Suka Duka Bahagia

Suka Duka Bahagia
Pernikahan Yang Di Tunggu


__ADS_3

Happy Reading


Hari di tunggu-tunggu telah tiba, Rania dengan balutan hijab yang menempel di kepalanya dengan indah dan sempurna.


Kejadian beberapa hari yang lalu, membuatnya sadar kalau ini ada pelajaran di balik ini semua.


"Kak, ini gimana? Masa kayak gini jadinya." Tanya Tania memegang mainan yang dia mainkan biar tidak bosan dan menghilangkan suara dari jantungnya, yang sejak tadi berbunyi.


"Sudah lah dek, kamu mau nikah apa nggak? Nanti malam ada hadiahnya kan..."


"Apaan kak?" Tanya Tania dengan polos dan memilih untuk pergi dari Rayhan.


"Assalamu'alaikum, Pak. Maaf katanya pengantin perempuannya suruh keluar dulu," ucap Santri perempuan itu dengan begitu Rayhan mengagumi adeknya yang begitu cantik dan menawan.


"Yuk dek! Sebentar lagi pengantin laki-lakinya dateng kok."


"Sebentar dulu bang, aku malu sama lagi ini lemes, hatinya dari tadi gemuruh terus apalagi tanganku dingin banget bang." Ucap Rania memegang tangannya dan Rayhan mengelus kepala Rania yang di baluti dengan kerudung.


"Hm, maaf mbaj, mas... Pengantin laki-lakinya sudah datang, jadi harap calon pengantin perempuannya untuk keluar." Ucap periasnya dengan membereskan beberapa baju ke dalam koper.


"Assalamu'alaikum kak..."


"Ehh, Wa'alaikumsalam Mi." Rania memeluk Uminya dengan erat dan Uminya senang kalau hari ini emang hari bahagia, entah kenapa bisa meneteskan air mata?


Ya, terharu yang pasti.

__ADS_1


"Yaudah yuk kita ke sana. Kak gandeng adeknya di sebelah kiri ya, biar Umi di sebelah kanan."


"Iya Umi."


Akhirnya mereka menggandeng Rania dan melangkah keluar dari kamar, dengan jalan pelan-pelan.


MC menyambutnya dengan suka dan gembira, tamu undangan sudah full karena kebanyakan anak-anak santri.


Rania pun mendekati meja untuk mengucapkan ikatan belahan jiwanya nanti.


"Wah, calon pengantin perempuannya sudah datang ini. Cantik sekali, haha..." Ucap Pak penghulu dengan memandang senyum.


Irsyad sudah ada di samping Rania, malu sekali dan sulit untuk bernapas.


"Jangan-jangan kalian ini sesak ya napasnya! Kalau sesek dua-duanya nggak jadi nikah lagi... Ambil napas terus buang pelan-pelan ya!" Ucap Pak penghulu dengan menggoda mereka.


Akhirnya di tunggu-tunggu datang, ustaz mengucapkan do'a-do'a ataupun pelajaran untuk seorang istri dan suami. Tema-nya : 'Hargailah seorang suami dan istri'


Setelah beberapa menit, mendengarkan khotbah dari Ustaz Zaki, penghulu menyiapkan beberapa berkas.


"Di lanjutkan dengan pembacaan syahadat dari kedua calon mempelai."


Mereka bertatapan dengan senyum dan Irsyad, memulai terlebih dahulu dan Rania mengikutinya.


Setelah selesai, penghulunya melakukan do'a-do'a terlebih dahulu sebelum memulai akad nikahnya.

__ADS_1


"Oh iya, silakan Pak kyai untuk menjabat tangan calon menantunya. Ini kertas bocorannya ya pak kalau Pak kyai lupa." Ucap penghulu dengan menyerahkan selembar kertas kecil sebagai catatan.


Irsyad dag-dig-dug-der, dia takut kalau lidahnya nanti keseleo kemana-mana. Kemarin sampai menghapalkan bolak-balik, dan malam tadi dia hapal.


Di luar acara juga sudah di penuhi orang antara teman Irsyad dan Rania, yang begitu banyak juga.


Mereka menunggu di luar, karena di dalam masjid cuma di batasi beberapa orang saja.


"A'udzubillahi minasy syaithonirrojim... Bismillahirrahmanirrahim... Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti Rania Adiba Saira alal mahri mlyar rupiah hallan." Ucap Abi dengan lantang tanpa haluan sama sekali.


"Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi,


Wallahu Waliyut Taufiq." Jawab Irsyad dengan satu tarikan dan tanpa kemana-mana.


"Sah..." Jawaban mereka semua.


"Allhamdulilah...Baarakallaahu Laka Wa Baaraka ‘Alaika Wa Jama’a Bainakuma Fii Khoir


Artinya: Semoga Allah memberi keberkahan padamu, memberi keberkahan atasmu, dan semoga Dia mengumpulkan di antara kalian berdua dalam kebaikan."


Bersambung...


Jangan lupa Like sama Komentar Positifnya


☺🤗❤

__ADS_1


Terima kasih semua sudah memberikan dukungannya dan yang sudah mampir 🙏💕


__ADS_2