
Kirana sekarang membaca buku hadist dan Irsyad sudah berangkat ke rumah sakit. Kirana di temani oleh camilan dan minuman. Kirana tidak mempunyai teman sekarang.
"Ini gimana ngga punya teman, terus aku harus gimana. Mamah sama papah ngurusin kerjaannya masing-masing. Apa aku harus ke pondoknya uda aja ya di sana kan ada banyak teman-teman. " Kirana pun berdiri dan ber siap-siap untuk ke pondok pesantren Darunnajah karena uda ada di sana menjadi guru namanya Uda Ali.
Kirana berangkat naik mobil dengan sopirnya. Kirana membawa barang yang dia butuhkan karena pasti di sana ada apa-apa di butuhkan.
_________________________
Rania sekarang ada di pasar dan memilih-milih sayuran.
"Neng ini lho neng masih seger, baru aja sampe.
Harganya murah kok neng. " Ajak Penjual
"ya ngga kok pak, maaf ya pak. "Karena Rania tidak enak hati maka Rania membeli sayurannya.
" Ya udah pak, boleh cabe rawit 1/2 kilo, sama bawang merah dan putihnya 1 kilo ya pak. "
"Iya neng, " dengan begitu penjual tersebut membungkus yang di pesan Rania.
"Ini neng, jadi semuanya 55 ribu neng, mahal apa-apa tapi di sini kelasnya agak murah kok neng.... " Rania membayarnya
"terimakasih pak, "
"Sama-sama neng, " jawab penjualnya
Rania memutari pasar dan akan membeli ikan segar.
__ADS_1
"Bu, ini ikan Bandengnya berapa? " tanya Rania sambil memilih-milih ikan
"itu 12 ribu mbak satu kilo nya, murah mbak. " jawab pedagang ikannya
"ya udah yang masih hidup aja, ini. " Dengan menunjuk yang masih segar biasanya masih hidup.
"Berapa kilo mbak? " tanya pedagang ikannya
"satu kilo aja, sama udangnya seperempat aja. " Dengan udang karena abinya senang udang sambal.
Di keluarganya yang suka udang cuma abinya saja dan yang lainnya pasti alergi dengan udang.
"Jadi, berapa semuanya bu? " dengan memasukkan udang dan ikannya ke dalam tas belanja.
"Udangnya mahal mbak seperempat tadi 8 ribu sama ikan Bandengnya 12 ribu. Jadi, 20 ribu mbak... " Rania menyodorkan uang 20 ribu ke pedagangnya.
"sama-sama mbak, " jawab pedagang ikannya
Rania sudah penuh belanjaannya sekarang tinggal pulang dan mengambil sepedanya di mushola.
"Allhamdulilah udah selesai, " dengan mengayuh sepeda dan menuju ke pondok pesantren Darunnajah.
____________________________
Kirana sekarang sudah sampai di depan gerbang pondok pesantren Darunnajah dan sopirnya keluar untuk membuka gerbang kepada satpam yang menjaganya.
"Assalamu'alaikum pak, " sapa sopir Rania
__ADS_1
ternyata satpam tersebut lagi mendengarkan musik di handset. Jadi, tidak kedengaran.
Rayhan lagi naik sepeda dan membawa belanjaannya yang sangat berat sama di belakangnya ada becak. Becak membawa belanjaan yang lainnya.
"Astagfirullahalazim, eh napa ini rem..... Waduh, awas pak mobilnya. " Dengan begitu Rayhan menabrak mobil dan terjungkal karena di gerbang ada jalanan turunan jadi, seperti itu.
"Astagfirullahalazim, pak.... " Dengan begitu Kirana keluar dan menolong Rayhan
"Siapa yang taruh mobil di sini coba, udah tau turunan ngapain bawa mobil ke sini... " Dengan langkah tertatih-tatih.
"Ini orang kok sukanya ngedumel, udah tau jalanan turunan kok malah yang di salahkan mobil. Mobil ngga salah, Ustaz paling galak ini kayaknya di pondok ini. " Batin Kirana
"iya Pak, maaf saya mau ke pondok ini... " Ucap Kirana
"iya, saya yang meminta maaf karena Allah Maha Pemaaf masa iya hambanya tidak memaafkannya.
Rasulullah bersabda : “Siapa yang merasa pernah berbuat aniaya kepada saudaranya, baik berupa kehormatan badan atau harta atau lain-lainnya, hendaknya segera meminta halal (maaf) nya sekarang juga, sebelum datang suatu hari yang tiada harta dan dinar atau dirham, jika ia punya amal shalih, maka akan diambil menurut penganiayannya, dan jika tidak mempunyai hasanat (kebaikan), maka diambilkan dari kejahatan orang yang dia aniaya untuk ditanggungkan kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra).
Di dalam riwayat lainnya, Rasulullah bersabda : “Tidaklah Allah memberi tambahan kepada seseorang hamba yang suka memberi maaf melainkan kemuliaan.” (HR. Muslim) kemudian “Tidak halal bagi seorang mukmin untuk tak bersapaan dgn saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari.” (HR. Muslim).
Ada juga dalam surat Ali 'Imran ayat 134, tercantum bahwa seorang Muslim yang bertakwa dianjurkan untuk mengambil paling tidak satu dari tiga sikap dariseseorang yang melakukan kekeliruan terhadapnya, yaitu menahan amarah, memaafkan, dan berbuat baik terhadapnya.
Begitu, saya sendiri juga ustadz dari pondok pesantren Darunnajah dan anak dari pemilik pondok pesantren Darunnajah. Saya juga minta maaf karena telah menabrak mobil mbak. " Nasehat Rayhan dengan mengangkat sepedanya dan membawanya masuk
(Sumber : Searching di Google)
*Bersambung*
__ADS_1