”
“ Makasih bang. ”
Akhirnya mereka semua makan bersama, sedangkan Rania ada di dalam kamar.
“ Ah... Kenapa bisa-bisanya ta'aruf sama dia? Aku aja belum kenal. ”
“ Abi sama Umi jahat. Main jodoh-jodohkan, terus nggak bilang-bilang lagi. Pokoknya aku nggak mau nikah sama dia, orang yang dulu pernah nabrak aku. ” Lanjut Rania dengan menggulung-gulung seperti anak kecil di kasur.
“ Assalamu'alaikum dek. ”
Rania terkejut, untung saja pintunya di kunci dan dia melepas kerudungnya. Dengan cepat Rania memakai kerudung dan membuka pintunya.
Ternyata Rayhan...
“ Ada apa bang? ”
“ Itu ehm, keluarganya Irsyad mau pulang. Katanya abi sama umi, kamu di suruh keluar. ”
“ Dek, jangan gitu! Nanti kamu di marah sama abi. Terus nanti siapa yang tanggung jawab? Pasti abang lah. ”
“ Nggak abang. Aku mau hapalan surat-surat yang Ustaz Yahya kasih itu, susah bener. ” Rayhan langsung mengacak-acak kerudung Rania dan Rania melotot.
“ Kamu ini dek, dekati dulu adeknya, terus nanti bisa ambil hati kamu sama Ustaz Yahya. Kalau kamu nggak hapal pasti akan di bantu. ”
“ Iya-iya. ”
Akhirnya Rania mau dan mengekor di belakang Rayhan. Dengan langkah lebar, Rania menyalami tangan Ibu Amira Shaima, Pak Naufal, Ustaz Yahya, Mbak Mutia, dan terakhir Kirana.
“ Kalau begitu kami mengucapkan terima kasih banyak-banyak udah mengundang kami. Saya permisi dahulu, assalamu'alaikum. ” Ucap Pak Naufal dengan menggandeng pundak Irsyad. Sedangkan, yang menyopir mobilnya Yahya, karena malam ini dan besok, dia bersama istri dan anaknya menginap di rumah orang tuanya.
Akhirnya semuanya sudah pulang dan Rania membereskan beberapa piring untuk kue yang sudah habis di lahap keluarga besar dari Pak Naufal.
“ Bu, tadi tanggal khitbahnya (lamarannya)kapan?
Terus nanti kalau lamaran langsung nikah lagi. ”
__ADS_1
“ Hm. Sekarang tanggal dua puluh sembilan terus nanti lamaran sekitar satu minggu lagi. ”
“ Hah... La terus abang Rayhan gimana? ”
“ Abang udah terima dek, udah nggak papa. Tapi, do'akan abang supaya dapet jodoh lebih cepat. ” Ucap Rayhan dengan membawa gelas dan beberapa piring di nampan.
“ InsyaAllah, bang. ”
“ Yaudah kalau gitu, kalian tidur dulu. Abi sama Umi mau pergi bentar, di pondok. Bang jaga adeknya baik-baik, pokoknya kalau abi sama Umi udah pulang, kalian harus udah tidur. ” Ucap Abi mengingatkan kalau ini musimnya orang lagi menculik anak perempuan di sekitar kampung sini.
“ Assalamu'alaikum. ”
“ Waalaikumsalam. ”
Rayhan menutup pintunya dan Rania melongok ke sini dan ke sana.
“ Kamu kenapa dek? ”
“ Nggak papa bang. Cari sandal tadi kemana? ”
“ Udah tidur dulu. Nanti di marah abi. ”
“ Iya bang. ”
Rania masuk ke kamar dan melepas kerudungnya, naik ke ranjang. Akhirnya tidur pulas dan sampai sudah mimpi.
Bersambung....
Semuanya akan terindah pada waktunya 😴🕓
Huhuhu... Jangan lupa Like dan komen positif
❤❤❤
Instagram author:
@dindafitriani0911
__ADS_1